Hukum Sujud Sungkeman Kepada Orang Tua Saat Idul Fitri

Sungkem Lebaran

 

Assalamu’alaykum. Ustadz maaf saya mau bertanya dan pertanyaannya sedikit panjang. Setiap Idul Fitri saya berusaha untuk berkunjung  (mudik) ke orang tua istri namun ada satu tradisi di dalam keluarga besarnya yang menurut saya menyimpang dari ajaran Islam. Seusai melaksanakan shalat Ied di lapang kami melakungan salaman atau istilah mereka sungkeman kepada orang tua istri (mertua saya). Dalam sungkeman tersebut anak-anak bersimpuh seperti menyembah (tradisi raja-raja dulu) bahkan ada yang sujud. Dalam sujud atau sungkeman tersebut masing-masing anak mengungkapkan kesalahannya sekaligus memohon maaf serta mohon doa restu. Namun saya kurang setuju karena ada unsur menyembah atau sujud kepada manusia yang saya tahu dalam ajaran Islam dilarang. Bagaimana pendapat ustadz? Dan bagaimana menjelaskan kepada keluarga besar istri akan hal ini? Mohon penjelasnnya dan terima kasih. ( Donny by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb. Iya Pak Donny dan pembaca sekalian ini sudah menjadi tradisi dalam masyarakat kita khususnya saat menjelang Idul Fitri banyak yang melakukan mudik ke kampung halaman atau mengunjungi orang tua atau mertua. Ini tentu tradisi yang baik dan mulia dimana dalam Islam juga diajarkan untuk berbakti kepada orang tua atau melakukan silaturrahim. Ada banyak ayat Al Qur’an maupun hadits yang memerintahkan seorang anak untuk berbakti atau berbuat baik kepada kedua orang tuanya baik kandung maupun mertua, seperti firman Allah Swt:

 

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa’: 23)

Bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama. Dengan dasar diantaranya yaitu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata :

Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” (HR. Bukhari Muslim )

Masih ada lagi ayat Al Qur’an maupun Hadits Rasulullah Saw yang memerintahkan kita untuk berbakti atau berbuat baik kepada orang termasuk mengunjunginya atau mudik saat Idul Fitri. Dengan demikian jika ingin kebajikan harus didahulukan amal-amal yang paling utama di antaranya adalah birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua). Ada banyak keutamaan tentang berbakti kepada orang tua ini.

Terkait pertanyaan Anda yakni bolehkan orang (anak) menyembah atau sujud kepada orang lain (orang tua) ?. Maka dalam hal ini harus dirinci lebih detail. Ada ulama yang melarang atau mengharamkan perbuatan tersebut yakni sujud atau menyembah sesama manusia termasuk anak kepada orang tuanya. Ada ulama yang berpendapat kalau sujud ke orang tua atau ulama itu disengaja dengan tujuan untuk penghormatan, maka hukumnya haram namun tidak berakibat murtad kecuali sujudnya dengan niat menyembah seperti menyembahkan seorang makhluk kepada Sang Pencipta ( Allah Swt). Larangan sujud ini berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi dari Abu Hurairah berikut:

BACA JUGA  Cara Bantu Anak Menyadari Rokok Itu Tidak Sehat

Seandainya boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang maka niscaya kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya

Dalam hal yang mengharamkan seorang manusia menyembah manusia atau sekedar membungkukkan badan berdasarkan hadits hasan riwayat Tirmidzi berikut:

Seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasululah seorang teman hendak menemui saudaranya atau temannya, bolehkah dia membungkukkan badan? Nabi menjawab, “Tidak.” Ia bertanya, “Bolehkah menciumnya?” Nabi menjawab, “Tidak.” Ia bertanya, “Bolehkah ia memegang tangan dan bersalaman?” Nabi menjawab, “Iya (boleh).”

Namun ada ulama yang berpendapat membolehkan seseorang membungkukkan badan atau mencium kaki ibunya dengan sujud dengan maksud untuk menunjukkan hormatnya ia pada orang tuanya. Adapun kalau sujudnya itu terjadi secara tidak disengaja namun karena hendak mencium kaki ibu, bapak, atau ulama, maka hukumnya boleh karena bolehnya hukum mencium tangan dan kaki orang tua dan ulama. Hal ini mengacu pada salah satu hadits sahih dari Zara’ bin Amir ia berkata:

“Lalu kami bergegas turun dari kendaraan kami dan mencium tangan dan kaki Nabi”. ( HR.Bukhari dan Abu Dawud)

Dalam menanggapi hadits Imam Nawawi menyatakan: “Sunnah mencium tangan laki-laki shalih, zahid, dan ulama dan ahli akhirat lain. Adapun mencium kepala dan kaki itu sama dengan mencium tangan”.

Menurut hemat saya tentu boleh dan tidak mengapa jika seorang anak sungkem kepada orang tuanya sebagai salah satu tanda kecintaan dan rasa hormatnya anak kepada orang tua. Namun jika yang Anda maksud sujud atau menyembahkannya seoarang manusia kepada manusia lainnya sebagaimana sujudnya seorang muslim kepada Allah Swt tentu ini yang dilarang atau diharamkan. Seorang manusia hanya boleh sujud dan menyembah kepada Allah Swt dan tidak diperkenan sujud atau menyembah kepada manusia lainnya.

Terkait dengan cara menyampaikan kepada keluarga besar istri, Anda tentu lebih bijaksana jika menanyakan maksud dan tujuan tradisi sungkeman tersebut. Anda harus menjelaskan dengan bijak tentang ajaran Islam dalam hal berbakti atau berbuat baik kepada orang tua. Lakukan dengan sopan dan lemah lembut sehingga tidak menimbulkan ketersingungan.

Untuk pembahasan yang lebih detail tentang cara dan dalil serta keutamaan berbakti kepada orang tua, Anda dapat membaca buku saya yang berjudul “MULIAKAN IBUMU“. Didalamnya insya Allah saya bahas lebih rinci dan mudah dipahami.  Wallahu’alam. [ ]

 

Buku Muliakan Ibumu 1

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 3 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment