Shaum Mengalahkan Kanker

puasa sehat

Ir.H. Bambang Pranggono, MBA., IAI

…Dan shaum itu lebih baik bagimu kalau kamu tahu.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 184)

promooktober

 

Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain menjelaskan maksud ayat tersebut bahwa tetap menjalankan shaum di bulan Ramadhan bagi yang sakit dan musafir itu lebih baik daripada membatalkannya, lalu diganti di hari lain. Dan, tetap puasa juga lebih baik daripada membayar fidyah.
Tidak berhenti di situ. Pengertian ayat tersebut berkembang bahwa shaum memang lebih baik, meskipun bagi orang yang sedang sakit.

April 2008, ilmuwan di University of Southern California bersama peneliti dari Italia menemukan manfaat baru dari shaum atau puasa. Berpuasa selama 48 jam sebelum pelaksanaan kemoterapi ternyata bisa membatasi efek toksik hanya pada sel kanker, sementara sel yang sehat tetap aman. Temuan baru ini membuka jalan untuk kemungkinan meningkatkan dosis dan frekuensi kemoterapi yang bisa mengerutkan tumor secara lebih baik tanpa merusak sel-sel normal. Teknik ini berkembang dari riset tentang penuaan.

Valter Longo, ahli Gerontologi USC, mengatakan dalam Proceeding of the National Academy of Sciences USA bahwa ketika sel-sel normal kelaparan, tubuh akan menggunakan cadangan glukosa dan energi untuk tetap menjalankan fungsinya. Pada saat seperti itu, sel-sel bereaksi secara otomatis dengan mengubah dirinya ke dalam moda survival dengan menghidupkan mekanisme perbaikan dan proses proteksi, termasuk proses menolak segala sesuatu (seperti zat kimia obat mematikan) yang akan merusak material genetik mereka.

Hal ini mirip dengan reaksi refleks kita ketika dikejar anjing galak. Pada saat genting seperti itu, sistem tubuh kita secara otomatis beralih pada sistem penyelamatan yang memerintah otot-otot untuk berlari. Dalam hal ini, tubuh tidak lagi dalam sistem kekebalan dan proses normal lainnya.

Lebih lanjut, Longo meneliti perilaku sel ragi roti yang dilaparkan. Ternyata, jamur yang lapar karena tidak diberi cukup nutrisi kunci justru umurnya lebih panjang karena lebih sedikit mengalami kerusakan sel. Dalam percobaan kepada ragi yang mengandung sel kanker, kemoterapi berhasil membunuh sel kanker dengan perbandingan 1000 sel kanker dan 1 sel normal. Padahal, biasanya perbandingannya hanya 1:1.

Dalam percobaan dengan tikus yang diinjek sel kanker, tikus yang dilaparkan dulu lalu dikemoterapi dengan dosis tinggi akan kehilangan 40% berat badan, tetapi segera pulih kembali setelah itu. Dan, padanya tidak tampak efek keracunan walaupun dosis yang diberikan tiga kali dari yang biasa diterapkan untuk manusia. Sebaliknya, tikus yang tidak dibuat kelaparan lalu dikemoterapi malah mengalami efek keracunan, kehilangan energi, dan mati lebih cepat daripada tikus yang kelaparan.

Kelaparan membuat sel normal menghidupkan sistem perlindungan dan membiarkan sel kanker memakan zat kemoterapi yang mematikan. Artinya, obat kemoterapi akan lebih efektif membunuh sel-sel tumor ketika pasien dalam keadaan lapar. Valter Longo memperkirakan bahwa sel-sel tikus yang lapar lebih tahan 5-10 kali lipat daripada sel kanker.

Kini, percobaan klinis tersebut sedang dilanjutkan kepada manusia. Para peneliti optimis bahwa dengan teknik berpuasa yang benar yang dikombinasi dengan obat yang lebih canggih, akan menghasilkan daya tahan sel normal manusia 20-50 kali lebih kuat dari sel kanker. Felipe Siera, ahli biologi sel dari National Institute on Aging, memuji teknik ini. Tetapi, dia mengingatkan bahwa pasien yang tidak kuat berpuasa 48 jam tentunya akan kehilangan peluang bagus untuk sembuh, walaupun sebetulnya banyak pasien yang cukup kuat untuk itu.

Meski demikian, ada juga ahli yang bersikap skeptis. Misalnya, James Harper, ahli patologi di University of Michigan, yang mengatakan bahwa kadang-kadang tikus yang dikemoterapi sambil terus diberi makan juga ada yang hidup lebih lama dari yang dilaparkan.

Bagaimanapun, temuan tersebut telah menyingkap manfaat puasa atau shaum sebagai penakluk penyakit kanker. Wallaahu a’lam.

(Visited 12 times, 19 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Shaum Mengalahkan Kanker”

  1. Faisol ampri

    Bagus sekali artikel nya sangat membantu sekali

Leave a Comment