Ramadhan Menuju Kebangkitan Ekonomi Umat Tanpa Ribawi

Ekonomi Islam 1

Oleh: Achmad Riawan Amin *

 

 

Salah satu arti dari Ramadhan adalah bulan pembakaran di mana kita akan membakar dosa-dosa melalui ibadah puasa selama satu bulan penuh, yang berujung kepada Idul Fitri di mana Ummat Islam kembali kepada fitrahnya. Pada hari tersebut, ummat Islam bergembira merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menahan lapar dan haus, menahan semua hawa nafsu serta meningkatkan segala jenis ibadah. Berpuasa di siang hari, tarawih di malam hari, i’tikaf, menjaga pembicaraan serta menjaga pendengaran.
Dengan sabar kita menunggu terdengarnya adzan maghrib untuk berbuka. Sabar dan yakin bahwa detik demi detik rasa lapar yang sedang berlalu adalah detik demi detik terkumpulnya amal sholeh. Detik demi detik yang sedang berlalu dalam Ramadhan adalah batu demi batu terbangunnya istana kita di yaumil akhir.
Sayangnya tanpa disadari, pada sebagian ummat, sementara tubuh dan fikirannya sedang menabur benih-benih amal, di saat bersamaan harta-harta dan uang-uang mereka detik demi detik bekerja mengumpulkan bara-bara api yang siap membakar istana akhirat tersebut.

promo oktober

Al Muasir 1
Alih-alih membakar dosa, bulan Ramadhan pun menjadi bulan pembakar amal sholeh. Siapakah mereka yang mengumpulkan bara api tersebut? Mereka ini yang berprinsip bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena tekanan penyakit gila. Hal itu karena mereka berkeyakinan bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli, tetapi mengharamkan riba. Siapa pun yang mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu ia berhenti melakukan riba, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya diserahkan kepada Allah. Orang yang mengulangi perbuatan riba akan menjadi penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 275).
Mereka menyimpan uang-uang mereka dan berinvestasi secara ribawi. Allah SWT telah memberikan gelar khairu ummat (ummat terbaik) bagi kita. Namun lihatlah kenyataan yang ada. Benarkah kita telah menjadi khairu ummat? Atau sebaliknya?
Jika demikian, salahkah firman Allah? Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Jika demikian, pastilah kita yang telah salah dalam menegakkan amar ma’ruf, mencegah kemungkaran dan beriman kepada Allah. Kita menegakkan perintah berpuasa Ramadhan dan ibadah-ibadah mahdhah lainnya. Tetapi kita lupa menegakkan muamalah Islam secara kaffah.

buku doa

Hai, orang-orang beriman, masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya, ia musuh yang nyata bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 208).
Kita tidak bisa mencapai kebangkitan Ummat, kita tidak bisa memakai gelar Khairu Ummat dengan melangkah sebelah kaki. Kaki madhah di jalan Allah dan sebelah kaki muamalah di jalan Thaghut.
Saudara-saudaraku. Selamat memasuki bulan Ramadhan. Pastikan bulan memerangi hawa nafsu tidak menjadi bulan di mana Allah dan Rasulnya memerangi diri-diri kita.

Jika kamu tidak melaksanakannya, umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi, jika kamu bertobat, kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak merugikan dan tidak dirugikan.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 279).

 
Naudzubillaahi min dzalik. Sekali lagi Ramadhan Kariim dan saatnya kita tinggalkan sisa riba demi mencapai kebangkitan dan kejayaan Ummat. Wallahu A’alam. [ ]

 

*Penulis adalah Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Bank Islam Indonesia/ASBISINDO,Wakil Ketua LPK MUI.

A.Riawan Amin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

(Visited 6 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment