Hukum Puasa Lupa Sahur, Apakah Sah?

Piring Kosong 1a

 

Assalamu’alaykum, Pak ustadz saya mau tanya apa hukumnya, orang melakukan puasa tanpa sahur ?. Apakah puasanya sah atau menjadi batal ? Sebab ada yang mengatakan bahwa inti puasa adalah sahur. Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Marina by email)

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb. Iya Ibu Marina dan pembaca sekalian, apa yang ibu tanyakan ini salah satu pertanyaan yang banyak tersebar di masyarakat kita. Apakah sah orang yang tidak atau lupa atau kesiangan untuk sahur ?. Dari pertanyaan ini sehingga sebagian kaum muslimin ada yang meragukan keabsahan puasanya karena pagi harinya dia tidak sahur. Bahkan ada yang sampai membatalkan puasanya, gara-gara dia tidak sahur. Padahal membatalkan puasa wajib tanpa alasan yang dibenarkan, termasuk dosa besar. Sementara tidak sahur baik itu lupa atau kesiangan, tidak boleh dijadikan alasan pembenar untuk membatalkan puasa.

Selain itu yang beranggapan bahwa inti atau pokok puasa adalah sahur. Ini juga perlu kita jelaskan atau tegaskan bahwa sahur bukan inti puasa. Pernyataan ‘inti puasa adalah sahur’ adalah pernyataan tidak berdasar, dan membahayakan. Sahur hukumnya dianjurkan ketika puasa, namun bukan inti puasa.

Saya pribadi belum menemukan hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kalau diantara syarat sah puasa khususnya puasa Ramadhan adalah makan sahur. Oleh karena itu, puasa seseorang tetap sah sekalipun paginya tidak sahur, baik karena lupa atau atau bangun kesiangan bahkan misalnya karena tidak ada makanan.

Hal ini seperti merujuk pada hadits yang disampaikan oleh ummul mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha yang menceritakan:

promo oktober

Suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui kami, dan bertanya, ‘Apakah kalian punya makanan?‘ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian beliau bersabda: “Kalau begitu, saya akan puasa.”. (HR. Muslim, Nasai  dan Turmudzi ).

Al Muasir 2

Dalam penjelasan hadis ini, Nabi Saw mendatangi istrinya yakni Siti Aisyah ra. pada pagi hari. Beliau menanyakan kepada istrinya, apakah di rumah ada makanan untuk sarapan?. Artinya, Rasulullah Saw tidak memiliki niat puasa ketika itu. Kemudian ketika Aisyah menjawab bahwa beliau tidak memiliki makanan, Nabi  melakukan puasa. Ini menunjukkan bahwa pada malam harinya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak makan sahur, karena pada malam itu, tidak ada keinginan dari beliau untuk berpuasa. Beliau baru menyatakan berpuasa di pagi harinya.

Merujuk pada hadits tersebut berarti orang yang tidak makan sahur puasanya tetap sah karena sahur bukanlah syarat sahnya puasa. Makan sahur hanyalah mustahab (dianjurkan atau sunnah). Namun begitu makan sahur itu tetap dianjurkan meski hanya seteguk air atau sebiji kurma atau makanan lainnya. Jika ada kesempatan maka tetaplah untuk makan sahur meski hanya sedikit. Sebab didalam sahur itu ada keberkahan seperti yang disabdakan Rasulullah Saw:

Makan sahurlah karena di dalama makan sahur terdapat keberkahan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian jika kita sudah berniat di malam hari untuk berpuasa di pagi harinya, lalu makan sahurnya kelewatan karena ketiduran misalnya, maka kita masih boleh berpuasa hingga waktu maghrib. Puasanya tetap sah dan tidak perlu dibatalkan, kecuali jika sebab tidak sahur tersebut Anda menjadi sakit yang membahayakan bahkan menjadi pingsan misalnya maka Anda boleh membatalkan puasa. Namun jika tidak sahur tersebut Anda tetap sehat dan kuat berpuasa hingga sore hari maka Anda tetap harus berpuasa. Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

(Visited 16 times, 4 visits today)

REKOMENDASI

3 Thoughts to “Hukum Puasa Lupa Sahur, Apakah Sah?”

  1. Iram Blog Tutorial

    Makasih gan

  2. Dwi

    Asalamualaikum

    Kalo lupa berniat di malam hari dan luoa untuk sahur sah atau tidak puasanya?. Mohon penjelasannya terimakasih

Leave a Comment