Benarkah Setan Dibelenggu Selama Ramadhan?

belenggu

Sejumlah keterangan menyatakan bahwa selama Ramadhan, Allah Swt. membuka lebar-lebar pintu surga dan mengunci rapat-rapat pintu neraka. Ini dilakukan agar umat Islam lebih termotivasi dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

Selain itu, diterangkan juga bahwa Allah Swt. membelenggu iblis dan setan agar tidak mengganggu atau menggoda umat Islam yang tengah melaksanakan ibadah Ramadhan. Jika demikian, sudah seharusnya umat Islam lebih giat dan getol beribadah, bukan? Namun, faktanya masih ada saja di antara umat Islam yang ogah-ogahan, atau bahkan enggan melaksanakan amaliah Ramadhan.

Mengapa demikian?
Gegap gempita menyambut datangnya Ramadhan biasanya hanya akan terjadi pada awal Ramadhan saja, mungkin tiga sampai empat hari atau paling lama satu minggu. Di minggu pertama Ramadhan ini, meski haus, lapar, lemas, dan sebagainya sebagai akibat menahan makan dan minum, hampir semua umat Islam memaksakan diri. Berlomba memperbanyak pahala adalah alasan utamanya.

Memasuki minggu kedua, apalagi di minggu terakhir Ramadhan, semangat itu agak sedikit kendor karena kita disibukkan oleh persiapan membuat kue Lebaran. Mungkin, sekali lagi ini mungkin, mereka merasa sudah cukup mengumpulkan pahala di minggu pertama Ramadhan sehingga memasuki minggu kedua dan seterusnya, puasa mulai “bolong-bolong” hingga akhirnya blong tidak puasa sama sekali.

Masjid-masjid akan dipadati oleh umat Islam yang ingin menunaikan shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Meskipun berdesak-desakan, mereka rela asalkan mendapatkan tempat di shaf pertama. Tidak jarang, ada di antara umat Islam yang rela mengunjungi masjid yang letaknya cukup jauh dari tempat tinggalnya asalkan bisa mendengarkan ceramah sebelum shalat Tarawih dari ustadz favoritnya.

Sehingga, hampir semua shaf di masjid terisi, bahkan sampai ada yang rela menggelar sajadah di teras atau tempat parkir. Ini hanya pemandangan pada minggu pertama Ramadhan. Minggu kedua dan seterusnya, shaf mulai berkurang satu baris demi satu baris hingga akhirnya menyisakan dua shaf saja. Ke mana perginya jamaah Tarawih itu? Ke mana lagi kalau bukan di mal-mal memburu diskon sepesial baju-baju Lebaran.

BACA JUGA  Sambut Ramadhan, Pesantren Hidayatullah KBB bersama KH Miftah Faridl Luncurkan Gerakan Mari Menanam

Kalau sudah demikian, di mana letak terbelenggunya setan-setan sehingga tidak bisa menggoda umat manusia yang menjalankan puasa? Setidaknya, ada penjelasan mengenai hal ini.

Pertama, setan itu terdiri dari golongan jin dan manusia. Mungkin saja setan dari golongan jin sudah erat dibelenggu sehingga tidak dapat menggoda atau mengganggu kekhusyukan umat Islam dalam beramaliah Ramadhan. Namun, bagaimana dengan setan dari golongan manusia yang masih bebas berkeliaran?

Bukankah setan-setan dari jenis ini ada di mana-mana untuk senantiasa menggoda orang-orang yang berpuasa? Di sekitar kita, masih banyak orang yang tanpa rasa segan atau malu makan dan minum di siang hari bulan Ramadhan. Mungkin mereka tidak secara langsung menggoda kita dengan menawarkan makanan atau minuman. Namun, hal tersebut seolah menjadi “motivasi” bahwa kalau mau membatalkan puasa, kita tidak sendirian.

Kedua, setelah sekian lama berinteraksi (kalau disebut berkolaborasi terlalu membesar-besarkan) dengan setan (dari golongan jin) untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Sedikit banyak sifat dan perilakunya telah berasimilasi atau terintegrasi dengan watak dan karakter kita. Kalau dulu untuk berbuat dosa kita masih pikir-pikir hingga puluhan kali, maka setelah sekian lama bekerja sama melakukan dosa dengan setan, kita tidak perlu melakukannya lagi.

Dengan begitu saja, kita dapat melakukan sebuah dosa, tanpa pikir-pikir apalagi rasa menyesal. Kalau sudah demikian, selesai sudah tugas setan. Dan, ketika berbuat dosa, tidak ada yang dapat dipersalahkan selain diri kita sendiri yang telah menjelma menjadi setan dari golongan manusia. Naudzubillah!

Jadi, kalau Allah Swt. telah bermurah hati kepada kita dengan membuka pinta surga dan mengunci pintu neraka serta membelenggu setan dari golongan jin, maka sudah sepantasnya kita berpartisipasi membelenggu setan dalam diri kita agar tidak menggoda manusia-manusia yang tengah beribadah Ramadhan. Ikatlah kuat-kuat setan dalam diri kita tersebut agar kita dapat beramaliah Ramadhan dengan tenang dan khusyuk. Pasti bisa!

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment