Hukum Buka Puasa Bersama

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz dalam setiap bulan Ramadhan warga di RW kami punya kebiasaan mengadakan buka puasa bersama di masjid. Bolehkah masjid dijadikan tempat makan-makan dan bagaimana hukumnya buka bersama? Mohon penjelasan dan terima kasih. (Agung by email)

 

 
Wa’alaykumsalam wr wb. Iya pak Agung dan pembaca sekalian, sudah menjadi tradisi masyarakat muslim bukan hanya di Indonesia melainkan juga di berbagai negara lainnya bahwa momen Ramadhan sering diadakan acara buka puasa bersama baik di masjid maupun di rumah atau tempat makan.  Hal ini tentu mempunyai tujuan baik dan mulia salah satunya sebagai ajan silaturrahim dengan tetangga atau kerabat.

Secara prinsip tidak ada dalil yang melarang untuk menyantap makanan di masjid, baik dalam rangka buka puasa bersama ataupun dalam acara lainnya, misalnya makan-makan setelah majelis ta’lim.

 

Menurut hadis-hadis yang sahih, ada dua hal yang tidak boleh dilakukan di dalam masjid.
 

Pertama, mengumumkan kehilangan.

kalender percikan iman 2018

 

Misalnya, seorang pengurus masjid mengumumkan di depan jamaah, “Siapa yang menemukan sebuah jam tangan merek X, dimohon menghubungi DKM.” Ini adalah perbuatan terlarang. Namun kalau mengumumkan penemuan, hal tersebut diperbolehkan, misalnya “Telah ditemukan sebuah kacamata merek Y, silakan hubungi DKM apabila ada yang merasa kehilangan.” Hal seperti ini diperbolehkan.

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mendengar di masjid orang mengumumkan barangnya yang hilang, maka doakanlah, ’Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikan barangmu, karena masjid tidak didirikan untuk itu.’” (H.R. Muslim)

 Al Muasir 2

Kedua, melakukan transaksi jual-beli.

Rasulullah saw. melarang transaksi jual-beli di dalam masjid, sedangkan kalau transaksi itu dilakukan di luar masjid, misalnya di teras atau halaman masjid, hal ini tidaklah terlarang.

Rasulullah saw. bersabda, “Apabila kamu melihat orang melakukan transaksi jual-beli di dalam masjid, maka doakanlah, ’Mudah-mudahan Allah tidak menguntungkan perdaganganmu!’”  (H.R. Nasa’i dan Tirmidzi).

Dengan merujuk pada keterangan-keterangan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa secara hukum tidak ada larangan menyantap makanan di masjid dalam rangka buka puasa bersama, asalkan kita bisa menjaga kebersihan masjid. Begitu pun dengan hukum buka puasa bersama baik di masjid maupun di rumah atau rumah makan misalnya maka hal ini diperbolehkan atau tidak dilarang. Namun demikian hendaknya tetap menjaga adab dan etika makan dan tidak bercampur antara pria dan wanita (i’tilat) sehingga bisa menimbulkan fitnah dan hal yang tidak baik. Wallahu A’lam. [ ]

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: twitter

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

REKOMENDASI

One Thought to “Hukum Buka Puasa Bersama”

  1. Budy

    Saya ingin bertanya…apa humumnya menggunakan uang kas masjid untuk dana buka puasa bersama?sedangkan saya lihat mereka tergolong mampu tetapi koq dengan mudahnya menggunakan dana kas masjid hanya untuk acara makan buka bersama?
    Mohon penjelasannya

Leave a Comment