Peggy Melati: Sholeh Jangan Cuma di Ramadhan

peggy melati

PERCIKANIMAN.ID – Mendengar nama Raden Peggy Melati Purnama Dewi Sukma mungkin tidak banyak orang yang kenal. Namun saat disebutkan Peggy Melati Sukma tentu orang akan segera tahu. Ya, artis kelahiran Cirebon 13 Juni 1976 ini dikenal lewat perannya sebagai Iteung dalam sinetron Si Kabayan dan namanya kian melambung saat membintangi sinetron Gerhana.

Karier Peggy di dunia artis tak diragukan lagi. Menjadi model, pemain sinetron, penyanyi dan presenter pernah dilakoninya. Namun baru beberapa tahun ini, ia mengaku telah menemukan jalan Allah. Ia semakin memantapkan diri untuk hijrah setelah memutuskan berhijab. Ia pun yang semakin aktif dalam kegiatan agama dan amal.

Sejak memutuskan berjilbab pertengahan 2012 lalu, ia kini mengaku sedang belajar mewakafkan hidupnya hanya untuk Allah. Di bulan Ramadhan ini, ia pun ingin memaksimalkan ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta .

Menurut Peggy, ibadah puasa memiliki makna luar biasa dalamnya. Puasa adalah salah satu bentuk perjuangan seorang hamba melawan nafsu atau syahwat duniawi. Puasa juga menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

“Untuk itu, setiap bentuk ibadah termasuk puasa, Allah selalu menyuruh kita untuk menggali maknanya. Kalau ibadah puasa hanya dipahami sebagai bentuk ritual maka hanya berarti bagi makhluk jasad biasa, sementara jasad akan mati dan kembali kepada-Nya. Selain itu, Ramadhan juga ajang memperbaiki kualitas ibadah kita bukan hanya puasa namun ibadah lainnya seperti shalat, zakat, sedekah, bacaan Al Quran, niat dan sebagainya,” jelasnya.

Ramadhan menjadi bulan istimewa tentu bukan pendapat manusia, namun Allah sendiri yang menyatakan demikian. Keistimewaannya di antaranya adalah pahala yang di lipatkangandakan, setan yang di belenggu dan hadirnya malam seribu bulan. Namun demikian. menurut Peggy, jika setan telah di belenggu selama Ramadhan namun kita masih tergoda nafsu maka kita harus lebih mawas diri. Jika di bulan Ramadhan saja masih bisa tergoda, maka setelah keluar Ramadhan setiap orang harus lebih meningkatkan lagi kualitas ketaqwaannya.

BACA JUGA  Ahok, Penistaan Agama dan Supremasi Hukum

Ramadhan sebagai bulan Al Quran juga dimanfaatkan Peggy untuk lebih mengenal dan memahami isi kandungan Al Quran. Menurutnya, dengan bisa memahami isinya, maka seorang muslim akan tahu bagaimana janji-janji setan yang akan menggoda dan menjerumuskan manusia sepanjang hayatnya.

Dengan mengerti dan paham, maka seorang muslim akan lebih berhati-hati dalam menjalani hidupnya.
Manusia sebagai makhluk jasad dan ruh, kata Peggy, gerak ruhnya harus lebih tinggi dari jasadnya. Untuk itu, kita harus menjaga dan memelihara akan kesucian ruh, karena jasad akan terkubur sementara ruh akan menghadap-Nya.

“Salah satu mensucikan jiwa itu ya dengan berpuasa, berusaha menahan bukan hanya yang haram bahkan yang halal pun harus bisa kita jaga dan kendalikan. Contohnya makan dan minum itu halal namun karena sedang puasa maka itu tidak kita lakukan. Hikmahnya, kita harus mampu menahan dan mengendalikan sesuatu yang ujungnya tidak baik bagi kita,”ujarnya.

Ramadhan menurut Peggy, selain dapat menjadikan seseorang lebih bertakwa juga melahirkan jiwa sosial atau istilahnya kesalehan sosial. Seseorang belajar merasakan bagaimana mereka yang tidak makan minum selama seharian, dilatih menghadirkan rasa empati kepada orang miskin, kaum dhuafa dan orang–orang yang tidak punya kesempatan merasakan puasa seperti sedang sakit. Dengan keshalehan sosial (hambblum minannaas ) ini, setiap muslim akan lebih peduli pada saudaranya.

“Namun tentu saja yang diharapkan sikap tersebut (peduli sesama) bukan hanya muncul di saat Ramadhan saja, melainkan sepanjang tahun dan sepanjang hidup kita sehingga keshalehan dan ketaqwaan kita tidak berakhir di bulan Ramadhan saja,” ajaknya. [Iman]

(Visited 4 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment