Apakah Ciri-Ciri Malam Lailatul-Qadar?

bulan sabit ramadhan

Ustadz, saya ingin tahu ciri-ciri orang yang mendapatkan Lailatul-Qadar. Lantas, apa pula karakteristik Lailatul-Qadar tersebut? Karena, banyak kerabat saya yang berspekulasi bahwa Lailatul-Qadar turun ketika malam hari di bulan Ramadhan terasa paling dingin dan pagi harinya matahari bersinar dengan cerah. Mohon penjelasannya.

 



Pada suatu kesempatan, Rasulullah sempat hendak memberi tahu kapan Lailatul-Qadar itu turun. Namun, atas kehendak Allah, pemberitahuan tersebut tidak jadi karena pada saat Rasulullah hendak menyampaikannya, para sahabat waktu itu sedang asyik ngobrol dan membuat Rasulullah terdiam dan akhirnya dicabut kembali wahyu itu oleh Allah. Memang hal tersebut ada hikmahnya juga, yaitu agar umat Islam tidak mengutamakan satu hari dari yang lainnya sehingga kualitas Ramadhannya menjadi tidak sempurna.

Untuk sekadar menutupi keingintahuan, tidak ada salahnya kita mencoba memprediksi turunnya Lailatul-Qadar dengan melihat gejala alam seperti diungkap dalam beberapa hadits berikut.

Dari Ubay bin Ka’ab r.a., bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, “Keesokan hari Lailatul-Qadar adalah matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.” (H.R. Muslim)

Abu Hurairah r.a. pernah bertutur, kami pernah berdiskusi tentang Lailatul-Qadar di sisi Rasulullah Saw., beliau berkata, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (H.R. Muslim)

“Lailatul-Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan).” (H.R. At-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

BACA JUGA  Lakukan 5 Amalan Ini Maka “Istana” di Surga Menantimu

Ciri-ciri tersebut umumnya berupa gejala alam yang terjadi pada malam bersangkutan atau bahkan keesokan harinya. Logikanya, kalau ciri-cirinya baru diketahui malam itu atau keesokan harinya, lantas kapan kita beramal salehnya? Ini berarti bahwa sikap terbaik yang dapat kita lakukan adalah menggunakan kesempatan setiap malam Ramadhan untuk beramal semaksimal mungkin, dengan harapan satu di antaranya bersamaan dengan Lailatul-Qadar. Wallahu a’lam.

 

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 6 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment