Suami Menelantarkan dan Tak Nafkahi Istri

Suami sendiri

Assalamu’alaykum. Pak Aam, suami saya tidak begitu peduli dengan menafkahi saya, bahkan gaji saya diambil suami juga, sampai saya harus menghutang untuk menutupi biaya sehari-hari, namun suami tidak mau bertanggung jawab atas hutang tersebut. Bagaimana solusi menurut pak Aam ? Mohon nasihatnya dan terima kasih  (NN by email)

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb. Iya ibu dan pembaca sekalian, dalam pernikahan atau kehidupan rumah tangga keduabelah pihak (suami istri) harus mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Hal ini penting dan harus dimengerti atau disadari sejak awal berumahtangga bahkan jauh sebelum menikah sehingga akan tercipta keseimbangan.

iklan donasi pustaka2

Dengan masing-masing pihak baik suami atau istri menjalankan tugas atau fungsinya dalam kehidupan rumah tangga maka secara otomatis dalam menunaikan hak dan kewajiban tersebut tidak saling menuntut. Sebagai seorang muslim tentu kita mengukur segala sesuatu berdasar pada kententuan agama termasuk soal hak dan kewajiban seorang suami maupun istri.  Terkait dengan hal ini saya sedikit akan menjelaskan tentang kewajiban seorang suami:

  1. Membayar atau memeberikan maskawin

Membayar maskawin atau mahar  merupakan kewajiban yang harus diberikan dari seorang suami kepada istrinya . Hal ini dijelaskan dalam QS.An- Nisa ayat 4 :

Berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pem-berian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan sebagian dari maskawin itu kepadamu dengan senang hati, terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati pula.”

Dari penjelasan ayat tersebut maka seorang laki-laki wajib mengeluarkan maskawin atau memberi mahar kepada isrinya  dengan penuh kerelaan . Artinya, mahar yang dikeluarkan tidak ada paksaan atau keterpaksaan. Demikian dengan besar dan bentuknya tidak ada ketentuan yang baku.

  1. Memberi nafkah

Nafkah merupakan kewajiban seorang laki-laki , baik suami terhadap istrinya , ayah kepada anaknya ataupun tuan terhadap budaknya.  Memberi nafkah meliputi pakaian , makanan dan tempat tinggal. Jadi , memberi nafkah adalah suatu kewajiban suami terhadap istrinya. Nafkah disini juga bersifat lahir batin, lahir bisa berupa sandang, pangan maupun papan. Sementara batin berupa perasaan ketenangan dan kebahagiaan.

  1. Menggauli istrinya dengan baik

Tentu yang dimaksud dengan menggauli istrinya dengan baik bukan sekedar hubungan suami istri (jima’) saja akan tetapi seorang suami menggauli istrinya dengan penuh kasih sayang , tidak kasar, tidak dzalim dan penuh pengertian dalam komunikasi sehari-harinya. Seorang suami tidak berkata kasar atau marah-marah adalah bagian dari menggauli dengan baik.

  1. Mendidik istrinya dengan pengajaran agama

Ketika seorang istri melanggar aturan agama, atau bertingkah laku yang melenceng dari syariat maka suami wajib mengingatkan dan menuntunnya supaya kembali ke jalan yang benar. Bukan malah tambah di jerumuskan, atau bahkan di tinggalkan supaya sang suami  lepas tanggung jawab. Demikian juga dengan akhlak yang lainnya termasuk tata cara beribadah kepada Allah Swt dan sebagainya.

  1. Tidak menganiyaya istri

Seorang suami, tidak boleh melakukan kekerasan kepada istrinya. Karena seorang wanita adalah mahluk yang sangat lembut. Apabila seorang istri melakukan sebuah kesalahan , jika masih bisa dibicarakan baik-baik maka ingatkan dia dan gunakan perlakuan yang penuh kasih sayang. Jangan malah menganiyaya dia tanpa ada alasan yang jelas , apalagi menganiyaya untuk meluapkan amarah.

Kekerasan di sini bukan hanya bersifat fisik saja malainkan juga termasuk kekerasan non verbal yakni dengan kata-kata ucapan. Selain itu makna kekerasan juga dalam arti sikap acuh dan menelantar istri selama berhari-hari sehingga secara batiniyah istri merasa tersiksa atau menderita.

Terkait dengan sikap suami Anda yang tidak memberi nafkah ini sudah melanggar secara prinsip agama. Harus ditegaskan bahwa suami itu pelindung bagi istri dan wajib menafkahi istrinya, ini terkandaung dalam surat An-Nisa ayat 34. Jadi, pikir saya ini suami yang tidak bertanggung jawab, dalam hal ini posisi suami anda tidak benar.

Anda bisa komunikasikan dengan suami secara baik-baik. Jika itu belum berhasil maka cobalah meminta bantuan dengan keluarga besar Anda untuk menasihatinya agar paham akan kewajibannya sebagai seorang suami. Namun jika demikian tetap tidak ada perubahan sikapnya maka sesuai dengan janjinya ketika diucapkan sewaktu menikah. Biasanya seorang suami membacanya dari buku nikahnya, dimana ketika seorang suami selama tiga bulan berturut tidak memberikan nafkahnya dan istri tidak ridho maka istri bisa melakukan gugat cerai ke pengadilan.

Namun sebelum Anda menempuh upaya terakhir tersebut alangkah baiknya selesaikan dengan bijaksana. Gugat cerai hanya upaya terakhir jika semua upaya perbaikan tidak ada hasilnya.

 

Untuk membahas permasalahan rumah tangga ini saya sudah menulisnya dalam sebuah buku yang berjudul “ MEMBINGKAI SURGA DALAM RUMAH TANGGA , insya Allah ada penjelasan dan pembahasan lebih detail. Untuk mendapatkannya Anda bisa menghubungi di 0811-2202-496. Wallahu’alam. [ ]

 

Buku Membingkai Surga Dalam Rumah Tangga

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 10 times, 8 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment