Sejumlah Ormas Islam Jabar Tolak Cagub Perempuan

PERCIKANIMAN.ID – – Sejumlah elemen Ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Jawa Barat (AMPJ) menyatakan penolakannya terhadap kandidat Calon Gubernur Jabar 2018 perempuan termasuk yang diusung oleh partai politik. Menurut AMPJ hal tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.

“Merujuk pada pandangan dan pendapat para ulama serta berbagai kajian secara mendalam di antara ormas-ormas Islam maka kami tidak sepakat dan secara tegas menolak kepemimpinan perempuan dalam prosesi Pilgub Jabar 2018 mendatang,”  jelas Ketua Presidium AMPJ H.M Roinul Balad dalam pesan elektroniknya, Selasa (30/5/2017).

Roin menambahkan bahwa sesungguhnya penekanan AMPJ tentang kriteria pemimpin lebih mengaju pada syarat keumuman dalam dalam Islam yakni seorang muslim yang taat, laki-laki, amanah, fathonah dan tabliq serta shiddiq. Sementara kriteria laiannya ia adalah seorang yang kuat intelektual dan fisik serta nampak berpihak kepada kebijakan hukum Islam dan berpihak pada kepentingan ummat Islam.

“Akan lebih sempurna lagi jika ia berani melawan kemungkaran dan aliran sesat serta segala bentuk aktivitas yang dapat mendangkalkan akidah umat Islam. Ini yang kami inginkan dan tentunya keinginan mayoritas warga Jawa Barat yang muslim,”imbuhnya.

Al Muasir 1a

Diakui Roin bahwa AMPJ yang terdiri dari 13 ormas Islam dan beberapa elemen dakwah seperti Dewan Dakwah,PUI,PAS,Wahdah Islamiyah dan yang lainnya menolak pengusungan Netty Heryawan (istri Ahmad Heryawan Gubernur Jabar saat ini,red) sebagai Cagub Jabar 2018 oleh PKS. Hal ini dikarenakan dikalangan ummat Islam masih banyak kaum pria yang lebih sanggup memimpin 45 juta warga Jawa Barat.

promooktober

“Jika hal itu tetap dicalonkan maka kita patut bertanya, apa umat Islam Jawa Barat sudah tidak punya kader laki-laki?”tanyanya.

Selain itu, lanjut dia, Provinsi Jawa Barat memiliki banyak tantangan dan permasalahan yang cukup beraat dan beragam sehingga memerlukan pemimpin laki-laki yang dianggap lebih baik dibanding perempuan.

“Dan secara naluri laki-laki itu lebih bisa memimpin, apalagi problematika di Jawa Barat yang jumlah penduduknya lebih dari 45 juta jiwa ini lebih berat dibanding yang lain, termasuk DKI Jakarta,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya memahami di era demokrasi seperti sekarang ini. Siapapun memiliki hak yang sama dalam politik.

“Ini alam demokrasi. Siapapun boleh menyampaikan aspirasi. Tapi kami hara partai politik meninjau ulang bila akan mengusung perempuan,” pungkasnya.

Sebelumnya AMPJ telah membacakan sikapnya pada Senin (29/5/2017) yang berisi antara lain:

  1. Bertekad untuk bersatu demi menyelamatkan Jawa Barat dari bahayu komunis,syiah,kaum munafik,kelompok SEPILIS dan aliran sesat lainnya.
  2. Atas dasar pandangan para ulama dan kajian yang mendalam diantara ormas-ormas Islam maka kami sepakat dan menolak dengan tegas kepemimpinan perempuan dalam prosesi Pilgub dan Wagub Jabar 2018. Untuk itu kami memohon kepada pimpinan PKS Jawa Barat dan Pusat untuk mempertimbangkan pencalonan tersebut.
  3. PKS sebagai salah satu partai Islam di Jawa Barat yang mempunyai perwakilan di DPRD diharapkan dapat merepresentasikan kepentingan umat Islam khususnya dan masyarakat umumnya.
  4. Pimpinan PKS baik tingkat Jabar maupun Pusat harus mendengar dan menerima aspirasi atau masukan dari seluruh masyarakat khususnya umat Islam di Jawa Barat yang peduli pada kondisi Jawa Barat dalam rangka menjaga dan melanjutkan konsistensi kepemimpinan umat menuju Jabar Kahiji yang lebih Islam.

Buku Sudah Benarkah Shalatku 1

Menanggapi hal ini Ketua Tim Pemenangan Pilgub Jabar dan Pilkada Serentak 2018 PKS Jabar, Ridho Budiman menilai wajar ada penolakan dengan rencana pengusungan Netty Heryawan.

“Kalau saya menganggap wajar siapapun yang ingin menang dalam kontestasi politik, termasuk bila ada serangan politik,” ucapnya seperti dilansir dari antara.

Menurut Ridho serangan politik yang ditujukan kepada Nety Heryawan adalah terkait isu gender dan isu dinasti politik.

“Di luar sana sudah muncul isu dinasti politik dan masalah penolakan ada kader perempuan. Politik kan gitu ada dinamika. Tapi kami sudah mengantisipasinya,” ucapnya.

Saat ini pihaknya lebih fokus untuk mengenalkan kedua kandidat yang akan dicalonkan yakni Netty Heryawan dan Ahmad Syaikhu.[ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: ampj

(Visited 6 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment