Wanita Shalat Tanpa Mukena

shalat

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, Saya seorang wanita yang sudah terbiasa memakai busana muslimah setiap hari baik di luar maupun dalam rumah. Bolehkah saya shalat hanya mengenakan busana muslimah saja, tanpa pakai mukena? Mohon penjelasannya dan terima kasih (Iriana by email)

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb. Iya Ibu Iriana dan pembaca sekalian perlu diketahui dan pahami bahwa salah satu sahnya shalat adalah menutup aurat. Ini berlaku baik bagi laki-laki maupun wanita, namun tentu saja batasan aurat bagi laki-laki dan perempuan berbeda. Menutup aurat adalah salah satu syarat sahnya shalat seorang wanita. Rasulullah Saw. bersabda,

Allah tidak akan menerima shalat wanita yang telah dewasa kecuali dengan memakai kerudung.” (H.R. Imam yang lima kecuali Nasa’i)

Dalam hadits yang lain Ummu Salamah r.a. pernah bertanya pada Nabi saw. ”Bolehkah seorang perempuan shalat memakai baju dan kerudung, tetapi tidak pakai kain?” Nabi menjawab, ”Boleh, asalkan baju itu panjang dan menutup bagian atas kedua telapak kakinya.” (H.R. Abu Dawud)

Dalam perkembangannya saat ini kaum muslimah khususnya yang ada di Indonesia sudah menjadikan busana muslimah sebagai busana harian yang menutup aurat. Terkait menjadikan mukena sebagai pakaian tambahan untuk menutup auratnya ketika shalat. Tentu hal ini sangat bagus, karena aurat menjadi semakin tertutup. Andai ada wanita shalat tanpa mukena, namun pakaiannya sudah memenuhi persyaratan menutup aurat, maka shalatnya sah. Karena yang terpenting bukan jenis pakaiannya dan bukan pula modelnya. Yang terpenting adalah pakaian tersebut bisa menutup aurat.

promooktober

Apa saja yang masuk dalam kategori aurat bagi wanita? Seluruh tubuh wanita itu aurat kecuali muka dan  telapak tangannya. Batasan ini diambil dari hadis yang diriwayatkan Aisyah r.a., ia menerangkan bahwa adik kandungnya, yaitu Asma binti Abu Bakar masuk ke rumah Rasulullah dengan berpakaian yang transparan (tipis). Lalu Rasulullah saw. berpaling darinya sambil bersabda,

Hai Asma, sesungguhnya seorang wanita yang sudah akil balig tidak boleh terliht auratnya kecuali ini dan ini.” dan Nabi saw. menunjuk pada wajah dan telapak tangannya.” (HR. Abu Daud)

Bertolak darai keterangan ini jelaslah bahwa pakaian muslimah dinilai sempurna apabila (1) menutup aurat; (2) tidak transparan atau tipis; dan (3) tidak  ketat. Apabila seluruh persyaratan ini terpenuhi, maka baju tersebut bisa dipakai shalat, tanpa harus mengenakan mukena lagi. Namun kalau pakai mukena, tentu akan lebih baik karena auratnya menjadi semakin tertutup.

Untuk membahas permasalahan shalat ini baik hukum, gerakan, bacaan termasuk busananya, Anda dapat membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU”. Insya Allah anda akan mendapatkan penjelasan yang lebih rinci dan lengkap atau Anda bisa menghubungi 0811-2202-496 untuk informasi lebih lanjut. Demikian semoga bermanfaat. Wallahu A’lam

 

 Buku Sudah Benarkah Shalatku

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

(Visited 3 times, 5 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment