Apakah Nama Anak Harus Memakai Bahasa Arab?

keluarga

Assalamu’alaykum, Pak Aam, alhamdulillah insya Allah dalam waktu dekat kami akan dikaruniai anak. Saya dan istri sudah menyiapkan nama namun keluarga besar khususnya keluarga istri kurang setuju karena tidak memakai nama berbahasa Arab. Menurut kami nama-nama yang sudah kami siapkan berarti baik dan bagus meski bukan berasal dari bahasa Arab. Kami sempat dinasihati katanya nama anak harus memakai bahasa Arab yang mengandung doa. Apakah nama anak harus dari bahasa Arab dan bagaimana etikanya? Mohon penjelasannya dan terima kasih. (Andy by email)

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb, iya pak Andi dan pembaca sekalian, secara pribadi saya turut berbahagia dan  Alhamdulillah anda dan istri akan dikaruniai anak. Semoga kelak menjadi anak yang shalih dan shalihah. Perlu diketahui bahwa salah satu kewajiban orangtua kepada anak-anaknya selain memberikan nafkah yang halal dan memberikan pendidikan (tarbiyah) yang baik, adalah juga memberikan nama yang baik pula baik yang bermakna doa maupun mengacu pada teladan orang-orang shalih. Salah satu dalil atau anjurannya adalah hadits dari Rasulullah Saw:

Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang shalih” (HR. Muslim).

Terkait dengan anjuran atau perintah bahwa nama harus menggunakan bahasa Arab ini memang tidak ada dalilnya. Tidak ada perintah baik dalam Al Quran maupun ungkapan Rasulullah Saw (hadits) bahwa dalam memberi nama harus bahasa Arab. Sebab belum tentu semua bahasa Arab itu berarti baik dan doa. Contohnya : Munafikun, ini bahasa Arab juga namun artinya orang yang munafik. Demikian juga misalnya Al Latta, Al Uzza yang merupakan lambing atau sebutan bagi perhala zaman jahiliyah. Atau misalnya nama orang Arab contoh Abu Lahab atau Abu Jahal kan ini nama juga berbahasa Arab namun berarti buruk atau negatif.

Hemat saya kita boleh memakai nama-nama untuk anak-anak kita dengan bahasa lain selain Arab dengan arti dan maksudnya baik dan mulia, misalnya bahasa latin atau bahasa Sunda , Jawa atau Indonesia dan sebagainya. Dengan catatan tentu harus berarti baik dan mengandung harapan baik.  Dengan demikian penggunaan bahasa untuk nama anak tidak dibatasi dengan harus memakai bahasa Arab.

promooktober

Namun demikian sebagai seorang muslim khususnya para orangtua kita disunnahkan dalam memberikan nama-nama kepada bayi-bayi dengan kalimat atau nama yang baik. Ada beberapa kaidah atau tuntunan terkait memberi nama anak ini yang perlu diperhatikan yakni:

Pertama, nama-nama yang disukai Allah seperti nama Abdullah dan Abdurrahman.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Muslim dalam Kitab Shahihnya dari Ibnu Umar ra dimana Rasulullah Saw,bersabda,

Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim).

Nama tersebut adalah nama terbaik, sampai-sampai di kalangan para sahabat terdapat sekitar 300 orang yang bernama Abdullah.

Kedua, memberi nama dengan nama para nabi dan rasul.

Memberi nama anak dengan nama nabi atau rasul mempunyai alasan sebab mereka adalah orang-orang yang memiliki akhlak yang paling mulia dan memiliki amalan yang paling bersih. Diharapkan dengan memberi nama seorang anak dengan nama nabi ataupun rasul dapat mengenang mereka juga karakter dan perjuangan mereka.

Nabi Saw sendiri juga pernah menamakan anaknya dengan nama Ibrahim, nama ini juga beliau berikan kepada anak sulung Abu Musa radhiallahu ‘anhu dan beliau juga menamakan anak Abdullah bin Salaam dengan nama Yusuf.

Ketiga, memberi nama dengan nama orang-orang shalih di kalangan kaum muslimin terutama nama para sahabat Rasulullah Saw. Dalam sebuah hadits shahih dari al-Mughirah bin Syu’bah ra bahwasanya Rasulullah Saw bersabda,

Mereka dahulu suka memakai nama para nabi dan orang-orang shalih yang hidup sebelum mereka.” (HR. Muslim)

Keempat, memilih nama yang mengandung sifat yang sesuai orangnya. Namun dengan syarat nama tersebut tidak mengandung pujian untuk diri sendiri, tidak mengandung makna yang buruk atau mengandung makna celaan, seperti Harits (orang yang berusaha) dan Hammam (orang yang berkeinginan kuat) dan sebagainya.

Jadi pak Andy sekali lagi menurut saya tidak ada dalil bahwa memberi nama harus dengan bahasa Arab. Namun tentu saja nama ini akan dipakai selama ia hidup meski bisa saja diganti, sebaiknya nama harus baik dan mengandung doa serta harapan mulia.

Demikian juga terkait dengan suku kata tidak ada batasan jadi boleh satu kata, dua suku kata atau tiga suku kata dan seterusnya. Namun jika mengacu pada saat kita membuat paspor maka nama harus mengandung tiga suku kata. Demikian semoga dapat dipahami. Wallahu’alam. [ ]

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

(Visited 20 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment