Apakah Harus Mandi Besar Sebelum Puasa?

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, di daerah saya termasuk dalam keluarga suka mengadakan acara tamasya menjelang Ramadhan biasanya ke air terjun atau pantai. Disitu biasanya melakukan mandi besar sebagai syarat sebelum memasuki bulan Ramadhan. Apakah kalau memasuki bulan Ramadhan wajib mandi besar? Kalau tidak sempat mandi, apakah puasa Ramadhan kita sah? Mohon penjelasan disertai dalil. Terima kasih ( Satrio by email).

 

 

Wa’alaykumsalam wr.wb. Iya Pak Satrio dan pembaca sekalian, tidak dipungkiri dalam masyarakat kita masih ada yang mengaitkan tradisi atau kebiasaan leluhurnya yang dianggap sebagai bagian dari syariat Islam atau bagian dari ajaran Islam. Salah satu yang terjadi di daerah bapak tersebut saat jelang Ramadhan dan juga kebiasaan atau tradisi lainnya,misalnya menjelang nikah dan sebagainya.

Perlu di ketaui bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan mandi besar saat memasuki bulan Ramadhan. Apalagi dilakukan ramai-ramai di air terjun atau di pantai, danau dan sebagai. Secara syariat saja sudah terlihat ini tidak sesuai dengan ajaran Islam yang mulia. Mandi di tempat terbuka seperti itu jelas kurang baik, dimana sangat memungkin yang bukan muhrim saling bisa melihat aurat yang lain.   Jadi tradisi mandi besar seperti itu bukan ajaran Islam dan tidak terkait dengan rangkaian ibadah Ramadhan. Dengan demikian puasa Ramadhan Anda tetap sah walaupun tidak sempat mandi besar.

Dalam ajaran atau syariat Islam sendiri istilah mandi besar itu diwajibkan apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:

  1. Usai Hubungan Suami Istri

Apabila suami istri melakukan hubungan intim, mereka wajib mandi saat akan melakukan shalat. Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang berhubungan intim, maka wajib mandi, baik keluar sperma ataupun tidak.” (H.R. Ahmad dan Muslim)

promo oktober
  1. Berhenti dari Haid atau Nifas

Wanita yang berhenti dari haid atau nifas, wajib mandi besar ketika akan melakukan shalat. Rasulullah saw. bersabda kepada Fatimah binti Abi Hubaisy, “Tinggalkan shalat selama kamu haid, kemudian mandi dan shalat.” (H.R. Muttafaq ‘Alaih)

Buku Sudah Benarkah Shalatku

  1. Keluar Sperma

Laki-laki yang keluar sperma wajib mandi apabila akan melakukan shalat. Hal ini merujuk pada apa yang disabdakan Nabi saw. “Wajib mandi itu karena keluar air (sperma).” (H.R. Muslim)

  1. Mimpi Basah

Mimpi basah artinya mimpi berhubungan intim atau mimpi yang menyebabkan terjadinya orgasme pada wanita atau keluarnya sperma pada laki-laki. Apabila hal ini terjadi wajib mandi. Rasulullah saw. pernah bersabda tentang seorang wanita yang bermimpi seperti yang biasa dialami laki-laki bahwa mereka harus mandi. Ummu Salamah bertanya, ”Apakah karena itu harus mandi? Ya, disitulah kesamaan pria dan wanita.” (H.R. Muslim)

  1. Hari Jumat

Mandi pada hari Jumat bagi laki-laki menurut sejumlah ahli fiqih hukumnya wajib. Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan Abu Said al-Khudri r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Mandi pada hari Jumat hukumnya wajib bagi orang yang sudah baligh.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Namun ada sejumlah ahli fiqih yang berpendapat bahwa mandi pada hari Jumat bagi laki-laki bukanlah wajib tapi sunnah muakkadah (sunah yang harus diprioritaskan). Hal ini berdasarkan keterangan Samurah bin Jundab r.a. bahwa  Rasulullah saw. pernah bersabda,

“Siapa  yang berwudlu  pada  hari Jumat,  maka  baginya  kebaikan  dan  siapa  yang  mandi  maka  mandi  itu  lebih  utama.” (H.R. Al-Khamsah).

banner almuasir

Silakan Anda memilih, apakah mau berkeyakinan wajib ataukah sunah. Dua pendapat tersebut sama-sama memiliki dalil. Namun kalau dicermati dari segi kualitas hadis, sesungguhnya pendapat yang mewajibkan itu dalilnya lebih kuat karena diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Berdasarkan analisis tersebut bisa disimpulkan bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan mandi besar saat memasuki bulan Ramadhan. Namun kalau Anda melakukannya, tentu tidak dilarang karena Islam sangat menganjurkan untuk menjaga kebersihan. Syaratnya, jangan dianggap wajib dan jangan dianggap bagian syariat Islam. Niatkan saja untuk kebersihan seperti mandia biasa. Selain itu usahan jangan di tempat umum dan beri pemahaman juga kepada anggota keluarga Anda serta masyarakat secara bijak bahwa tradisi mandi besar di air terjun atau pantai itu bukan dari ajaran Islam khususnya saat menjelang Ramadhan. Wallahu A’lam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

REKOMENDASI

Leave a Comment