Hukum Ziarah Kubur Bagi Wanita

Wanita Ziarah Kubur 1

 

Assalamu’alaykum. Ustadz, dalam sebuah pengajian dibahas tentang keutamaan zaiarah kubur sebagai nasihat terbaik dalam hidup. Namun dibahas juga bahwa zaiarah kubur hanya untuk lak-laki saja. Benarkah diharamkan bagi wanita untuk berziarah kubur, bahkan katanya akan dilaknat?. Mohon penjelasnnya ustadz dan terima kasih ( Anggun by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya ibu Anggun dan pembaca sekalian, memang ada sebagian kalangan yang mengharamkan ziarah kubur bagi wanita. Hal ini mengacu pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. yang berkata,

”Sesungguhnya Rasulullah saw. melaknat perempuan-perempuan yang berziarah ke kuburan.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Hibban).

Bertolak dari hadis ini wajarlah kalau ada yang mengharamkan wanita untuk ziarah atau sekedar mengatar mayat ke kubur. Namun ada juga yang membantahnya dengan argumen bahwa kalimat ”melaknat” pada hadis ini tidak menunjukkan pada hukum haram, tapi menunjukkan hukum makruh. Hal ini bertolak pada keterangan-keterangan berikut.

Ummu ’Athiyyah r.a. berkata, ”Kami (para wanita)  dilarang mengantar jenazah, tetapi tidak diharamkan atas kami.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

kalender percikan iman 2018

Kalimat ”… tetapi tidak diharamkan atas kami” pada hadis ini menunjukkan bahwa larangan bagi wanita untuk mengantar mayat atau berziarah ke kuburan tidak sampai derajat haram, tetapi  makruh.

Dalam keterangan lain dimana Aisyah  r.a. pernah bertanya kepada Nabi saw., ”Ya Rasulullah, apa yang harus saya baca ketika ziarah kubur?” Nabi saw. menjawab, ”Assalamu ’Alaikum Ahladdiyaar minal mukminnin … (H.R. Muslim).

Hadis ini memberi isyarat bahwa Rasulullah saw. mengizinkan Aisyah menziarahi kubur, bahkan beliau berkenan mengajarkan doanya. Ini tentu bisa dipahami jika Rasulullah Saw melarang atau mengharamkan Aisyah r.a. melakukan ziarah kubur maka tidak mungkin sampai mengajarkan doa.

Dalam riwayat yang lain yang didapat dari Anas bin Malik r.a. menyebutkan bahwa Rasulullah saw. pernah melewati suatu kuburan dan beliau melihat seorang ibu yang sedang menangis karena kematian anaknya. Lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya, ”Bertakwalah kamu kepada Allah dan bersabarlah…” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw. tidak menyalahkan wanita tersebut. Beliau hanya menasihati agar sabar dan takwa.

Bertolak dari sejumlah hadis di atas bisa disimpulkan bahwa tidak diharamkan bagi wanita untuk berziarah atau mengantar mayat ke kubur. Hukumnya sebatas makruh. Namun demikian dalam melakukan ziarah kubur seorang wanita baiknya ditemani muhkramnya atau tidak sendirian.

Bagi Anda atau pun pembaca yang lain dapat membaca buku tentang Fikih Wanita 4 Mahzabdimana didalamnya dibahas tentang hal-hal yang berkenaan dengan ibadah seorang wanita termasuk dalam ibadah sunnah. Selain itu juga dibahas tentang status hukumnya yang ditinjau empat imam mahzab secara rinci. Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0811-2202-496. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam

Buku Fiqh Wanita

 

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment