Hukum Menerima THR Dari Masjid

THR amplop 1

Assalamu’alaykum, Pak Ustadz, saya adalah ibu rumah tangga dengan lima orang anak (yang empat sudah sekolah dan yang satu masih balita). Suami saya bekerja sebagai honorer. Saat ini, saya aktif di masjid dengan menjadi pengajar. Tiap menjelang Idul Fitri, pihak masjid yang sudah berstatus yayasan memberi uang THR kepada saya. Selain itu, saya juga mendapatkan bagian dari zakat fitrah karena dianggap sebagai mustahik. Bagaimana hukum keberadaan saya yang dianggap sebagai mustahik? Apakah saya diperbolehkan menerima zakat tersebut atau tidak? Perlu diketahui, meski keadaan ekonomi keluarga saya pas-pasan, saya selalu berusaha untuk membayar zakat fitrah. Mohon penjelasannya ( Wina by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb. Iya ibu Wina dan pembaca sekalian, sudah menjadi kelaziman bahkan pemerintah pun menganjurkan agar perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya saat menjelang Idul Fitri. Hal ini tentu sesuatu yang baik dan mulia.

 

Berkaitan dengan pertanyaan ibu Wina yang mendapat THR dari masjid tempatnya mengajar dalam hal ini ibu juga dianggap bekerja tentu saja boleh dan halal.  Ibu mengajar anak-anak di masjid dan karenanya berhak mendapat imbalan (honor). Itu halal. Mengenai THR dari yayasan, ibu juga boleh menerimanya karena telah menyisihkan sebagian pikiran dan tenaga untuk mengajar anak-anak. Walaupun ibu melakukan semua itu  dengan ikhlas karena Allah, tapi ibu boleh menerima hadiah atau pemberian. Ibu jangan merasa bersalah karena hal itu merupakan rejeki bagi keluarga ibu.

 

menurut hemat saya tentu saja ibu juga berhak untuk menerima (zakat) itu.Mengenai zakat fitrah yang ibu terima, itu juga merupakan hal ibu sebagai fi sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah). Meski ibu senantuasa berusaha membayar zakat fitra dan keadaan keuangan yang bisa dibilang pas-pasan, tapi zakat fitrah yang diberikan yayasan kepada ibu halal hukumnya.

BACA JUGA  Mengajar di Masjid, Apakah Saya Berhak Terima Zakat Fitrah?

 

Tindakan ibu yang membayar zakat meski kondisi ekonomi pas-pasan merupakan perbuatan yang sangat mulia. Perlu diketahui bahwa orang beriman akan senantiasa berjuang melakukan ajaran-ajaran agama meski dihimpit oleh segala kekurangan sebagaimana difirmankan-Nya adalah ayat berikut.

 

“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Q.S. Ali Imran [3]: 134)

 

Dalam ayat tersebut, Allah Swt. menjelaskan bahwa tiga ciri orang yang bertakwa (yang mendekati kesempurnaan iman) adalah menginfakkan hartanya di saat lapang atau pun di saat sempit, bisa mengendalikan kemarahan (wal afiina ani nnas), dan mudah memaafkan kesalahan orang lain. Semoga ibu penanya pada khususnya dan pembaca setia percikaniman pada umumnya senantiasa tergolong mukmin bertakwa yang kadar keimanannya mendekati sempurna. Amin. Wallahu a’lam. [ ]

buku doa

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 3 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment