Hukum Memperingati Nuzulul Qur’an

alquran

Assalamu’alaykum Wr Wb. Pak Aam setiap tangal 17 Ramadhan kita serring memperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an. Apa yang dimaksud dengan malam Nuzulul Qur’an dan malam Lailatul Qadar? Bolehkah ini diperingati? Mohon penjelasannya dan terima kasih ( Hanafi by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb. Iya pak Hanafi dan pembaca sekalian kita umat Islam meyakini bahwa Al-Qur’an itu diturun pada bulan Ramadhan atau pada malam Lailatul Qadar atau malam seribu bulan biasa kita menyebutnya. Nuzulul Quran sendiri adalah Allah Swt  menurunkan Al Qur’an melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah Muhammad Swt. Sebelumn diturunkan Al-Qur’an itu berada di Lauhul Mahfudz. Para ulama berpendapat bahwa Al Qur’an tidak diturunkan langsung dari Lauhul Mahfudz kepada Rasulullah Saw.

Sementara ,alam Lailatul Qadar sendiri terdapat di bulan Ramadhan dan Al Quran sendiri turun pada bulan Ramadhan. Seperti yang Allah Swt jelaskan:

Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manu­sia dan penjelasan-penjelasan me­nge­nai petunjuk itu, serta sebagai pembeda antara yang benar dan yang batil…. ( QS.Al-Baqarah: 185)

Selain itu juga terdapat dalam firman Allah Swt yang lainnya, seperti dalam surat Al Qadar :

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada lailatul qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar: 1 – 3)

Namun berkenaan dengan tanggal berapa Al Quran turun pertama kali dan tanggal berapa malam Lailatul Qadar ini? Para ulama maupun mufasirin ( ahli tafsir) berbeda pendapat. Seperti yang sering kita dengar malam Nuzulul Quran di Indonesia biasanya jatuh atau diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Demikian juga malam Lailatul Qadar sering diyakini jatuh pada malam 21,23,25,27 dan 29 Ramadhan. Hal ini tentu tidak perlu diperdebatkan dan mencari pembenaran serta menyalahkan yang lainnya.

BACA JUGA  Membangun Keluarga Sehat Ala Rasul

Al Muasir 1a

Bagaimana dengan hukum memperingati malam Nuzulul Qur’an?. Selama ini tidak ada ulama yang mengharamkan atau melarang memperingati Nuzulul Qur’an. Jadi hemat saya tentu boleh-boleh saja dan tidak dilarang. Tentu saja peringatan disini bermaksud sebagai ajakan atau mengingatkan kembali kepada ummat Islam akan pentingnya Al Qur’an diturunkan serta hikmah adanya Al Quran di muka bumi ini. Fungsi Al Qur’an sendiri sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut diatas adalah sebagai petunjuk kepada manusia, berikut penjelasannya serta pembeda antara yang hak dan bathil.

Tentunya akan lebih baik jika turunnya Al Qur’an ( Nuzulul Qur’an) bukan sekedar diperingati saja melainkan dibaca, dipahami dan diamalkan apa yang ada dalam kandungan isi Al Qur’an. Ini tentu lebih baik dari sekedar seremonial peringatan semata. Wallahu A’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 10 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Hukum Memperingati Nuzulul Qur’an”

  1. muhamad agus .

    Assalamualaikum warah matullahi wabarakatu. Z mau tanya apakah ada tuntunanya atau dalil yg !enjelaskan tentang perayaan malam nuzul Qur’an., karrna kebanyakan umat islam merayakanya dengan membaca ayat-ayat suci alqur’an sebelum ataupun sesudah pelaksanaa shalat tarawih d mesjid. jika ada bagaimana dalilnya, dan jika bukankah itu termasuk bid’ah, dan bukankah amal pahala dari bid’ah tetap akan di tolak. Mohon penjelasanya terima kasih…..

Leave a Comment