Ibu Hamil Puasa Atau Tidak?

kehamilan

Assalamu’alaykum. Ustadz, saat ini saya sedang hamil muda dan insya Allah bulan Ramadhan nanti memasuki bulan kedua. Apakah saya harus puasa atau tidak, sebab ada keterangan wanita hamil dua bulan boleh  tidak puasa? Karena ada yang bilang kalau usia hamil dua bulan itu belum ditiup ruh, jadi harus qadha. Bagaimana menurut Ustadz? Mohon penjelasannya dan terima kasih. (Tia by email)

 

Wa’alaykumsalam wr.wb. Iya Ibu Tia selamat atas kehamilannya, semoga sehat dan lancar dan kelak lahir generasi yang shalih dan shalihah.  Dalam Al Quran Allah Swt. berfirman,

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati yang berasal dari tanah. Kemudian, Kami menjadikannya sperma yang disimpan dalam rahim. Kemudian, sperma itu Kami jadikan sesuatu yang melekat. Lalu, sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk berbentuk lain. Mahasuci Allah, Pencipta paling baik.” (Q.S. Al-Mu’minūn [23]:12-14)
Di dalam tafisr yang ditulis oleh Ustadz Sayyid Qutb, ayat tersebut dianalisis dan disimpulkan bahwa ruh itu ada dua jenis, ruh kehidupan dan ruh ketuhanan. Yang dalam hadis disebutkan ditiupkan ruh pada bulan ke-4 adalah ruh ketuhanan. Sedangkan, ruh kehidupan sudah ada begitu terjadi konsepsi (pembuahan).

banner almuasir

Jadi, tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa pada usia kandungan 2 bulan itu ruh belum ditiupkan. Dengan demikian, walaupun baru dikatakan positif, Anda sudah sudah boleh untuk tidak berpuasa dan tentu saja tidak perlu meng-qadhanya. Tetapi, Anda harus membayar fidyah sebanyak yang biasa Anda makan. Misalnya, biaya makan Anda dalam sehari adalah Rp15ribu, lalu Anda tidak puasanya selama 30 hari. Maka, fidyah yang harus Anda keluarkan adalah Rp15ribu dikali 30 hari. Hal ini seperti yang difirmankan Allah Swt dalam Al Qur’an khususnya boleh tidak berpuasa:

….Jika di antaramu ada yang tidak berpuasa karena sakit atau dalam perjalanan, wajib menggantinya pada hari-hari yang lain sebanyak hari kamu tidak berpuasa. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Namun, siapa saja yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, hal itu lebih baik baginya dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS.Al Baqarah: 184)

promooktober

Namun demikian ada beberapa wanita atau ibu yang tengah hamil tetap bisa atau kuat berpuasa. Jika Anda merasa kuat dan ingin berpuasa selama Ramadhan maka sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda. Jika dokter menyarankan atau merekomendasikan Anda aman untuk berpuasa maka silakan berpuasa. Namun jika dokter menyarankan untuk tidak berpuasa dulu karena alasan kesehatan maka sebaiknya Anda tidak berpuasa. Wallahu a’lam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 4 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment