Umi Pipik : Bulan Ramadhan Jadi Momen Spesial Bersama Anak

PERCIKANIMAN.ID – – Ramadhan tahun ini Pipik Dian Irawati kembali menjalaninya tanpa Ustad Jeffry Al Buchori di sampingnya. Sudah dua kali Ramadhan ini Pipik menjalani hanya bersama anak-anaknya. Namun demikian, ibu empat anak ini mengaku siap menjalani puasa bersama buah hatinya.Pengalaman Ramadhan tahun lalu juga dijadikan pelajaran untuk menjalani bulan teristimewa pada tahun ini.

 

 

 
Dalam menyiapkan bulan puasa, Pipik mengaku lebih banyak menyiapkan diri dan keluargan lebih pada niat, ilmu dan menjaga kesehatan. Bersama anak-anak, ia juga mengajarkan makna puasa Ramadhan sambil berlatih yakni dengan puasa sunnah Senin dan Kamis.

 

 

 
“Selain itu, sebelum memasuki Ramadhan saya juga mengingatkan anak-anak agar yang masih mempunyai utang puasa tahun lalu agar segera dilunasi dan diusahakan sebelum memasuki Ramadhan sekarang, sehingga tidak membawa utang puasa tahun lalu,”ungkapnya kepada percikaniman.id awal bulan lalu.

Al Muasir 2
Momen Ramadhan juga dijadikan Pipik sebagai sarana untuk mendidik bagi anak-anaknya tentang masalah agama. Kebersamaan selama menjalankan ibadah puasa akan dimaksimalkan untuk saling berbagi perhatian antar anggota keluarga sehingga menjadi akrab dan harmonis.

 

 

 
“Dalam mendidik, saya lebih menekankan unsur pemahaman pada anak-anak dan tidak melakukan proteksi secara berlebihan. Alhamdulillah, terutama yang besar sudah pada mengerti dan paham akan arti dan makna puasa yang bukan sekedar menahan lapar dan haus sehingga mereka tidak main-main atau mengisi kegiatan yang tidak bermanfaat. Namun kalau yang kecil memang masih dalam tahap belajar sehingga belum bisa diperlakukan seperti kakak-kakanya,”paparnya.

 

 

 
Selama Ramadhan Pipik juga bakal memaksimalkan ibadah dan selalu mengusahan untuk bersama anak-anak,seperti buka puasa, sahur, shalat tarawih hingga tadarusan termasuk saat melakukan i’tikaf. Ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu selama Ramadhan termasuk mengisi pengajian.

kalender percikan iman 2018

 

 

 
Disinggung soal menu selama Ramadhan, Pipik mengaku tak mengistimewakan soal makanan saat berbuka atau sahur. Karena menurutnya, yang harus diistimewakan adalah amaliah dan ibadahnya. Hal ini juga diakuinya sebagai salah salah “warisan” dari almarhum Uje yang telah mengajarkan kesederhanaan makanan saat Ramdhan dan lebih mengutamakan sisi ibadahnya.

 

 

 

 
“Alhamdulillah beliau (almarhum), saya, anak-anak itu nggak ribet kalau soal menu sahur terutama sahur pertama, bikin telur ceplok sama kecap. Almarhum sama anak-anak itu suka telur ceplok. Begitupun saat buka puasa, Alhamdulillah anak-anak sudah paham”, pungkasnya. [ ]

Rep: iman

Editor: candra

Foto: iman

 

REKOMENDASI

Leave a Comment