Tingkatan Orang Berpuasa

Muslimah bertiga

PERCIKANIMAN.ID – – Dalam menjalankan ibadah shaum, setiap orang memiliki nilai yang berbeda-beda. Seperti halnya, siswa atau siswi yang dibagikan raport, maka setiap siswa memperoleh nilai dan peringkat yang berbeda-beda. Begitu juga halnya dengan puasa, para ulama membagi peringkat orang-orang yang menjalankan shaum ini ke dalam 3 tingkatan. Berikut tingkatan orang berpuasa menurut Imam Ghazali:

  1. Puasa orang awam

Saat menjalankan ibadah shaum, orang awam biasanya hanya menahan perut dan kemaluan dari memperturutkan syahwat. Puasa jenis hanya sekedar menggugurkan perintah puasa sebagai sebuah kewajiban dalam beragama. Asal tidak melakukan aktivitas makan dan minum serta berhubungan suami istri di siang hari sudah dianggap menjalankan rukun Islam. Sementara lisannya tidak berhenti menggunjing, ghibah bahkan fitnah. Demikian juga dengan perbuatan buruk lainnya.

promooktober

 

  1. Puasa orang khusus

Berbeda dengan shaumnya orang khusus, untuk kategori kedua ini, biasanya mereka akan berusaha menundukkan pandangan dari setiap hal yang dicela dan dibenci, dan menjauhkan penglihatamnya dari segala hal yang akan menyibukkan hati dan melalaikannya dari mengingat Allah Swt.

Orang-orang beriman sadar betul, bahwa pandangan mata memiliki dampak besar dan berbahaya jika salah memanfaatkannya. Sebagaimana sebuah riwayat mengatakan, “Pandangan adalah salah satu anak panah beracun di antara anak panah Iblis – semoga Allah melaknatinya. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah maka ia telah diberi Allah keimanan yang mendapatkan kelezatan di dalam hatinya.” (HR. Al-Hakim)

Tidak hanya itu, bagi orang-orang yang telah mencapai tingkatan khusus dalam shaumnya, mereka akan sangat menjaga lisan dari dusta, ghibah, kekejian, pertengkaran; sebagai gantinya mereka akan mengendalikannya dengan diam; menyibukkannya dengan dzikrullah dan tilawah al-Qur’an. Shaumnya orang khusus adalah shaum yang dilakukan orang-orang shalih. Shaumnya tidak sekedar menahan perut dan faraj dari menyalurkan syahwatnya, akan tetapi ia juga menahan pandangan, lisan, pendengaran, tangan, kaki, mata dan seluruh anggota tubuh dari segala dosa. Di samping itu, ia juga menahan hati dari niat yang hina atau berfikir yang menjauhkan diri dari Allah sehingga seluruh jiwa raganya terkonsentrasikan untuk taat kepada Allah Swt semata.

 

  1. Puasa orang super khusus

Pada tingkatan selanjutnya adalah shaum orang yang dikategorikan super khusus. Shaum pada level ini, merupakan shaumnya hati atau qolbu dari berbagai keinginan yang rendah dan pikiran-pikiran yang tidak berharga. Orang-orang yang telah mencapai tingkatan ini, senantiasa menahan hatinya dari hal-hal yang selain Allah Swt. secara total. Inilah shaumnya para Nabi, Rasul, Shiddiqin dan Muqarrabin.

Al Muasir 1a

Kira-kira kita berada di level mana dalam menjalankan ibadah puasa ini? Keinginan kita tentu ada pada tingkat puasanya orang-orang super khusus namun sekiranya tidak mampu maka setidaknya ada pada level puasanya orang khusus. Masih ada beberapa hari lagi untuk meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dan akhirnya semoga kita tergolong orang-orang yang bertakwa (muttaqin). Aamiin. [ ]

 

 

Red: ahmad

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

 

(Visited 5 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment