Benarkah Nisfu Sya’ban Tidak Dicontohkan Rasul?

bulan sabit

Pertengahan bulan lalu saya banyak sekali menerima broadcast tentang nisfu sya’ban yang berisi anjuran melaksanakan sejumlah ibadah karena pada bulan ini malaikat melakukan audit atas amal perbuatan kita. Seingat saya, amalan nisfu sya’ban itu tidak dicontohkan oleh Rasul. Saya ingin klarifikasi dari ustadz agar saya lebih yakin. Jazakumullah.

“Dari ‘Aisyah r.a., beliau mengatakan, Rasulullah Saw. biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah Saw. berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dari hadis tersebut tergambar bahwa Rasul memang memperbanyak amalan sunah di bulan Rajab dan Sya’ban. Meski demikian, Rasul tidak merinci zikir atau doa tertentu yang harus dibaca pada bulan Sya’ban. Mengenai shaum di pertengahan bulan Sya’ban, Rasul menerangkan bahwa shaum pertengahan bulan tidak hanya dilakukan di bulan Sya’ban, tapi juga bulan-bulan lainnya.

Jadi, hampir dapat dipastikan bahwa semua hadis tentang nisfu sya’ban itu doif. Tentu ini saya sampaikan tanpa mengurangi rasa hormat kepada mereka yang mengagung-agungkan dan melaksanakan amalan nisfu sya’ban tersebut. Meski demikian, alangkah lebih baiknya bila ibadah yang kita lakukan berdasar pada keterangan yang shahih agar terhindar dari kesia-siaan apalagi mendatangkan doa dan kemaksiatan. Wallahu a’lam.

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

promooktober
(Visited 24 times, 5 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment