Hukum Bersuci Dengan Tisu

tisu

Assalamu’alaykum, Pak Aam, mohon maaf mau bertanya, ceritanya suami saya mendapat tugas ke luar negeri. Sementara di luar negeri semua toiletnya hanya menggunakan tisu untuk bersucinya. Apakah ketika hendak shalat harus dicuci atau dibersihkan kembali ? Mohon penjelasannya. Terima kasih. ( Elys by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb, Iya Ibu Elys dan pembaca sekalian sebagaimana yang kita pahami bersama bahwa bersuci baik dari hadas kecil maupun besar adalah sebuah kewajiban sebelum melaksanakan shalat. Untuk yang kecil bisa dilakukan dengan berwudhu, sementara yang besar maka harus mandi.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Rasulullah Saw dalam haditsnya seperti riwayat Abu Hurairah ra  :

Dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda: Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima apabila ia berhadas hingga ia berwudhu

Demikian juga sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra , ia berkata : “Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda: Tidak diterima Shalat tanpa bersuci dan tidak diterima shadaqah dari hasil menipu”.

Nah terkait dengan cara menghilangkan hadas kecil setidaknya ada tiga hal yang dilakukan seseorang setelah buang air baik kecil maupun besar,

  1. Hanya bersuci dengan air saja.

Hal ini dibolehkan dengan mengacu pada dalil yakni, hadits dari Anas bin Malik ra,

Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam buang hajat, kemudian aku bersama teman mainku membawakan seember air dan tongkat kecil. Kemudian beliau bersuci dengan air”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian jika ditinjau dari sisi hukum maka hukum asal menghilangkan najis adalah dengan air. Cara ini adalah cara yang sempurna yakni bersuci dengan air yang suci juga yakni tidak bercampur dengan najis.

  1. Bersuci hanya dengan batu saja,

Hal ini juga diperbolehkan berdasarkan hadits Ibnu Mas’ud ra,

Rasulullah Saw pernah buang air dan beliau meminta untuk dibawakan tiga batu. (namun beliau diberi 2 batu dan satu kotoran kering keledai). Kemudian beliau mengambil dua batu dan membuang kotoran kering keledai, dan bersabda: “Ini benda najis.” (HR. Bukhari)

Dalil yang lain adalah hadits yang mengacu pada perkataan  Abu Hurairah ra, bahwa “Beliau membawakan beberapa batu untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau letakkan dalam sebuah kain dan beliau taruh di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, setelah itu Abu Hurairah pergi”. (HR. Bukhari).

Cara bersuci dengan batu atau benda lain selain air, disebut istijmar. Dalam keadaan darurat dimana tidak ada air bersih maka istijmar ini diperbolehkan. Namun jika ada air maka air lebih utama untuk bersuci.

Ada beberapa catatan  terkait dengan kegiatan bersuci ini yang perlu diketahui oleh kaum muslimin sekalian yaitu:

Alat bersuci selain air, tidak harus berupa batu. Tapi………..

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 27 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment