Ramadhan, Momen Ummat Islam Jadikan Masjid Tempat Belajar dan Ibadah

Belajar di masjid

 

Oleh: Badrudin Abu Rusydi, M. Ag*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Siapa pun orangnya, dijamin akan mengakui, bahwa masjid adalah tempat ibadah ummat Islam, yang mesti dijaga kesuciannya. Al-Qur’an sebagai kitab sucinya. Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthallib sebagai nabinya. Islam sebagai agamanya. Apalagi, Allah ‘azza wajalla, pasti diyakini sebagai Tuhannya (Rabb).

Di samping itu, ummat Islam khususnya, wajib berilmu, baik itu mengajarkannya jika seseorang itu berilmu, maupun mencarinya jika ia sebagai pelajar atau murid. Belajar dan mengajar itu, bisa dilaksanakan di sekolah, madrasah, perguruan tinggi, majelis taklim, masjid, mushalla, tempat lainnya.

Belajar dan mengajar di masjid, memiliki nilai plus sekaligus. Ia bisa belajar dan mengajar juga bisa menjadi pemakmur masjid dengan cara shalat siang dan malam. Namun, belajar dan mengajar di masjid tidak ada penilaian. Sedangkan belajar mengajar di sekolah dan sejenisnya, dapat penilaian dan masa sepan, walaupun shalatnya di mushalla sekolah hanya zhuhur dan ashar, kecuali yang berasrama pada suatu komplek pesantren.

Al Muasir 1a

Ini bukan gejala, tetapi fakta. Sebabnya, sekolah dan sejenisnya punya aturan yang baku dan diatur serta dihargai oleh pemerintah, baik itu yang shalat dan bisa membaca Al-Qur’an maupun yang tidak shalat dan tidak mampu membaca Al-Qur’an, pokoknya berijazah sekolah atau perguruan tinggi. Sedangkan masjid dan alumninya tidak beraturan dan tidak berijazah, walaupun yang bersangkutan ahli ilmu, ahli tauhid, dan ahli ibadah, serta ahli dakwah amar makruf nahyi munkar. Negara pun, terhadap alumni masjid ini hampir tidak ada perhatian, hanya karena mereka tidak berijazah.

promooktober1

Imbasnya, menyebabkan animo ummat terbelah menjadi dua, ke sekolah dan sejenisnya semangat karena demi masa depan, sedangkan ke masjid dan belajar agama di masjid sengaja diabaikan karena masjid tidak mengeluarkan nilai dan piagam. Atas dasar itu, maka negara wajib membuat regulasi yang mengikat, sehingga murid dan mahasiswa selain disiplin dan setia kepada kampusnya, ia juga setia kepada pemakmuran masjid di sekitar tempat tinggalnya dengan cara shalat dan belajar agama di dalamnya.

Jika regulasi tersebut segera dirancang, dibuat, dan disosialisasikan, maka masjid dan sekolah serta perguruan tinggi, secara bersamaan mendapat pengakuan yang sama dan akan mampu melahirkan generasi yang berimbang, yaitu generasi yang taqwa secara vertikal dan shalih serta cerdas secara dosial. Maka, usaha untuk menjadikan “Masjid Sebagai Sarana Proses Internalisasi Nilai Islam di Masyarakat”, semoga segera terwujud. Maka, para pemangku kebijakan di semua sektor dari pusat hingga daerah, agar segera beradaptasi, sehingga mimpi tersebut segera terwujud.

Semoga konsep ini lolos ke tingkat Provinsi dan tingkat Nasional dengan hasil yang terbaik untuk dunia dan akhirat. Sehingga, harapan seluruh masyarakat termasuk harapan Penyuluh Agama Islam Fungsional segera terwujud, bahwa ummat sejatinya sejak saat ini memiliki perhatian yang seimbang, “ke sekolah disiplin, ke masjid dan belajar agama di masjid pun disiplin”. Dua kesetiaan itu akan terwujud secara bersamaan, jika pemerintah membuat kebijakan dan peraturan yang mengikat untuk seluruh anak didik beserta orangtuanya termasuk masyarakat secara keseluruhan. Karena, jangankan anak-anak, orangtua dan orang dewasa pun, faktanya kadang-kadang dan masih perlu dan terikat dengan pengikat. Semoga momen Ramadhan kita bisa menjadikan masjid sebagai tempat belajar dan berlanjut usai Ramadhan. Wallahu A’lam. [ ]

*Penulis adalah pegiat dakwah,Penulis adalah Pegiat Dawah; Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kantor Kota Bandung Wilayah Kecamatan Sukajadi; Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Islam Gunung Jati Sukabumi; Pendiri SMP dan SMA Terpadu Al-Fiyyah dengan Pesantren Al-Barokah di Sukabumi.

Badrudin 1

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment