Ikhtiar Menentukan Awal Ramadhan dan Awal Syawal Untuk Membangun Ukhuwah Ummat

Teropong 5

 

*Oleh: Dr. Moedji Raharto*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Bagi masyarakat muslim khususnya di Indonesia masih sering dibuat “deg-degan” dalam menentukan 1 Ramadhan dan juga 1 Syawal ( Idul Fitri). Hal ini disebabkan masih adanya perbedaan pendapat antara ormas Islam dengan Pemerintah dalam menentukan awal kedua bulan dalam kalender hijriyah tersebut. Meski tidak sampai menimbulkan permasalahan yang serius namun setidaknya bagi kaum muslim yang awam bisa menimbulkan kebingungan bahkan kecemasan  karena menyangkut dengan ibadah yakni puasa Ramadhan.

Lalu mengapa dalam menentukan awal bulan Ramadhan adan awal Syawal masih terus menimbulkan berdebatan bahkan dibicarakan dalam sebuah forum-forum besar dan resmi? Mengapa tidak melihat saja dalam kalendar negara, Taqwim Standar Indonesia 2017?. Setidaknya dua pertanyaan ini yang harus dijawab dan dirumuskan bersama sehingga tidak terus menerus menimbulkan pertanyaan kaum muslimin, kapan memulai dan mengakhiri puasa Ramadhan.

Meski ada yang berpendapat bahwa perbedaan adalah rahmat namun kiranya perlu dijelaskan lagi kepada ummat apa saja kategori perbedaan yang dapat mendatangkan rahmat tersebut. Sekiranya potensi perbedaan tersebut dapat dihilangkan atau minimal diminimalisir tentunya hal ini jauh lebih baik.

Seperti telah disebutkan pada awal tulisan ini maka secara umum ada dua perbedaan yang kerap dihadapi ummat Islam di Indonesia:

donasi perpustakaan masjid

Pertama, awal Ramadhan

Melihat data yang ada di atas ijtimak akhir Sya’ban 1438 H pada tanggal 26 Mei 2017 jam 02:44 wib dan pada saat Matahari terbenam, posisi Bulan mencapai tinggi plus 8 derajat 1 menit busur dan fraksi iluminasi mencapai 1%, hilal memungkinkan diamati. Ragam kalendar Islam di Indonesia tanggal 1 Ramadhan 1438 H bertepatan dengan tanggal 26 Mei 2017 setelah maghrib. Tarawih hari pertama tanggal 26 Mei 2017 dan shaum hari pertama 27 Mei 2017.  Untuk kepastian awal Ramadhan 1438 H perlu menyimak sidang itsbat pada tanggal 26 Mei 2017.

Kedua, awal Syawal

Melihat data yang ada di atas ijtimak akhir Ramadhan 1438 H pada tanggal 24 Juni 2017 jam 09:31 wib dan pada saat Matahari terbenam, posisi Bulan mencapai tinggi plus 3 derajat 27 menit busur dan fraksi iluminasi belum mencapai 1%, hilal sangat sulit diamati. Walaupun demikian kondisi itu telah memenuhi kriteria kesepakatan. Ragam kalendar Islam di Indonesia tanggal 1 Syawal 1438 H sebagian bertepatan dengan tanggal 24 Juni 2017 setelah maghrib. Shalat Ied 1438 H, Ahad tanggal 25 Juni 2017. Namun sebagian umat Islam yang menyandarkan pada rukyatul hilal bisa memutuskan lebaran sehari kemudian, bila terjadi kegagalan dalam pengamatan hilal. Untuk kepastian awal Syawal 1438 H perlu menyimak sidang itsbat pada tanggal 24 Juni 2017 sore ini.

Namun sebagian umat Islam yang menyandarkan pada rukyatul hilal bisa memutuskan awal bulan atau tahun baru Islam sehari kemudian, bila terjadi kegagalan dalam pengamatan hilal. Marilah kita hargai setiap perbedaan diantara ummat Islam sambil terus berupaya untuk merumuskan persamaan sehingga ukhuwah akan terus terjaga dan terpupuk. Kita harus meyakini banyaknya persamaan akan membuat ummat semakin kuat tali ukhuwahnya, begitu sebaliknya. Semoga momen Ramadhan yang datang setiap tahun membawa keberkahan dalam bingkai ukhuwah bagi ummat Islam. Wallahu A’lam bi shawab [ ]

 

*Penulis adalah dosen ITB, anggota Kelompok Keahlian Astronomi dan Dewan Pakar ICMI

Moedji-Raharto2

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

(Visited 2 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment