Hukum Menikah Dengan Mantan Mertua

menikah

 

Assalamu’alaykum. Pak ustadz, temen saya (laki-laki) bercerita bahwa ia  sudan bercerai dengan istrinya tanpa anak. Yang membuat saya terkejut dan tidak percaya, katanya mantan istrinya tersebut mempunyai hubungan dekat mantan mertuanya (ayah temen saya tersebut) dan kabarnya mereka berencana mau menikah. Bagaimana status hubungan tersebut jika benar menikah, halal atau haram? (Angga by email)

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb. Iya pak Angga dan pembaca sekalian, sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya saya jelaskan dulu bahwa kita sebagai laki-laki tidak diperbolehkan menikahi wanita yang pernah menjadi istri ayah kita (mantan ibu tiri). Perhatikan ayat berikut.

“Janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, terkecuali kejadian pada masa lampau. Sesungguhnya, perbuatan itu sangat keji dan dibenci Allah, dan seburuk-buruk jalan yang ditempuh.” (QS. An-Nisa: 22)

Karena menikahi mantan ibu tiri itu tidak diperbolehkan, maka mafhum mukhalafah atau kebalikannya, menikahi wanita yang pernah dinikahi anak juga tidak diperbolehkan.

Ada pun, menikahi mantan istri anak angkat itu diperbolehkan. Dan, kita juga diperbolehkan menikah dengan anak angkat karena proses adopsi tidak serta merta membuat anak yang bersangkutan menduduki posisi yang sama dengan anak kandung kita. Nasabnya tidak lantas dialamatkan kepada kita sebagai ayah angkatnya, tapi dia tetap bernasab kepada ayah biologis atau ayah kandungnya. Perhatikan keterangan berikut.

donasi perpustakaan masjid

…Kami menikahkanmu dengan Zainab agar orang mukmin tidak berkeberatan untuk menikahi bekas istri-istri anak-anak angkat mereka apabila anak-anak angkat itu telah bercerai dengan istrinya…” (Q.S. Al-Ahzab :37 )

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh bukhari dijelaskan, “Kami tidak pernah memanggil Zaid bin Haritsah, namun Zaid bin Muhammad, sampai Allah menurunkan firmannya,

“Panggillah anak angkat itu dengan memakai nama bapak-bapak mereka. Itulah yang adil di sisi Allah. Jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, panggillah mereka sebagai saudara-saudaramu seagama dan maula-maula-mu. Kamu tidak berdosa jika khilaf tentang itu, tetapi yang menjadi dosa adalah apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.’ (QS. Al-Ahzab: 5)”

Perlu diketahui bahwa dulu Rasulullah Saw. memiliki anak angkat namanya Zaid. Masyarakat menyebutnya Zaid bin Muhammad. Padahal, nama ayahnya kandungnya adalah Haritsah. Sampai akhirnya Allah menurunkan ayat ke-5 surah Al-Ahzab tersebut. Perlakuan manusia terkadang ingin memuliakan sesamanya namun tuntunan Allah Swt tentu yang harus ditaati.

Wallahu a’lam bishawab.[ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 120 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment