Pemuda Al-Irsyad Nilai PPP Telah Khianati Umat Islam Dengan Dukung Ahok-Djarot

PERCIKANIMAN.ID – – Suhu dan suasana Pilkada DKI Jakarta yang kian memanas disebabkan oleh aksi propaganda yang bertendensi memecah belah umat Islam serta terlibat dalam upaya mendiskreditkan Islam lewat simbol-simbol yang terkesan melecehkan.

“Demikian pula dengan galang dukungan dari kekuatan partai yang cenderung memaksakan kehendak, seperti halnya yang dilakukan oleh partai berlambang Ka’bah,” ujarnya seperti dilansir hidayatullah.com Selasa (17/04/2017).

Padahal, Abdullah menilai, partai yang dimaksud, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), secara historis bukanlah milik sekelompok golongan saja. Sehingga, keterwakilan arah dan haluan politiknya tak dapat dikemudikan oleh sejumlah kecil manusia yang mengatasnamakan partai.

“PPP adalah fusi dari 4 partai Islam, dan secara emosional basis dari 4 partai Islam tersebut memiliki keterikatan sejarah dan fisikologis yang secara andil merasa terlibat dalam pengambilan keputusan publik untuk keumatan,” ungkapnya.

Karenanya, ia menyampaikan kritik dan protes kepada PPP yang menggunakan simbol Muslimin yaitu Ka’bah tapi tidak mencerminkan suara dan keinginan umat Islam.

promo oktober

Abdullah melanjutkan, pihaknya menyatakan protes keras kepada PPP yang memberikan dukungan kepada pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan sebab, katanya, pihaknya sebagai bagian dari perjalanan sejarah umat Islam Indonesia, termasuk ikut arus dalam dinamika politik umat Islam di antaranya kelahiran PPP dari fusi 4 partai Islam.

Dukungan PPP kepada Ahok-Djarot, katanya, selain bertentangan dengan azas tujuan partai, juga mencerminkan upaya memecah belah umat Islam.

“Sebuah pengkhianatan kepada sejarah dan kekuatan umat Islam Indonesia,” imbuhnya.

Sebelumnya Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) KH.Athian Ali M Dai,MA juga menyatakan bahwa sudah selayaknya Ummat Islam menyatakan talak tiga alias mengucapkan selamat tinggal kepada partai yang mendukung penista agama termasuk PPP. Menurut KH. Athian dukungan partai kepada penista agama sebagai calon gubernur sebagai bukti nyata bahwa ummat Islam hanya dijadikan komodite politik saja.

“Ini menunjukkan bahwa partai tidak sepenuhnya memperjuangkan dan mendukung kepentingan ummat Islam. Partai hanya memanfaatkan suara ummat untuk meraih kekuasaan saja. Setelah kekuasaan didapat maka ummat segera dilupakan,”ungkapnya.

Ia berharap ummat Islam kedepan lebih cermat dan cerdik dalam menentukan pilihan khususnya jika disalurkan melalui partai politik. Sebab, sambung KH Athian, harus disadari bahwa tidak ada parpol yang betul-betul seratus persen mau memperjuangkan kepentingan ummat Islam. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: global

(Visited 4 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment