Mendidik Diri Dengan Puasa

Oleh: Sunaryo Sarwoko*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Shaum atau pauasa sebagai ibadah yang akan menempa diri manusia, karena dalam shaum kita akan ditarbiyah, sehingga setiap detik dan menit yang kita lalui harus bermanfaat dan tidak sis-sia. Shaum tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus saja, namun shaum juga akan menjaga seluruh panca indera kita dari hal-hal yang dilarang Allah Swt., menjaga hati kita agar tak tersibukkan dengan memikirkan urusan-urusan duniawi, menata hati kita agar selalu ingat kepada Allah dan tidak dilalaikan oleh hal-hal yang dapat menjauhkan kita dari-Nya.

Melalui shaumlah, kita dididik mendekatkan diri pada jalan-jalan surga dan kembali meluruskan niat agar segala aktivitas yang kita lakukan adalah hanya mengharap ridho-Nya, bukan karena yang lain, entah itu popularitas, nama baik atau hal-hal lainnya yang dapat merusak keikhlasan kita.

Selama menjalankan ibadah shaum, seorang hamba hendaknya merasakan kedekatannya dengan Sang Khalik, Allah swt. Dalam shaum manusia dilatih untuk merasakan kesertaannya dengan Allah swt. kaum salaf menyebutnya dengan istilah, muroqobatullah. Allah swt. adalah penguasa setiap insan, Dia Maha melihat segala sesuatu yang kita niatkan dan kita lakukan. Sebagaimana dalam firman-Nya,

“Yang melihat engkau ketika engkau berdiri dan melihat perubahan gerakan badanmu diantara orang-orang yang sujud,” (  QS. Asy-Syu’ara : 218-219).

kalender percikan iman 2018

Al Muasir 1a

Dalam pengertian lain, muroqobah berarti ihsan, yakni sikap seorang hamba yang merasa seolah-olah senantiasa dilihat oleh-Nya. Muroqobah juga berarti merasakan keagungan Allah swt. di setiap waktu dan keadaan, dikala sepi ataupun ramai. Sehingga shaum yang dilakukannya sanggup mengontrol setiap  gerak langkahnya, agar sesuai dengan aturan yang telah digariskan oleh-Nya.

Selain muroqobah, seorang hamba yang benar-benar mengharapkan pertemuan dan ampunan-Nya, harus menjadikan shaumnya sebagai sarana instrospeksi diri. Kesalahan dan khilaf sekecil apa pun tidak boleh luput, atau dilupakan begitu saja. Kesalahan adalah kerikil yang tidak sepantasnya dipelihara. Pantang bagi seorang hamba melakukan kesalahan yang sama hingga beberapa kali, padahal ia tahu dan menyadarinya.

Introspeksi diri atau yang dikenal dengan istilah muhasabah, merupakan sebuah proses menghisab diri ketika selesai melakukan sebuah amal perbuatan. Apakah tujuan amalnya untuk mendapatkan ridha Allah? Atau apakah amalnya hanya sekedar untuk pamer dan berbuat riya’? Apakah dia sudah memenuhi hak-hak Allah dan hak-hak manusia? Ataukah hanya sekedar fromalitas belaka? Sebagaimana firman-Nya,

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah maha teliti tehadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr : 18).

Dalam shaum juga, kita dididik untuk senantiasa bersungguh-sungguh atau mujahadah, dalam melakukan sebuah amal. Membaca Al Quran dengan penuh penghayatan, bersedekah dengan keikhlasan, bergaul dan menebar kasih sayang, dan menjauhkan diri dari sifat-sifat nifak, iri dan dengki. Dengan bersungguh-sungguh berarti kita telah bermujahadah dalam menggapai optimalisasi amal dihadapan Allah Swt.

buku doa

Dengan mujahadah seorang mu’min tidak terseret dalam kemalasan, santai, cinta dunia dan tidak lagi melaksanakan amal-amal sunnah. Seorang hamba yang dalam shaumnya menanamkan sikap mujahadah akan memamcarkan sikap yang tegas, serius, dan penuh semangat dalam beramal. Sehingga ketaatan merupakan kebiasaan yang mulia bagi dirinya dan menjadi sikap yang melekat pada tingkah lakunya.

Shaum adalah bentuk pendidikan dan latihan bagi hamba-hamba Allah yang ingin meningkatkan kualitas ketakwaannya, melalui shaum, marilah kita mendidik diri kita untuk senantiasa muroqobah, muhasabah, dan bermujahadah. Tidak ada amal yang sia-sia selagi kita mampu memanfaatkannya, marilah kita bertakorub kehadirat Allah Swt. agar kita dihindarkan dari amal-amal buruk yang akan membawa kita pada jurang kenestapaan.

 

*Penulis adalah pegiat dakwah dan penyuluh agama Islam.

Sunaryo 1

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

REKOMENDASI

Leave a Comment