Istri Tidak Mau Dicerai

cerai

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz mohon nasihatnya,saya dan suami sering bertengkar hebat dan terkadang suami sering mengucap kata  talak. Suami memang sudah bertekad untuk menceraikan saya, tapi saya tidak rela  dicerai. Menurut pendapat Ustadz, apakah perceraian kami sah dan apakah sudah jatuh talak?. Terima kasih ( NN by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb. Iya ibu dan pembaca sekalian, kasus demikian memang sering terjadi dalam masyarakat kita. Ketika suami dan istri bertengkar dengan hebatnya dan berulang-ulang, artinya bukan hanya sekali maka terkadang suami mengucapkan kata “aku cerai kamu”. Demikian juga pihak istri terkadang mengungkapkan kalimat “aku minta cerai”.

Bagi sebagian orang kalimat atau kata-kata demikian dianggap sepele atau sekedar menakuti pihak istri atau pun suami. Padahal jika mengerti atau paham maka ini mengandung konsekuensi besar dalam rumah tangga karena bisa terjadi perpisahan atau cerai yang sesungguhnya.  Salah satu syarat terpenting dalam perceraian adalah suami benar-benar sudah berniat menceraikan istri sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut.

 “Dan jika mereka berazam (berketetapan hati) untuk mentalak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 227)

Bertolak dari ayat ini, maka perceraian tidak sah apabila dilakukan dengan tanpa sadar, misalnya sedang marah besar, sedang mabuk, sedang berada dalam pengaruh narkoba, dan lain sebagainya. Apabila suami menceraikan Anda dengan berazam (berketetapan hati), tidak sedang marah, tidak sedang mabuk, maka talak yang ditujukan kepada Anda tersebut termasuk sah, sekalipun Anda tidak ridha atau tidak rela dengan hal tersebut.

promooktober1

Seperti halnya Anda ketika merasa di dzolimi suami kemudian Anda mengajukan gugat cerai ke pengadilan. Setelah melalui proses baik mediasi hingga persidangan dan hakim memutuskan atau mengabulkan gugatan Anda maka perceraian tetap terjadi meski pun mungkin suami tidak mau atau tidak rela bercerai dengan Anda.

Ada baiknya sebelum semuanya berakhir dengan perpisahan atau perceraikan maka ada baiknya untuk saling memahami dan mencari solusi yang bijak. Meski perceraian adalah hal yang diperbolehkan (halal) dalam Islam namun suatu perbuatan yang dibenci Allah. Bangunlah keluarga atau rumah tangga yang membahagian secara saling memahami peran masing-masing. Saling menghargai dan menerima kekurangan masing-masing. Jika Anda telah dikaruniai anak atau buah hati maka hal ini juga perlu dipertimbangkan.

Untuk membentuk dan membangun keluarga yang sakinah dan penuh kasih sayang, Anda bisa membaca buku yang saya tulis yang berjudul “ Insya Allah Sakinah”. Dalam buku ini saya bahas problematika rumah tangga dan solusi untuk mengatasinya. Anda bisa mengubungi call center 0811-2202-496 jika mengalami kesulitan mendapatkannya di toko buku. Demikian penjelasan saya dan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. [ ]

 

Buku insya Allah Sakinah

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui  Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

 

 

(Visited 468 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment