Waktu dan Keutamaan Puasa Syawal

Piring Kosong 2

 

Assalamu’alaykum. Ustadz Aam, saya mau tanya soal waktu pelaksaan puasa sunnah di bulan Syawal yang 6 hari itu. Apakah waktunya usai 1 Syawal yakni mulai 2 Syawal berturut atau boleh selang seling?. Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Hesti by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Ibu Hesti dan pembaca sekalian, sebelumnya izinkan saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga Allah Swt menerima ibadah kita di bulan Ramadhan baik puasanya, shalatnya dan ibadah lainnya.

Sebagaimana kita pahami Ramadhan adalah bulan pendidikan dan latihan khususnya terkait dengan ibadah kepada Allah Swt (hablum minallah) seperti puasa, shalat tarawih atau tilawah Al Qur’an maupun ibadah sosial (hablum minannas) seperti zakat, infaq maupun sedekah. Tentu saja sebagai bulan pendidikan dan latihan maka harapannya kualitas dan kuantitas keimanan dan amal shalih kita akan meningkat setelah bulan Ramadhan.

Saat ini kita telah memasuki bulan Syawal maka ada satu amalan khususnya puasa (shaum) sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw yang puasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal. Keutamaannya seperti puasa penuh selama 1 tahun lamanya hal ini seperti hadits yang diriwayatkan dari Abu Ayyub r.a. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda,

Barangsiapa yang shaum pada bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan shaum (sunat) enam hari bulan Syawal, ia seakan-akan shaum sepanjang tahun.” (H.R. Muslim).

promo oktober

Dari hadits ini terkait dengan waktu pelaksanaanya tak ada satu keterangan pun yang menjelaskan apakah shaum tersebut dikerjakan berturut-turut atau terpisah-pisah. Hal ini menunjukkan bahwa kita diberi kebebasan untuk menentukan sendiri (apakah mau berturut-turut atau terpisah-pisah), itu semua bergantung pada situasi dan kondisi masing-masing individu.

Anda atau pembaca sekalian boleh mengerjakannya setelah Idul Fitri (1 Syawal) yakni mulai 2 Syawal karena kita dilarang perbuasa di hari raya atau Ied. Anda boleh mengerjakannya selama 6 hari berturut atau selang seling selama masih di bulan Syawal. Demikian jawabannya dan semoga menjadi paham. Wallahu’Alam. [ ]

 

Buku Muliakan Ibumu 1

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 23 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Waktu dan Keutamaan Puasa Syawal”

  1. rina

    assalamualaikum pak ustad, sy mau tanya, sy sekarang bingung pak ustad, bsk sy berniat puasa
    sunnah syawal, tp sy msh punya hutang puasa ramadan, tp sy sgt pengen sekali mengerjakan puasa sunnah syawal terlebih dahulu, apa kh bisa sy puasa syawal terlbh dahulu setelah itu baru lanjut puasa qadha? mhn arahannya ya pak ustad, terima ksh pak.

Leave a Comment