Keistimewaan Wanita Menurut Islam

Muslimah

 

Assalamu’alaykum, pak Aam mohon nasihatnya. Kami sudah berkeluarga lebih dari 10 tahun dan Alhamdulillah telah dikaruniai 3 orang anak yang semuanya perempuan. Saya dan suami sudah cukup menerimanya dengan rasa syukur. Namun keluarga suami masih menginginkan anak atau cucu laki-laki dari kami. Saya sendiri sudah merasa cukup dengan karunia ini namun keluarga suami masih menuntut karena menurut mereka anak laki-laki mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dibanding perempuan. Kami sudah memcoba menjelaskan namun mereka belum paham. Bagaimana kami harus bersikap dan berdosakah jika kami tidak menuruti keinginan orangtua. Terima kasih . ( Anna by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb, iya Ibu Anna dan pembaca sekalian masalah ini sepertinya sudah menjadi kelaziman di masyarakat kita termasuk di kalangan ummat Islam sendiri masih ada yang berpikir demikian. Ada yang menganggap bahwa kedudukan atau posisi laki-laki lebih mulia dengan perempuan atau wanita. Hal ini nampaknya masih terinspirasi dengan masa jahiliyyah dahulu dimana manusia hanya dibedakan dan dinilai dari laki-laki dan perempuan saja. Anak perempuan dianggap lebih rendah derajatnya dan dianggap sebuah kehinaan jika dalam keluarga lahir anak perempuan.

Jahatnya pada zaman jahiliyyah anak perempuan dianggap membawa kesialan sehingga harus di asingkan, dibuang bahkan tak sedikit hingga di kubur hidup-hidup. Kaum wanita hanya dianggap sebagai pelampiasan nafsu syahwat semata. Dianggap manusia ketika dibutuhkan dan ketika tidak dibutuhkan maka kaum wanita dengan sadisnya dibuang atau di asingkan bahkan hingga dilenyapkan. Inilah salah satu tanda dari zaman jahiliyyah maka jika saat ini masih ada yang berpikiran demikian sesungguhnya mereka juga masih orang jahiliyyah juga.

Untuk itu Allah Swt mengutus Rasulullah Saw dengan membawa Islam sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan demikian. Selain untuk membuat atau meluruskan tentang keesaan Allah (akidah) juga menyempurnakan akhlak manusia dimana salah satunya untuk menyamakan kedudukan antara pria dan wanita. Dalam Islam kemuliaan seseorang bukan dinilai dari jenis kelaminnya (pria atau wanita) melainkan dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. sebagaimana yang Allah Swt tegaskan dalam Al Quran:

“…..Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

promooktober

Dari penjelasan ayat ini dapat kita ketahui bahwa Allah Swt memuliakan manusia itu bukan karena bentuk fisiknya atau jenis kelaminnya melainkan dari ketaqwaannya. Dengan demikian baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kedudukan yang sama dihadapan Allah Swt. Islam sendiri telah memuliakan wanita (perempuan) dalam beberapa hal, seperti:

  • Nama perempuan diabadikan dalam Al-Qur’an, yaitu surat An-Nisaa (Perempuan), yakni surat ke-4 dan tidak ada surat Ar-Rijal (Laki-laki).
  • Doa perempuan terutama ibu lebih mustajab karena dalam proses reproduksi ibu yang menanggung segala resiko kegagalan (baca dalam QS. Luqman 31:14)
  • Surga ada di bawah telapak kaki ibu (perempuan). Rasulullah saw bersabda: “Surga berada di bawah telapak kaki ibu” (H.R. Ahmad).

Selain itu ada beberapa kemuliaan lainnya tentang kedudukan perempuan ini ditinjau dari berbagai aspeknya. Perempuan atau wanita mempunyai peran yang sangat sentral atau dominan dibanding dengan kaum laki-laki. Beberapa peran perempuan itu bisa kita klasifikasi sebagai berikut:

  1. Perempuan Sebagai Anak

Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Allah dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah  seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam perawatanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya  perkataan “ah” dan janganlah kamu membentatnya dan berkatalah kepada mereka dengan perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kasih sayang dan do’akanlah:

Ya  Tuhanku, sayangi mereka sebagaimana mereka telah menyayangi dan mendidik aku sejak kecil.” (Q.S. 17 : Al Israa : 23-24).

  1. Perempuan Sebagai Istri

Sunatullah manusia itu ketika dewasa ingin menjalani hidup berpasagan. Dengan adanya kecenderungan perasaan cinta dan kasih sayang. Demikian juga perempuan pasti ingin hidup bersama pasangannya sebagai seorang istri. Sebagaimana yang telah dijelaskan Allah Swt dalam Al Quran:

“… istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf..” (Q.S. 2 : Al Baqarah : 228).

“…dan seorang istri bertanggung jawab atas kemaslahatan  rumah dan harta suaminya.”   (H.R. Al-Bukhari)

  1. Perempuan sebagai Ibu

Setelah seorang perempuan hidup berumahtangga tentu sebuah kebahagiannya apabila dikaruniai putra-putri sebagai buah cinta dan kasih sayangnya. Selama masa mengandung dan menyusui seorang perempuan mempunyai perjuangan yang luar biasa khususnya saat melahirkan. Sebagai seorang ibu maka kedudukan perempuan mempunyai kemuliaan dengan beberapa peran sebagai berikut:

  • Diantara kewajiban ibu terhadap anaknya adalah mendidik akhlaknya dan membaguskan namanya.” (H.R. Baihaqy).
  • Menyiapkan Masa Depannya. “Hendaklah takut kepada Allah seandainya kamu meninggalkan anak-anak lemah yang dikhawatirkan kesejahteraannya. Oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. An-Nisaa 4 : 9)
  • Mengajarkan Akhlak Mulia. “Allah akan merahmati orang yang membimbing anaknya untuk senantiasa berbuat baik pada orang tuanya.” (H.R. Ibnu Abi Syaibah)
  1. Perempuan dalam Kehidupan Sosial.

Kehidupan social adalah sebuah keniscayaan yang harus dijalani seorang manusia maka kedudukan seorang perempuan mempunyai peranan yang mulia dalam masyarakat. Sebagaimana yang telah Allah jelaskan:

Orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain…”, ( QS. At-Taubah 9:71)

Ayat ini memberi isyarat bahwa Islam memberikan kesempatan bagi kaum perempuan untuk menjadi mitra bagi pria dalam mewujudkan kemashlahatan masyarakat. Perempuan punya peluang untuk aktif dalam kehidupan sosial sesuai dengan kapasitasnya tanpa melupakan kewajibannya sebagai istri dan ibu.

Demikian beberapa kelebihan dan kemulian yang Allah berikan kepada seorang perempuan yang tidak diberikan kaum laki-laki. Kemuliaan perempuan tentu masih banyak lagi sesuai dengan kodratnya yang dinilai bukan dari sisi fisik atau kecantikannya. Ini bisa Anda bisa jelaskan kepada orangtua atau mertua. Menurut hemat saya, Anda tidak bersalah atau berdosa jika tidak menuruti keinginan mertua atau orangtua jika hanya masalah anak laki-laki. Hal ini bukanlah termasuk perbuatan yang melawan atau durhaka, sebab yang merasakan adalah Anda sendiri. Wallahu’alam. [ ]

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 26 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment