Adakah Shalat Sunnah Lailatul Qadar?

Assalamu’alaykum.Pak Ustadz, di masjid tempat saya tinggal, menjelang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dilaksanakan shalat Lailatul Qodar 2 rakaat. Khusus pada hari ke-27 dan ke-29, shalat Lailatul Qadar terebut dikerjakan sebanyak 12 rakaat yang diakhiri dzikir bersama dan terkadang dilanjutkan dengan shalat Tahajud dan shalat Hajat. Apakah hal tersebut dicontohkan oleh Rasul? Mohon penjelasannya dan terima kasih ustadz. (Shanty by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb. Iya Ibu Shanty dan pembaca sekalian, sebagai kita yakini bersama bahwa pada sepuluh hari terakhir ada terdapat apa yang disebut dengan malam Lailatul Qadar atau biasa kita sebut sebagai malam seribu bulan. Hal ini terkait dengan kebaikan dan keberkahan malam tersebut yang setara dengan seribu bulan.  Seperti yang difirmankan Allah Swt,

“Sesungguhnya Aku (Allah) telah menurunkan Al-Qur’an pada malam lailatul qadar, tahukah kamu, “apa itu lailatul qadar”, lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan ruh qudus (malaikat jibril) dengan idzin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS. Al-Qadr: 1-5).

Pada malam tersebut khususnya pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti dzikir, baca Al Qur’an,berdoa,shalat sunnah dan sebagainya termasuk anjuran untuk melakukan i’tikaf.

 

Terkait dengan pertanyaan Anda, apakah ada shalat khusus yakni shalat Lailatula Qadar?. Sepanjang pengetahuan saya sampai saat ini tidak ada dalil  yang shahih yang menjelaskan tentang shalat Lailatul Qadar. Yang ada adalah anjuran untuk meningkatkan amal shaleh di malam-malam yang diperkirakan akan turun Lailatul Qadar. Nabi Saw. bersabda:

donasi perpustakaan masjid

 

عَنِ الْأَسْوَدَ بْنَ يَزِيدَ يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

 

“Dari Al-Aswad bin Yazid berkata, Aisyah berkata; ‘Pada sepuluh terakhir bulan Ramadlan Rasulullah Saw. lebih giat beribadah melebihi hari-hari selainnya.’” (H.R. Muslim)

 

Nabi Saw. tidak pernah mencontohkan shalat Lailatul Qodar, apalagi ditentukan jumlah rakaatnya, baik 2 ataupun 12 rakaat. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang melakukannya, coba cari dulu dalil atau keterangan shahihnyanya. Kalau Rasul tidak mencontohkan, ya kita jangan mengada-adakan amal ibadah. Tugas kita adalah mengamalkan yang dicontohkan Rasul.

 

Jadi, kita tidak boleh berpikiran, “Ah, yang penting itu bagus. Shalat kan ibadah.” Memang betul, shalat itu ibadah. Namun demikian, shalat itu termasuk ibadah mahdah yang teknik pelaksanaannya telah diatur secara detil oleh Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah Saw. pernah berdabda,

 

“Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.” (H.R. Malik).

Buku Sudah Benarkah Shalatku 1

Meskipun menurut kita baik dan mulia namun soal ibadah apalagi ibadah shalat maka harus ada dalilnya atau ada tuntunan (contoh) dari Rasulullah Saw sehingga bukan atau tidak termasuk ibadah yang bersifat bid’ah atau mengada-adakan suatu urusan ibadah padahal tidak ada dalil yang memerintahkannya. Ini tentu suatu perbuatan yang terlarang dan tidak boleh dikerjakan. Jadi sekali lagi dalam urusan ibadah khusus shalat maka harus ada contoh dari Rasulullah Saw. Wallahu a’lam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 10 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Adakah Shalat Sunnah Lailatul Qadar?”

  1. Turjaun

    Assalamu’alaykum.Pak Ustadz,kami sedang belajar membaca alquran namun saya ragu apakah berdosa kami membaca nya sementara kami belum lancar tentang panjang pendeknya atau pengucapan hurufnya dengan harapan sambil belajar sambil mengkatam kan dan 2 menuju ke 3x sekarang katam, dalam hal ini kami jadi malah takut berdosa,tapi dengan membaca langsung alquran ada semangat tersendiri dalm hati demikian kami mohon petunjuk wasalamuallaukum terimakasih

Leave a Comment