Mencicipi Masakan Bisa Batalkan Shaum?

masak, dapur

Ustadz, saya seorang ibu rumah tangga yang gemar memasak. Saya binging saat Ramadhan, apakah shaum saya batal ketika mencicipi masakan karena jika tidak dirasakan dulu, takutnya masakan tersebut tidak enak?

 

Kembali lagi pada pengertian shaum dan pembatal shaum. Semua (ulama) sepakat bahwa yang membatalkan shaum adalah makan, minum, dan jima’. Makan didefinisikan oleh para sebagai aktivitas memasukkan sesuatu ke dalam mulut yang kemudian diteruskan melewati kerongkongan.

Adapun mencicipi masakan, meski masuk ke dalam mulut tapi tidak melewati kerongkongan, insya Allah tidak menyebabkan batal (shaum). Hanya saja, tentu hal tersebut (mencicipi masakan) harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar jangan sampai ada makanan yang masuk ke kerongkongan.

 

Hal ini juga berlaku saat menggosok gigi atau berkumur-kumur. Selama kita dapat menjaga agar air tidak masuk melewati kerongkongan, maka menggosok gigi dan berkumur tidak membatalkan shaum.

Untuk sesuatu yang sudah ada di kerongkongan seperti ludah, meski ada perasaan bahwa ludah tersebut sempat seperti tertelan, hal tersebut sama sekali tidak membatalkan. Kecuali jika ludah tersebut sudah berada di mulut dan seharusnya dibuang lalu dengan sengaja menelannya, maka hal itu jelas membatalkan. Wallahu a’lam.

promooktober

 

*  Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

REKOMENDASI

Leave a Comment