Install Ruhiyah di Bulan Ramadhan

kupu-kupu

PERCIKANIMAN.ID – Pernahkan Anda melihat seekor ulat bulu? Bagi kebanyakan orang, ulat bulu memang menjijikkan. Tapi, tahukah Anda, kalau masa hidup seekor ulat ini ternyata tidak lama. Pada saatnya nanti, ia akan mengalami fase dimana ia harus masuk ke dalam kepompong selama beberapa hari. Setelah itu, ia pun akan keluar dalam wujud lain, ia menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Jika sudah berbentuk demikian, siapa yang tidak menyukai kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka warna yang indah?

Metamorfosis pada ulat bulu yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang indah, semuanya terjadi karena kekuasaan Allah Swt. Proses ini terjadi karena sunnatullah. Tak ada seorang manusia pun yang bisa mengatur proses ulat bulu berubah menjadi kepompong, yang kemudian berubah lagi menjadi kupu-kupu yang indah.

Jika proses metamorfosis pada ulat bulu ini diterjemahkan dalam kehidupan manusia, maka dapat kita temui metamorfosis tersebut pada saat memasuki bulan Ramadhan. Dimana, ketika kita masuk ke dalam “kepompong” Ramadhan, maka segala aktivitas yang kita lakukan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari Allah Swt., niscaya kita akan mendapatkan hasil yang mencengangkan, yakni manusia yang berderajat muttaqin (orang-orang yang bertakwa).

Selama ini, mungkin kita merasa kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Karena selama ini pada diri kita terdapat trainer (pelatih/pembina) yang ikut membina hawa nafsu kita. Siapakah trainer tersebut? Tiada lain adalah setan, yang selalu aktif mengarahkan hawa nafsu kita ke jalan yang tidak diridhoi Allah Swt., sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu karena setan itu hanya mengajak golongannya untuk menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala,” (QS. Al Fathir [35] : 6). Setan adalah makhluk gaib (tidak tampak), sehingga kita sulit untuk memeranginya, namun pengaruhnya bisa kita rasakan.

Salah satu cara untuk memerangi setan dalam meredam hawa nafsu adalah dengan cara melaksanakan ibadah shaum, sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Semua amal anak Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali shaum. Maka, sesungguhnya shaum itu semata-mata untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Shaum mampu meningkatkan kesalehan manusia sehingga tak mudah teperdaya oleh terpaan dan godaan. Shaum mampu mengangkat derajat kemanusiaan kita. Terlebih di bulan Ramadhan, Allah Swt. akan membuka pintu-pintu surga dengan selebar-lebarnya dan mempersempit langkah-langkah setan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Jika masuk bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu” (H.R. Bukhari).

Artinya, ibadah pada bulan Ramadhan nilainya berlipat ganda bila dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Kalau kita mengisi hari-hari yang kita lalui dengan amal saleh, maka akan terbuka lebar pintu-pintu surga, otomatis pintu neraka pun tertutup karena peluang maksiat berkurang. Dengan demikian, setan pun terbelenggu karena banyak umat Islam yang meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya. Akhirnya, dosa-dosa berguguran dan insya Allah kita akan mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya, “Barang siapa shaum Ramadhan dengan dasar iman dan mengharap ridho Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (H.R. Ahmad dan Bukhari)

Waktu-waktu yang kita lewati, masing-masing mempunyai kelebihan dan keutamaan yang berbeda, maka kita harus bisa memperlakukannya secara proposional. Termasuk dalam menyiapkan kedatangan bulan suci Ramadhan yang banyak mempunyai keutamaan. Karena di dalam Ramadhan adalah bulan diwajibkannya shaum, dianjurkan memperbanyak amalan sunnah, serta diperintahkan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Di samping itu, bulan Ramadhan adalah bulan pengendalian diri dari syahwat perut, hawa nafsu, serta pengendalian anggota tubuh dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai shaum.

BACA JUGA  Bagaimana Cara Mengenalkan Ramadhan kepada Anak-Anak?

Karena itu, hendaknya kita menyambut bulan suci Ramadhan dengan mempersiapkan diri sejak dini sehingga dapat menumbuhkan motivasi dalam beribadah serta mampu meng-install ruhiyah kita selama bulan Ramadhan.

Lalu, apa yang harus kita siapkan dalam menyambut Ramadhan? Ada beberapa hal yang perlu disiapkan untuk mengisi bulan yang penuh berkah ini dengan kegiatan yang dapat menambah amalan kita ketika menghadap Allah Swt. Di antara persiapan tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, persiapan keimanan. Ini adalah persiapan yang paling utama karena kekuatan iman-lah yang akan menjadi motor penggerak segala bentuk ibadah kita selama bulan Ramadhan. Apabila kita membaca sejarah Rasulullah Saw. dan para sahabatnya, betapa persiapan mereka dari sisi keimanan sangat luar biasa, yaitu dengan melaksanakan shaum-shaum sunnah di bulan Sya’ban. Hal tersebut mereka lakukan dalam rangka mempersiapkan dan menyongsong kedatangan bulan Ramadhan. Di samping itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon serta memberi maaf agar kedatangan bulan suci ini kita sambut dengan hati bersih dari segala bentuk dosa dan perselisihan, rasa dengki dan penyakit-penyakit hati lainnya. Dengan demikian, persiapan keimanan menjelang Ramadhan merupakan bagian terpenting yang harus dilakukan setiap mukmin. Bahkan, dalam Surah Al-Baqarah (2) ayat 183 dijelaskan bahwa shaum Ramadhan diwajibkan kepada orang-orang yang beriman. Artinya, hanya orang-orang beriman-lah yang memiliki kemampuan untuk menjalankan shaum Ramadhan dengan benar.

Kedua, persiapan akhlak. Tidak sedikit umat Islam yang menjalankan ibadah shaum di bulan Ramadhan hanya untuk menahan lapar dan dahaga saja, tanpa ada keistimewaan yang dia dapatkan di balik pelaksanaan ibadah shaum tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Berapa banyak orang yang shaum, namun mereka tidak mendapatkan dari shaum mereka kecuali lapar dan dahaga” (H.R.Thabrani, Ahmad, dan Baihaqi). Agar shaum yang kita laksanakan berkualitas, maka persiapkanlah diri kita dengan akhlak Islam, seperti menjaga pandangan dari hal-hal yang dilarang dan menjaga lisan dari ucapan yang kotor. Intinya, kita harus menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat.

Ketiga, persiapan fisik. Badan kita adalah salah satu komponen yang juga harus disiapkan dalam menyongsong bulan Ramadhan. Tanpa badan yang sehat, kita tidak akan mampu melaksanakan kegiatan dalam menjalankan ibadah shaum. Rasulullah Saw. pernah bersabda, ”Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai daripada mukmin yang lemah”. Artinya, setiap kali kita menjalankan ibadah, terlebih lagi ibadah shaum, maka fisik kita harus tetap sehat, agar ibadah yang kita laksanakan bisa optimal.

Keempat, persiapan keilmuan. Agar ibadah Ramadhan yang kita laksanakan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai rujukan dan menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai perintah Allah dan tuntunan Rasulullah Saw.

Itulah empat persiapan untuk meng-install ruhiyah kita di bulan Ramadhan. Mudah-mudahan kita diberikan kemudahan dalam menjalankan keempat persiapan tersebut. Amiin ya Rabbal ‘aalamiin. Wallahu a‘lam.  (Ayat Priyatna Muhlis)

(Visited 2 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment