Hukum Puasa Bagi Pelaut

Kapal Pesiar

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, sebentar lagi saya akan bekerja di kapal pesiar selama satu tahun. Bagaimana cara shalat di kapal pesiar dan bagaimana melaksanakan Shalat Jumat apabila jumlah jamaahnya hanya sedikit dan bolehkah mengqadha shaum karena tugas saya di kapal pesiar itu sebagai koki bagi nonmuslim. Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Ade by email)

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb. Iya Kang Ade dan pembaca sekalian secara umum atau gerakan cara shalat di kapal pesiar sama saja dengan shalat biasa ketika di rumah. Cara ruku dan sujudnya seperti biasa. Kalau  tidak mengetahui arah kiblat, Anda boleh menghadap ke mana saja yang Anda yakini. Ini merujuk pada ayat yang berbunyi,

iklan donasi pustaka2

Timur dan barat itu milik Allah, ke mana saja kamu menghadap maka itulah arah Allah ( kiblat).“ (Q.S. Al Baqarah 2: 115)

Ada masalah lain, mengenai waktu shalat. Kalau memang sulit untuk mengetahui waktu shalat, kita ikuti saja waktu di mana kita berada. Atau menurut posisi waktu Anda di suatu negara. Misalnya, Anda berada di perairan Amerika. Di sana, keadaannya siang hari atau pertengahan hari, berarti itu sudah masuk waktu zuhur. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jika kita tidak tahu waktu shalat, maka lihatlah matahari.

Kalau bayangan kita keluar sedikit, atau melebihi kita sedikit, itu adalah waktu shalat Zuhur. Kalau bayangan kita panjangnya sudah sama atau lebih panjang dari ukuran tubuh kita, itu sudah datang waktu shalat Ashar. Kalau shalat Maghrib, matahari sudah terbenam dan di sisi langit sebelah barat ada warna kemerah-meraha. Sementara shalat Isya, warna kemerah-merahan itu sudah menghilang.

Walaupun kita sedang berada di luar negeri, Anda tidak bisa mengqashar shalat karena di sana Anda tidak sedang berlibur melainkan sedang mencari nafkah. Jadi, selama satu tahun itu Anda tetap shalat seperti biasa. Zuhur, Ashar, dan Isya tetap empat rakaat.

Shalat Jumat bisa dilakukan dengan jumlah jamaah yang sdikit. Bahkan, Anda bisa melakukannya walaupun hanya ada dua orang. Bahkan, jika tidak memungkinkan adanya khutbah, itu pun tidak apa-apa yang penting Anda berniat shalat Jumat shalat Jumat dan shalatlah dua rakaat. Lalu, bagaimana jika tidak ada sama sekali teman yang bisa diajak shalat Jumat? Anda shalat saja sendiri dua rakaat. Jadi, ajaran agama kita tidak memberatkan.

Terkait dengan masalah puasa (shaum) maka ada keringanan (rukhshah), Anda bisa saja mengqadha shaum. Hal ini bisa disebabkan selain karena sulit menentukan waktu maghrib dan subuh, bisa jadi kondisi tubuh Anda tidak kuat, misalnya karena waktu siang hari yang sangat panjang jika dibanding malam hari. Anda bisa mengqadha atau mengganti puasa nanti setelah pulang ke Indonesia. Dalilnya bisa kita rujuk dalam Al Quran:

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS.Al Baqarah: 184)

Sekalipun Allah Swt telah mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan kepada semua orang-orang yang beriman, akan tetapi Allah Yang Maha Bijaksana memberikan keringanan kepada orang-orang yang sakit dan musafir untuk tidak berpuasa pada waktu itu dan menggantinya pada hari-hari lain di luar bulan Ramadhan. Pada ayat tersebut tidak diperincikan jenis atu sifat dan ukuran tentang kadar dan musafir itu.

Satu hal pesan saya bagi Anda yang bekerja di kapal pesiar. Harap berhati-hati karena godaannya besar sekali.  Pandai-pandailah menjaga diri banyak berdoa dan dekatkanlah diri Anda kepada Allah Swt. Tetaplah menjadi pribadi yang bertakwa dimana pun Anda berada termasuk saat melaut dan bergaul dengan non muslim. Tunjukkan bahwa Anda seorang muslim yang taat. Wallahu’alam. [ ]

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

 

(Visited 4 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment