Tips Melatih Anak Puasa

184

Oleh: dr. Zulaehah Hidayati*

 

Ingat sekali sekitar 5 tahun yang lalu ada seorang entertainer yang bercerita tentang teknik membuat anaknya mau shaum atau puasa. “Bila anaknya hari itu shaum sampai tamat, maka akan ada hadiah uang untuk sang anak”. Sebuah pertanyaan muncul “Benarkah teknik pemberian ini dari segi pengasuhan dan pendidikan anak?”.
Pengasuhan dan pendidikan anak adalah sebuah proses untuk menuju hasil yaitu terlatihnya berbagai perilaku baik sampai tertanam menjadi karakter, juga menghilangnya berbagai perilaku buruk. Proses ini dilakukan terutama oleh orang tua sebagai dua orang yang diamanahi oleh Allah, guru, kakek, nenek, paman, dan siapapun yang berhubungan dengan anak. Pembentukan perilaku baik yang dilakukan sejak dini akan lebih mudah ketika sang anak baligh. Melatih anak shaum juga merupakan salah satu perilaku baik yang harus ditanamkan sejak dini sehingga saat ia baligh, shaum sudah lancar dilakukan.
Melatih anak shaum sejak dini juga dicontohkan di zaman Rasulullah. Dalam sebuah kisah, ketika Rasulullah SAW mengutus seseorang pada hari Asyura ke perkampungan orang-orang Anshar dan bersabda:
“Siapa yang pagi ini shaum hendaklah ia shaum dan menyempurnakan puasanya. Maka, kami pun menyempurnakan puasa hari itu dan kami mengajak anak-anak kami shaum. Mereka kami ajak ke masjid, lalu kami beri mereka mainan dari benang sutra. Jika mereka menangis minta makan kami berikan mainan itu sampai datang waktu berbuka.” (HR Bukhari Muslim).
Proses yang dilakukan dalam melatih anak shaum sesuai tujuannya dalam Al Qur’an adalah agar kita menjadi manusia yang bertakwa. Hal ini merupakan sebuah acuan bagi orang tua dalam melaksanakan pelatihan dan pembiasaan ini agar tujuannya tercapai, yaitu sang anak menjadi orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Di dalamnya ada penanaman nilai kesabaran, kerja sama, dan juga disiplin yang sangat berguna bagi anak. Selain itu, dari segi kesehatan shaum ini juga kaya manfaat. Proses pelatihan dan pembiasaan anak shaum haruslah diperhatikan agar tujuan-tujuan tersebut tercapai.
Berikut ini beberapa tips agar pelatihan shaum untuk anak-anak selaras dengan tujuannya :
1. Ayah Bunda, Sholehkan Diri
Menanamkan kebiasaan shaum adalah menanamkan perilaku baik. Bila profil orang tua sebaliknya, menakutkan, galak, cerewet, cuek, atau gambaran lain yang tidak menyenangkan, hal ini akan menyulitkan anak untuk memahami tujuan puasa yaitu untuk mencapai derajat takwa, agar menjadi lebih sholeh. Jadi, sejak menikah dan mulai punya bayi, maka bersiaplah agar bisa memahamkan shaum dan perilaku baik lain dengan selalu belajar untuk menjadi lebih sholeh.
2. Berikan Pemahaman
Memberikan pemahaman tentang shaum bisa dimulai dari sejak anak berusia di bawah 2 tahun. Mulai dari definisi, cara, waktu, alasan, manfaat shaum termasuk dari segi kesehatan. Tentunya pemilihan bahasa dan isi pemahaman bertahap, sedikit demi sedikit sesuai kemampuan berpikir anak. Berapa kali kita memberikan pemahaman? Jawabannya adalah berkali-kali, terus menerus bahkan selama pelatihan dan pembiasaan berlangsung pun pemberian pemahaman tetap dilakukan.Pemahaman juga perlu tentang apa bedanya makan ketika shaum dan hari biasa. Anak-anak perlu tahu tentang pentingnya sahur, buka, tahapannya, perlunya makan bergizi dan minum yang cukup.
3. Boleh Ikut-ikutan
Walaupun belum paham benar, anak-anak boleh ikut-ikutan beberapa proses shaum, misalnya saat sahur, buka, ataupun kegiatan tarawih. Siang pun, mereka diarahkan untuk tidak makan di depan orang yang sedang shaum. Nah, membuat anak tertarik ikut-ikutan shaum adalah dengan membuat berbagai hal yang menarik. Makanan bervariasi dengan rasa yang enak, acara makan bersama, merupakan suatu cara menarik perhatian anak.
4. Latihan shaum
Kapan tepatnya latihan untuk melaksanakan shaum satu hari penuh dilakukan bisa jadi berbeda-beda antara anak satu dengan lainnya bergantung kapan orang tua memulai untuk memberikan pemahaman yang membuat anak termotivasi dan siap untuk shaum. Bila setelah usia 2 tahun, anak dua sampai tiga kali sudah intensif diberikan pemahaman tentang shaum, dan mereka pun tertarik untuk melakukannya, maka di sekitar usia 5 tahun ia bisa sudah mulai latihan. Latihan ini bisa bertahap dari segi waktu. Yang utama adalah pastikan anak sahur, berniat, dan komitmen untuk mencapai waktu tersebut. Misalnya, latihan ade adalah setiap hari shaum sampai pukul 12, maka bila ia merengek meminta makan sebelum jam tersebut, maka orang tua harus membantunya mengalihkan perhatian mereka sampai waktu yang diniatkan. Hal yang ditanamkan dalam proses ini adalah tentang anak bersabar dan menahan diri. Di sini peran orang tua sangat penting untuk memotivasi anak menjalankannya.
5. Pastikan Gizi Tercukupi
Khawatir tentang asupan gizi anak bergantung pada kondisi anak. Bila anaknya menjadi sulit makan padahal berbagai tips dan variasi makanan sudah dicoba, maka latihan ini bisa ditunda. Ayah Bunda bisa memprogram perbaikan pola makan anak dulu di hari-hari biasa, sampai anak mengerti tentang pentingnya gizi dan terbiasa makan dalam jumlah yang mendukung tumbuh kembangnya.
Selanjutnya saat puasa dilakukan, bukan berarti mengurangi jumlah makanan anak, tapi mengalihkan waktunya. Kemudian untuk memastikan asupan gizi, maka menu harus dirancang sedemikian rupa agar penuh gizi juga memotivasi anak untuk makan dalam jumlah yang cukup.
6. Tahapan Durasi Shaum
Tahapan berapa lama durasi anak diajak shaum sampai penuh adalah bergantung pada komitmen anak dan disepakati orang tua sebagai pengawas dan motivator anak dalam latihan ini. Bisa jadi sampai pukul 12 di minggu pertama, selanjutnya penuh. Bisa jadi ada yang di usia 5 tahun ini tetap hanya setengah hari. Yang pasti, bila menemukan anak merengek, orang tua perlu bersabar. Perhatikan kondisi anak, apakah ia tampak masih kuat untuk melanjutkan shaum atau terlihat lemas atau berkeringat dingin.

