Nuri Maulida: Dengan Puasa, Lebih “Connect” dengan Allah

nuri maulida

Bagi artis Nuri Mualida, menjalankan ibadah puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dahaga. Ibadah shaum menurutnya bukan hanya bersifat fisik atau ragawi semata, melainkan juga lebih pada sisi ruhaniah. Selama menjalani ibadah puasa Nuri lebih memaknai sebagai pengendalian diri dan lebih connect dengan Allah Swt. (habblum minallah) dan dengan sesama (habblum minannas).

“Selama puasa Ramadhan menjadi lebih mengerti dan dapat merasakan orang-orang yang tidak makan, orang-orang yang kelaparan dan sebagainya. Dengan berpuasa saya juga harus belajar menahan diri dari hawa nafsu makan minum, marah dan segala hawa nafsu duniawi. Selain itu, dengan berpuasa juga belajar bersabar terhadap hal-hal yang kita senangi maupun yang tak kita senangi. Dengan berpuasa insya Allah kita juga akan sehat baik jasmani maupun rohani,” ungkapnya kepada MaPI saat menjawab makna puasa.

Meski sedang berpuasa, kesibukannya tetap jalan seperti biasa. Ia berpendapat, puasa tidak harus menghalangi aktivitas kecuali yang berat dan perlu menguras tenaga. Nuri mengaku selama menjalani puasa justru merasa segar dan fit. Hal ini karena selama puasa tubuh kita seperti dibalancing karena semua menjadi terjaga dan terkendali.

“Selain itu menurut saya selama puasa tubuh kita seperti dicharge sehingga akan terasa penuh energi terutama dari sisi spiritulnya. Harusnya puasa jangan mengurangi aktivitas secara berlebihan,dengan banyak aktivitas insya Allah lapar dan dahaga kita jadi tak terasa. Namun kalau hanya menunggu malah semakin lama puasabya. Saya sendiri mencoba memanfaatkan waktu sebaik mungkin,selain aktivitas yang sudah rutin disela waktu senggang bisa dimanfaatkan untuk baca Al Qur’an,baca buku-buku Islam dan sebagainya,” imbuhnya.

BACA JUGA  Ustadz Aam Amiruddin dan Radio OZ 103,1 FM Gelar Program Wakaf Sedekah “Membumikan Al-Qur’an“

Nuri berpendapat setelah kita berhasil menjalani ibadah selama Ramadhan penuh, maka saat Idul Fitri sah saja jika kaum muslimin merayakannya dengan memakai baju baru. Menurutnya bukankah Allah telah memberikan apa yang ada pada kita adalah anugerah. Anugerah itu harus kita syukuri dan menurut Nuri salah satu wujud syukur kaum muslimah harus mempercantik diri .

“Menurut saya sih yang penting adalah niatnya, kita memperindah dan mempercantik diri itu karena Allah sehingga bisa termasuk beribadah, agar terlihat rapi. Mempercantik dan memperindah diri termasuk dalam momen Idul Fitri yang hanya setahun sekali dengan berbusana (fashion) baru adalah sah saja, asal mampu dan tidak di paksakan. Justru kalau tidak begitu koq rasanya kurang mensyukuri ya. Setelah kita mampu mengendalikan diri dan menahan godaan serta hawa nafsu sebulan penuh kita patut syukuri,termasuk dengan busana. Alangkah baiknya dibarengi dengan doa, ”Ya Allah setelah sebulan penuh hamba berpuasa ijinkan hamba mempercantik diri sebagai rasa syukur,” ungkapnya.

Namun demikian Nuri berpesan, yang harus kita jaga adalah niatnya, bukan untuk sombong atau dipuji orang. Selain itu jangan jadikan hal tersebut sebagai ekspresi diri yang berlebihan sehingga justru tidak mampu menahan keinginan yang sebelumnya telah berhasil dikendalikan. (Iman)

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment