Mengatur Keungan dengan Bijak Jelang Lebaran

uang rupiah

PERCIKANIKAN.ID- Idul Fitri adalah momen yang paling ditunggu kaum muslim di seluruh dunia untuk merayakan hari kemenangan bersama sanak saudara setelah satu bulan penuh melakukan ibadah shaum. Tidak heran jika mendekati hari raya, banyak orang, baik muslim ataupun bahkan nonmuslim, yang rela berjejalan dalam kendaraan umum agar bisa pulang kampung dan bertemu dengan sanak saudara.

Biaya transportasi yang mahal tidak jadi penghalang. Toh, ada uang tunjangan hari raya atau THR. Namun, akibat tidak bisa bijak mengatur keuangan jelang Idul Fitri, tidak sedikit yang pada akhirnya menghabiskan seluruh THR, atau bahkan terlilit utang dalam jumlah yang besar. Akhirnya, bukan berkah yang didapat, tapi musibah. Lalu, bagaimanakah agar kita bisa bijak dalam mengatur keuangan jelang hari raya? Berikut tipsnya.

Pertama, tinjau ulang pengeluaran tahun lalu.
Dengan melihat daftar pengeluaran Idul Fitri tahun yang lalu, kita memiliki batasan yang jelas mengenai barang-barang yang mesti kita beli. Cobalah untuk tertib membuat catatan pengeluaran Ramadhan dan Idul Fitri setiap tahunnya agar kita bisa mengevaluasi keuangan kita dengan bijak.

Kedua, telitilah! Nilailah secara objektif barang yang akan kita beli.
Cobalah bedakan ke dalam dua kategori, yaitu kebutuhan dan keinginan. Tuliskan, apakah barang yang akan kita beli tersebut adalah barang yang memang kita butuhkan atau memang hanya keinginan semata. Jangan lupa cantumkan nominal harga barangnya. Dengan teliti dan menuliskannya seperti ini, kita bisa lebih mudah untuk memangkas barang-barang yang dirasa tidak penting untuk kita beli. Sehingga, uang yang kita miliki bisa dialokasikan untuk barang-barang yang memang sangat kita butuhkan.

Ketiga, mari masak sendiri!
Karena kesibukan yang padat, akhirnya memaksa kita untuk menggunakan jasa katering dalam membuatkan masakan khas Lebaran. Memang, mendekati hari raya, jasa katering betebaran seperti jamur di musim penghujan. Sayangnya, karena momen yang istimewa, jasa katering bisa melonjak sangat mahal. Jadi, agar kita bisa bijak dan menghemat keuangan, alangkah baiknya kita memilih untuk masak sendiri di rumah. Jika belum pandai memasak, di momen inilah kita bisa belajar memasak. Coba gunakan buku panduan memasak atau kumpulan-kumpulan resep agar memudahkan pekerjaan memasak kita.

promo oktober

Keempat, jangan dulu pulang kampung.
Tradisi pulang kampung memang sudah sangat mengakar bagi para perantau. Serasa ada yang kurang jika tiap Lebaran tidak bersilaturahmi ke keluarga besar. Namun, jika setiap tahun kita memilih pulang kampung, tentu saja keuangan akan bobol. Apalagi, alokasi keuangan kita tidak dianggarkan untuk pulang kampung saja, tetapi ada biaya untuk pendidikan anak, keperluan dapur, dan lain-lain. Apalagi, jelang Lebaran harga tiket melonjak sangat tajam. Bijaknya, tidak perlu setiap tahun kita pulang kampung. Untuk meluapkan rasa rindu pada sanak keluarga, kita bisa gunakan sarana teknologi semacam video call, telpon, sms, dan sejenisnya. Jika memang ingin pulang kampung, coba pilih hari-hari biasa agar tidak berat di ongkos.

Kelima, tak harus dengan baju baru.
Merayakan hari yang fitri tak selamanya harus dengan baju baru. Kerap kita tidak bijak menggunakan uang dengan membeli pakaian yang sangat mahal. Apalagi, budaya muslim Indonesia itu tak afdhal rasanya jika di hari Lebaran hanya memiliki satu stel baju. Maka, tak heran jika pakaian Lebaran berstel-stel banyaknya untuk hari raya saja. Jelas, perilaku tersebut merupakan pemborosan. Agar kita bisa lebih bijak menggunakan uang, cobalah padu padankan pakaian Lebaran kita tahun-tahun yang lalu. Jika kita cerdas memadupadankan pakaian kita, aura fresh di hari raya akan terasa sekali.

Keenam, mari menabung!
Setiap tahunnya di hari raya, ada budaya berbagi THR. THR ini bermacam-macam bentuknya, ada yang berbentuk uang ataupun sembako dan pakaian. Mirisnya, banyak yang ketika mendapat THR, seakan-akan menjadi lebih boros dalam menghamburkan uang THR dan barang-barang sembako. Agar tidak boros, coba sisihkan uang THR kita untuk ditabung. Sisihkan juga sembako THR untuk keperluan setelah Lebaran.

Ketujuh, siapkan uang kecil.
Ketika bersilaturahmi pada keluarga besar, budaya membagi-bagikan uang pada saudara merupakan hal yang tak pernah luntur saat Lebaran. Terkadang, jika tidak menyiapkan uang kecil untuk angpao, kita jadi harus mengeluarkan uang yang nominalnya lebih besar. Padahal, masih banyak saudara yang belum kita beri angpao. Jadi, alangkah bijaknya, sebelum bersilaturahmi, kita sudah mengalokasikan uang kecil untuk diberikan pada saudara, tetangga, atau kerabat. Selamat berhari raya! [Eika]

REKOMENDASI

Leave a Comment