Bila tampak masih kuat dan sehat maka ingat, anak sudah berjanji/berkomitmen dan kita sebagai saksinya, maka kita berkewajiban membantu anak untuk mencapainya dengan mengalihkannya melalui berbagai cara. Puasa adalah tentang niat dan komitmen menahan diri sampai waktu tersebut. Namun, bila anak meminta buka shaum dan kita lihat kondisi anak memang tampak lemas, apalagi berkeringat dingin, kita bisa persilahkan ia buka, tentu dengan diiringi pemahaman mengapa ia diizinkan berbuka. Allah Maha Pengasih dan tidak menjadikan puasa untuk membahayakan diri, ada keringanan bagi yang kondisinya tidak mampu. Terangkan konsep rukhsah dan ke Maha Pengasihan Allah. Saat anak berusia 6 atau 7 tahun dan sudah masuk SD, seiring anak mendapatkan pemahaman dari guru dan motivasi dari teman-temannya, bisa jadi anak terdorong berkomitmen untuk puasa penuh.
7. Reward
Hati-hati dalam pemberian reward agar ia bersifat utama apresiatif, bukan imbalan. Target shaum adalah anak memiliki keterampilan menahan diri dari berbagai hal. Kalau pun ada reward, pilihan utama adalah apresiasi orang tua. Bila akan memberikan materi, susun kata-kata dan bentuknya agar ia menjadi ungkapan rasa syukur, bukan imbalan. Berikut contoh yang kurang tepat dan yang lebih pas:
Kurang tepat: “Kalau kamu shaum sebulan penuh, Ayah akan berikan uang Rp 200.000 untuk lebaran.”
Lebih pas: “Ayah Bunda bersyukur kalau Bulan Ramadhan ini, kamu bisa puasa penuh. Semoga menjadi anak yang sholeh. Ayah akan senang sekali. Ayah dan Bunda juga berencana memberikan hadiah uang Rp 200.000 yang bisa dibelikan buku kesukaanmu nanti setelah lebaran.
Langkah 1 sampai 7 ini terus dilakukan berulang sampai anak terbiasa shaum dengan makna yang benar yaitu membentuk anak menjadi manusia yang bertakwa sesuai tujuannya. Nah, ayah bunda mumpung masih ada waktu untuk memasuki bulan Ramadhan, ada baiknya anak-anak sudah kita latih dari sekarang. Puasa sunnah di hari Senin atau Kamis bisa kita jadikan saran untuk melatih persiapan tersebut. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. [ ]

 

*Penulis adalah dokter, pegiat parenting dan penulis buku.

dr zule 2

 

Editor: iman

donasi perpustakaan masjid

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment