Cara Ziarah yang Dicontohkan Rasulullah Saw.

ziarah

Ustadz, mohon penjelasan bagaimana aturan ziarah yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. mengingat tradisi umat Islam di Indonesia saat menjelang bulan Ramadhan dan saat lebaran adalah berziarah.

 

 

Saat berziarah, Rasulullah Saw. mendoakan yang diziarahi dengan doa sebagai berikut.

السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ وَفِي رِوَايَةِ زُهَيْرٍ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ

“Assalaamu ‘ala ahlid diyaar -sementara dalam riwayat Zuhair- Assalaammu ‘alaikum Ahlad diyaari minal mukminiin wal muslimiin wa innaa insyaa`allahu bikum laahiquun as alullaha lanaa walakumul ‘aafiyah”

“Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim dan kami insya Allah akan menyulul kalian semua. Saya memohon kepada Allah bagi kami dan bagi kalian Al’Afiyah (keselamatan).” (H.R. Muslim)

donasi perpustakaan masjid

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Sunan An-Nasai dan Ibnu Majah terdapat tambahan “antum lana farotun wa nahnu lakum taba’un (Anda telah mendahului kami dan kami akan mengikuti Anda)”.

Di dalam shahih Muslim Aisah juga menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah berziarah ke pemakaman Ba’ki sambil berdoa:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ

Assalamu’alaikum daara qaumin mu’minina wa’takum maa tu’aduuna ghadan mu’ajaluun wa inna insyaa Allah bikum laahiquun.  Allahumaghfirli  ahli baqii’il gharqad  ”

“Semoga keselamatan atas kalian wahai para penghuni (kuburan) dari kaum mukminin. Apa yang dijanjikan Allah kepada kalian niscaya akan kalian dapati esok (pada hari kiamat), dan kami Insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah ampunilah penduduk Baqi’ yang mati tenggelam.” (H.R. Muslim)

Jadi, selain mengucapkan salam, kita juga dianjurkan untuk mendoakan almarhum. Kalau tidak mengerti bahasa Arab, kita bisa memakai bahasa Indonesia. Begitu masuk ke kompleks, maka kita dianjurkan untuk membaca doa-doa tersebut di atas atau kalau tidak hafal paling tidak kita mengucapkan , “Assalamu’alaikum yaa ahlal kubuur”. Ketika telah sampai pada kuburan yang dimaksud, kita bisa berdiri atau jongkok di sebelah kuburan tersebut untuk berdoa mohonkan ampun bagi almarhum lalu pulang.

Nah, sekarang bagaimana dengan yang dikerjakan oleh kebanyakan umat Islam di negri ini? Biasanya, ketika berziarah mereka datang dengan membawa air dan kemudian menaburkan bunga. Mohon maaf, ini sebenarnya adalah tradisi orang Indonesia dan Rasulullah tidak mencontohkan hal tersebut. Logika sederhananya adalah bahwa di Timur Tengah (dengan cuaca gurun yang panas) tidak mungkin (atau jarang) ada bunga. Kalau memang tabur bunga dicontohkan oleh Rasul, dari mana beliau mendapatkan bunga di padang pasir? Jadi sekali lagi ditegaskan bahwa tidak ada contoh dari Nabi mengenai ziarah dengan menyiramkan air atau menaburkan bunga. Tentu saja, ini saya sampaikan tanpa mengurangi rasa hormat pada yang melaksanakannya.

Di kalangan umat Islam Indonesia, ada pula yang berziarah kubur dengan diisi pembacaan surat Yasiin. Ini juga tidak dicontohkan. Pada dasarnya, anjuran untuk membaca surat Yasiin lebih ditujukan untuk orang yang sedang sakarat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ibn Majjah, dan Tirmidzi disebutkan kalimat, “Iqro’u ‘alaa mautaqum yasiin (bacakan kepada orang yang sedang sekarat itu yasiin).” Jadi, surat Yasiin bukan dibacakan kepada orang yang sudah meninggal tapi kepada yang sedang menghadapi sakaratul maut.

Jadi, ziarah dengan menyiramkan air, menaburkan bunga, dan membacakan surat Yasiin tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. terlebih apabila pembacaan surat Yasiin tersebut dibacakan oleh orang lain (tentu saja) dengan imbalan sejumlah uang. Ya, saya pernah menemui praktek tersebut. Segerombolan anak-anak pernah menawarkan pembacaan surat Yasiin (untuk ahli kubur yang saya ziarahi) kepada saya dengan imbalan Rp. 50.000 sampai Rp. 100.000,-. Sekali lagi saya tegaskan bahwa hal tersebut tidak dicontohkan oleh Rasul dan kita jangan ragu untuk meninggalkannya apabila sudah terlanjur pernah melaksanakannya. Wallahu a’lam.

REKOMENDASI

One Thought to “Cara Ziarah yang Dicontohkan Rasulullah Saw.”

  1. firman

    Assalamuallaikum.
    Mungkin orang indonesia melihat hadis ini disebabkan di indonesia tidak ada pelepah kurma jadi di ganti oleh bunga.
    Dan bawa air buat menyiram bunga biar segar dan lama keringnya.

    Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua buah kuburan. Lalu Beliau bersabda,”Sungguh keduanya sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah.” Kemudian Beliau mengambil pelepah basah. Beliau belah menjadi dua, lalu Beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya,”Wahai, Rasulullah. Mengapa Rasul melakukan ini?” Beliau menjawab,”Semoga mereka diringankan siksaannya, selama keduanya belum kering.”TAKHRIJ HADITSHadits ini dikeluarkan oleh:– Imam Bukhari dalam Al Jami’ Ash Shahih (1/317-Fathul Bari), no. 216, 218, 1361, 1378, 6052 dan 6055.– Imam Muslim dalam Ash Shahih, 3/200-Syarah Imam Nawawi, no. 292.– Imam Tirmidzi dalam Al Jami’, 1/102, no. 70. Dan beliau mengatakan,”Hadits hasan shahih.”– Imam Abu Dawud dalam As Sunan, 1/5. no. 20.– Imam Nasa’i dalam Al Mujtaba, 1/28.– Imam Ibnu Majah dalam As Sunan, 1/125, no. 237.Sumber: https://almanhaj.or.id/2995-pohon-di-kuburan-meringankan-siksa.html

Leave a Comment