Berdosakah Kalau Kita Menutup-nutupi Jika Sedang Shaum?

shaum, puasa

Apakah saya berdosa kalau menutup-nutupi bahwa saya tengah menjalankan shaum mengingat sebagian besar teman kantor saya beragama non-Islam dan mereka bisa dibilang sangat antipati terhadap Islam. Jadi, ketika mereka mengajak makan siang, saya berpura-pura masih kenyang atau tanggung banyak pekerjaan. Apakah hal tersebut akan mengurangi pahala shaum saya, Ustadz?

Kepura-puraan untuk menyembunyikan keimanan dibolehkan dalam Islam ketika mendapat paksaan untuk keluar dari Islam serta ancaman kezaliman yang membahayakan keselamatan sebagaimana dimuat dalam ayat berikut:

Barangsiapa kafir kepada Allah setelah beriman, ia akan mendapat kemurkaan Allah. Kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya mantap dalam keimanan maka ia tidak berdosa. Namun, kemurkaan Allah akan menimpa orang yang melapangkan hatinya untuk kekafiran. Mereka akan mendapat azab yang besar.” (Q.S. An-Nahl [16]: 106)

Kondisi seperti yang Anda tanyakan tersebut dapat dijawab oleh ayat ini. Harus dipastikan apakah tindakan menyembunyikan shaum tersebut karena ada paksaan atau ancaman. Jika sejauh ini tidak ada sama sekali ancaman yang membahayakan jiwa dan yang lainnya, maka tidak ada alasan untuk berpura-pura atau menyembunyikan keislaman Anda.

Perlu diketahui bahwa sejarah yang menjadi sebab turunnya ayat tersebut adalah salah seorang sahabat (Amr bin Yastir) sempat berpura-pura keluar dari Islam demi keselamatan nyawanya setelah mengalami penyiksaan bertubi-tubi sementara kedua orangtuanya telah syahid di depan matanya karena mengalami penyiksaan yang sama, bahkan lebih menyakitkan karena mempertahankan keimanan.

donasi perpustakaan masjid

Berpura-pura dan menyembunyikan keislaman bisa dikatakan membohongi diri sendiri dan juga orang lain yang bisa menjadi dosa bagi pelakunya. Jika hal itu dilakukan pada bulan Ramadhan, sedikit banyak akan mengurangi pahala shaum. Penting untuk segera dilakukan adalah bertobat memohon ampun kepada Allah. Insya Allah, andaikan kepura-puraan itu dilakukan karena ketidaktahuan, maka perbuatan itu dengan sendirinya terampuni. Carilah strategi yang lebih smart untuk menjaga keimanan tetap utuh di satu sisi, namun hubungan dengan sesama, meski nonmuslim, tetap baik.

Alangkah istimewanya jika keberadaan Anda di tengah komunitas nonmuslim yang antipati terhadap Islam dijadikan kesempatan untuk menjelaskan Islam yang sesungguhnya sehingga ada perubahan sikap yang lebih baik lagi pada diri mereka. Semoga Allah melindungi dan menjaga keimanan kita semua dan tetap menjadikan Islam dalam kemuliaan. Amin. Wallahu a’lam.

 

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment