Wanita Sebagai Ujian (Bagi Pria), Apa Sajakah Itu?

muslimah gaul

PERCIKANIMAN.ID – – Dalam sebuah kesempatan Rasulullah Saw mengingatkan kepada para sahabatnya dengan sabdanya, “Tidaklah aku tingalkan fitnah ujian yang lebih berat atas laki-laki melebihi wanita.

Tentu saja peringatan tersebut juga berlaku kepada ummatnya hingga akhir zaman, termasuk kita saat ini. Beberapa ujian wanita dari segi aurat jelas tak dapat dipungkiri. Namun masih ada beberapa ujian yang perlu di waspadai seperti:

  1. Ujian ingin berduaan dengan wanita

Keinginan untuk selalu berduaan (khalawat) dengan wanita sangat besar pada seorang pria. Diterangkan dalam sebuah hadis, “Janganlah seorang pria berkhalawat dengan seorang wanita kecuali bersama muhrim, dan janganlah seorang wanita berpergian kecuali bersama muhrim.” Lalu bertanyalah seorang pria, “Istriku telah berangkat haji sementara aku telah menetapkan untuk mengikuti peperangan, jadi bagimana?” Rasulullah saw. menjawab, “Berangkatlah haji bersama istrimu.” (H.R. Muslim)

Dari hadis tersebut, peluang dan keinginan untuk berduaan dengan wanita yang bukan muhrim harus dihindari, bahkan bagi yang sudah beristri lebih utama mendampingi dan didampingi istri, agar terhindar dari berkhalawat dengan wanita lain.

Termasuk di dalamnya, pria berhati-hati terhadap ipar wanita (sebaliknya, wanita terhadap ipar laki-laki), “Hindarilah olehmu menjumpai wanita.” Seorang Anshar bertanya, “Bagaimana jika al-hamwu (saudari istri atau suami).” Beliau menjawab, “Dia itu al-mawt (berbahaya) tidak boleh berkhalwat dengannya.” (H.R. Muslim) 

promooktober
  1. Ujian Menjaga Kehormatan

Coba simak salah satu lirik lagu yang sering diputar di radio, televisi, dan mal akhir-akhir ini. Lagu tersebut dapat mempresentasikan hasrat naluri umumnya komunitas kaum pria:

“Aku adalah lelaki yang tak pernah lelah mencari wanita

Aku adalah lelaki yang selalu gundah menunggu wanitaku

             Naluriku sebagai lelaki, membuatku menginginkan berjuta wanita di sisiku.

             Naluriku sebagai lelaki, membuatku merindukan pujaan dari wanita.” Dst….

Agresivitas kaum pria untuk menjerat wanita ke dalam pelukannya sangat berbahaya karena dominasi pikiran dan nafsu untuk memiliki wanita dalam jumlah tak berbatas. Tentunya, kekecualian hanya dimiliki oleh pria beriman, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S. An-Nur 24: 30)

Al Muasir 2

Sesungguhnya, beruntung orang-orang yang beriman…orang yang memelihara kemaluannya kecuali kepada pasangan mereka (azwaajihim, istri-istrimu) …, tetapi barangsiapa mencari di balik itu (zina dan sebagainya) maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas …” (Q.S. Al Mu’minun 23: 1,5-7).

Menjaga keperjakaan sampai saatnya menikah, dan hanya berhubungan dengan istrinya, adalah kewajiban pria beriman (juga, wanita beriman). Pria harus waspada karena banyak wanita yang agresif sekaliber Siti Zulaikha yang menggoda Yusuf a.s. (Q.S. Yusf 12: 23-25). Konsekuensi, apabila manusia tidak bisa memelihara kehormatan dirinya, tidak akan termasuk orang-orang yang akan mewarisi Surga Firdaus. (Q.S. Al Mu’minuun 23: 10,11).

  1. Ujian tidak menyentuh wanita

Telah dicontohkan Rasulullah saw. bahwa beliau mengambil janji wanita mukminah (ber-baiat) saat berhijrah dengan ucapan saja, tidak menyentuh seorang pun dari mereka. “Sesunggunya aku (Rasulullah saw.) tidak pernah bersalaman dengan wanita bukan muhrim.” (H.R. Bukhari)

Isi baiatnya difirmankan Allah swt. sebagai berikut, “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk berbaiat kepadamu bahwa mereka tidak akan memersekutukan sesuatu dengan Allah swt., tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka….” (Q.S. Al Mumtahanah 60: 12).

Buku Sudah Benarkah Shalatku 1

  1. Ujian gerakan mengundang

Allah swt. melarang wanita melenggang untuk memikat lawan jenis, “ … dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (Q.S. An-Nur 24: 31). Maka dari itu, bergeraklah sesuai dengan fungsinya, jangan diselimuti niat untuk menampilkan diri sehingga mengundang dan menarik perhatian pria. Apalagi gerakan sensual, erotis, aneka goyang, termasuk pula kegiatan peragaan busana, yang dipertontonkan kepada pria yang bukan muhrim.

  1. Ujian dalam berdialog

Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Q.S. Al Ahzab 33: 32). Wanita yang melemahlembutkan suara untuk merayu, memikat, menggoda laki-laki adalah salah satu stimulasi terjadinya keinginan buruk.

Padahal, ingatlah firman Allah swt., “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (mencatat amal).” (Q.S. Qaaf 50: 18). Juga hadis, “Orang muslim itu ialah orang-orang Islam yang selamat dari lidah dan tangannya.” (H.R. Muslim).

Maksudnya, ia bisa menjaga diri dan tidak merampas atau merusak hak-hak orang lain, tidak mengajak berbuat dosa dan maksiat. Wallahu a’lam. [ ]

*Penulis : Sasa Esa Agustiana* , ibu rumah tangga, pegiat dakwah dan penulis buku.

sasa esa
sasa esa

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

REKOMENDASI

Leave a Comment