Mudzakarah API Jabar Rumuskan Kepemimpinan Pro Islam

PERCIKANIMAN.ID – – Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat menggelar Mudzakarah bertajuk “Suksesi Kepemimpinan di Jawa Barat Menjadi Bagian Dalam Membangun Peradaban Islam” yang dihadiri puluhan elemen ormas Islam se-Jawa Barat di Pusdai Jabar, Kota Bandung, Sabtu (20/5/2017). Dalam penyampaiannya Ketua ICMI Orwil Jabar Prof. Dr M.Najib, M.Ag mengatakan bahwa dalam membangun peradan Islam setidaknya ada tiger pilar yang harus berjalan.

“Pertama adalah maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan. Peradaban tidak mungkin dapat dicapai jika masyarakat masih terbelakang atau mengabaikan khazanah keilmuan,”paparnya.

Selanjutnya M.Najib menambahkan yang kedua adalah kepemimpinan yang adil. Sebab, sambungnya, dalam catatan sejarah bahwa perabadan itu dilahirkan oleh para pemimpin yang mengedepankan rasa keadilan dalam membangunan suatu bangsa dan memimpin masyarakat. Unsur kepemimpinan ini menjadi penting sebab pemimpin yang dzalim atau otoriter hanya akan melahirkan masyarakat yang hidup dalam tekanan dan ketakutan.

“Ketiga adalah pengusaha atau sektor ekonomi yang mensejahterakan masyarakat. Sebaliknya pengusaha yang pro kepada pemerintah atau pemerintah yang pro kepada pengusaha hanya akan melahirkan konglomerasi yang menjadikan masyarakat sebagai sapi perahan. Asset bangsa hanya dimiliki dan dikuasai oleh segelintir orang,”imbuhnya.

Al Muasir 2

Sementara itu Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr.Sodik Mudjahid M.Si menambahkan semangat keberagamaan ummat Islam saat ini khususnya setelah Pilgub DKI Jakarta harus kembali digelorakan ke berbagai daerah. Menurut Sodik aksi-aksi ummat Islam selama ini yang mengindikasikan adanya persatuan langkah dan pandangan dalam politik harus terus dibina dan dipelihara semangatnya.

promo oktober

“Hemat saya jangan hanya berhenti di Jakarta saja dan sudah saatnya mengajak mereka tidak berhenti pada aksi-aksi dilapangan baik aksi 411, 212 dan sebagainya namun melalui politik yang legal dan sangat terbuka lebar bagi ummat Islam ini,”himbaunya.

Sodik menambahkan bahwa Ummat Islam harus tetap dan terus menjaga eksistensinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan kiprahnya di politik secara santun dan beradab. Hal ini penting sebab berdiri dan kokohnya bangsa ini adalah karena perjuangan ummat Islam baik sejak pra kemerdekaan, masa perjuangan mengusir penjajah hingga masa kemerdekaan.

Sementara itu Ketua API Jabar ustadz  Asep Syaripudin mengatakan bahwa mudzakarah digelar melihat sinergitas elemen ormas Islam dalam aks-aksi bela Islam mengawal kasus penistaan agama oleh Ahok mulai tanggal 7 Oktober 2016 – 5 Mei 2017.

Buku Sudah Benarkah Shalatku 1

“Dalam catatan kami sudah 43x aksi bela islam dan 21x aski mengawal sidang penista agama yang dilakukan API JABAR di jakarta maupun di Bandung,” jelasnya.

Dalam mudzakarah tersebut, pergerakan API JABAR  diapresiasi oleh beberapa kalangan dari umat islam, khusus dari jakarta karena keistiqomahannya membantu umat islam dalam mengawal aksi bela islam dan mengawal sidang penista agama seperti menurunkan massa minimal setiap aksi 1 bus, dan paling banyak 17 bus  pada aksi 212.

Dalam  konteks Jawa Barat, Asep mengatakan bahwa surat al Maidah 51 tak hanya berlaku di Jakarta. Ia mengaku diingatkan para ulama terkait kewaspadaan pemimpin Jabar tahun 2018, agar tetap menjaga eksistensi muslim di Jawa Barat di setiap tingkatan, baik Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Desa, RW,RT bahkan Legislatif.

Menurutnya, kepemimpinan di Jabar harus diisi oleh kaum yang peduli terhadap umat, dan jangan sampai kursi-kursi tersebut di isi oleh kalangan yg membenci islam.

” Maka dari itu kita berusaha menjaga semangat umat islam untuk berdimensi mensukseskan kepemimpinan di jawa barat yang menjadi bagian dalam membangun peradaban Islam,” pungkasnya. [ Luthfi Satrio]

Red: admin

Editor: iman

Foto: panitia

REKOMENDASI

Leave a Comment