Tips Menjadi Orang Tua Shalih

keluarga

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon doanya insya Allah dalam waktu dekat kami akan melangsungkan dan ingin membentuk keluarga yang sakinah, mawadah dan penuh rahmah. Namun terus terang sebagai calon suami sekaligus kelak menjadi calon bapak dari anak-anak saya masih bingung dan merasa belum mempunyai bekal untuk menjadi suami sekaligus orangtua shalih. Mohon bimbingan, nasihat dan arahannya pak ustadz. Terima kasih. ( Angga by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb. Iya kang Angga secara pribadi saya turut berbahagian akan rencana Anda yang akan segera menikah. Semoga harapan dan doa Anda tersebut terkabul. Terus terang rasanya tidak ada orang yang mempunyai pengalaman berumahtangga sebelum menikah. Demikian juga tidak ada orang yang mempunyai pengalaman menjadi orangtua sebelum ia menikah dan mempunyai anak-anak kemudian mendidik, mengasuh dan membesarkannya.

Maksud saya tentu semua by proses dan tentunya sebelum memasuki itu semua maka yang diperlukan adalah belajar atau mengetahui ilmunya. Belajar sendiri bisa melalui buku maupun memperhatikan kehidupan orang lain atau belajar dari pengalaman hidup orang lain.

Berdasar kajian dari beberapa ahli parenting dan juga mengacu pada teladan Rasulullah Saw dalam membina dan mengarungi bahtera rumah tangga sehingga mampu melahirkan keturunan yang shalih dan shalihah maka ada beberapa kiat atau tips agar kita bisa menjadi orangtua yang shalih. Jadi sebelum menuntut agar anak-anak kelak menjadi generasi yang shalih shalihah maka tentu langkah yang paling bijaksana adalah menjadikan diri orangtua yang shalih. Tips tersebut antara lain:

  1. Memiliki wawasan tentang pendidikan anak

Jangan kamu mengikuti apa yang tidak kamu mengerti. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati akan diminta pertanggung-jawaban.” (Q.S. Al-Israa 17 : 36)

promooktober

Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Ajarilah anak-anakmu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk suatu jaman yang kamu tidak akan mengalaminya.”

  1. Mensyukuri anak sebagai anugerah Allah

Ya Tuhan, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang bisa menjadi penyejuk hati kami, dan jadikan kami imam bagi orang-orang takwa’.” (Q.S. Al-Furqaan 25 : 74)

Ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sungguh  jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku. Maka   azab-Ku sangat pedih’.” (Q.S. Ibrahim 14 : 7)

  1. Laksanakan kewajiban sebagai orang tua

Suatu hari, seorang lelaki  menghadap Umar bin Khattab, mengadu tentang anaknya yang durhaka. Keesokan harinya, Umar memanggil ayah dan anak tersebut. Kemudian Umar bertanya kepada sang anak, “Kenapa engkau durhaka kepada orang tuamu?”. Anak itu balik bertanya : “Wahai Amirul Mukminin, Apakah orang tua mempunyai kewajiban terhadap anaknya?” Jawab Umar : “Tentu saja punya kewajiban!”. Anak tersebut meminta Umar menyebutkan satu persatu kewajiban tersebut, lalu Umar berkata “(1) Memilih wanita yang baik untuk menjadi ibunya. (2) Memberi nama yang baik, dan (3) mengajarkan Al-Qur’an untuknya”. Anak itu berkata lagi: “Tapi orang tua saya tidak berbuat seperti itu; Ibu saya itu tukang fitnah; nama yang diberikan untuk saya tukang tipu; dan ia tidak pernah mengajarkan  satu huruf pun Al-Qur’an”. Lalu Umar berpaling kepada sang Ayah, seraya berkata: “Kamu datang kesini, mengeluh tentang perilaku anakmu yang mendurhakaimu, padahal engkau telah mendurhakainya sebelum ia berlaku durhaka terhadapmu”.

  1. Posisikan anak sebagai amanah

Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu mengkhianati Allah dan Rasul   dan  jangan mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Q.S. Al-Anfaal 8 : 27)

  1. Sabar dalam mendidik

Mendidik anak butuh keshabaran ekstra. “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranm. Tetaplah waspada, serta bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (QS. Ali Imran : 200)

Sabar artinya jiwa yang konsisten dalam jalan kebenaran,  tidak emosional, tidak menyerah pada kesulitan, dan memiliki semangat untuk mengubah keadaan.

Demikian beberapa kiat untuk menuju orangtua yang shalih sebelum membuat anak-anak shalih dan shalihah. Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap dan detail Anda dapat membaca buku saya yang berjudul “Sudahkan Kudidik Anakku dengan Benar ? ”  atau bisa menghubungi nomor kontak : 0811-2202-496 untuk informasi pemesanan. Wallahu’alam. [ ]

 

Buku Golden Parenting Sudahkah Kudidik Anakku Dengan Benar

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 12 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment