Fakta Seputar Ibadah Haji yang Perlu Anda Ketahui

kota mekkah

PERCIKANIMAN.ID – Dalam banyak hadits, Rasulullah Saw. menyebutkan tentang amal-amal yang utama dan salah satunya adalah menunaikan ibadah haji . Dalam ibadah tersebut, jamaah menelusuri kembali jejak-jejak para nabi dan menyaksikan pengabdian mereka kepada Allah SWT melalui berbagai situs Islam yang terdapat di Kota Suci.

Setiap tahun jamaah haji terus bertambah. Berikut adalah fakta-fakta tentang jamaah haji yang harus Anda ketahui:

1. Haji merupakan rukun Islam kelima. Haji merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang mampu secara finansial dan fisik. Untuk umat kategori tersebut, menunaikan haji wajib setidaknya sekali seumur hidup. Dalam Surah Ali Imran ayat 97 Allah berfirman, “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. Ritual haji ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW, namun aktivitas haji banyak berkenaan dengan kehidupan Nabi Adam AS dan Nabi Ibrahim AS.

2. Jamaah yang menyelesaikan seluruh proses haji disebut ‘haji’. Seringkali mereka menyematkan predikat tersebut di depan namanya masing-masing. Pasalnya ‘gelar’ tersebut sangat dihormati dalam budaya Muslim.

3. Selama menjalankan proses haji, jamaah pria membalut dirinya dengan dua potong kain putih. Sementara jamaah perempuan menggunakan jilbab yang menutupi rambut leher, dan bagian tubuh atas mereka.

4. Tidak ada pemisahan gender saat di Masjidil Haram selama berhaji, tidak seperti ketika berada di situs Islam lain. Di masjid ini, laki-laki dan perempuan berdampingan untuk menunjukkan bahwa semua orang sama di hadapan Allah SWT. Namun setelah proses haji selesai, pemisahan gender dipraktikkan kembali.

5. Muslim dapat mengunjungi Makkah dan situs di sekitarnya setiap saat sepanjang tahun. Tetapi, ritual haji hanya bisa dilakukan pada bulan Dzulhijjah. Aktivias berziarah dan mengunjungi Kota Suci di luar waktu tersebut disebut umrah.

6. Puncak haji dilakukan saat Idul Adha, yakni saat umat Islam memperingati kesediaan Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan anaknya (Nabi Ibrahim AS) demi menjalankan perintah Allah SWT.

7. Sedikitnya 9 persen dari populasi Muslim di dunia pernah menunaikan haji. Mereka yang tinggal di dekat Makkah lebih mudah melaksanakannya. Sekitar 20 persen Muslim Mesir mengatakan telah melaksanakan haji, sedangkan warga Indonesia yang baru menunaikan rukun Islam tersebut baru 3 persen.

8. Haji kini menjadi salah satu industri besar mengingat biaya yang harus dikeluarkan setiap jamaah paling sedikit 5.000 dolar AS. Rata-rata 14.500 Muslim Amerika AS menunaikan haji setiap tahunnya.

9. Dalam beberapa tahu terakhir, Pemerintah Arab Saudi membatasi jumlah kuota jamaah haji di setiap negara mengingat pesatnya minat jamaah setiap tahun. Pada 2013 misalnya, ada sekitar 3,1 juta orang melaksanakan haji. Untuk mengakomodasi kebutuhan jamaah, Pemerintah Saudi
memperluas area Masjidil Haram.

10. Banyak Muslim di seluruh dunia mengkritik pemerintah Saudi karena dituding mengkomersilkan ibadah haji. Mereka ingin agar Pemerintah Saudi tidak mencemari ibadah haji yang seharusnya murni suci demi mementingkan kepentingan diri sendiri.

11. Sebuah “crane” yang digunakan dalam proyek perluasan Masjidil Haram di Makkah pernah runtuh dan menewaskan lebih dari 100 orang pada 2015. Kecelakaan ini disebut-sebut sebagai insiden paling mematikan akibat “crane” runtuh. Sebelumnya, insiden paling mematikan akibat runtuhnya alat konstruksi terjadi di New York City pada 2008 yang menewaskan tujuh orang.

12. Beberapa aktivitas utama haji melibatkan angka tujuh. Salah satunya tawaf yang harus mengitari Kabah sebanyak tujuh kali. Kabah adalah paling suci bagi umat Islam. Kegiatan lainnya yakni sai antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.

13. Puncak haji yakni pada saat Idul Adha merupakan hari libur besar bagi umat Islam. Di hari tersebut (10 Dzulhijjah) Muslim di seluruh dunia menikmati tradisi menyembelih hewan seperti sapi, kambing, atau domba. Daging hewan kurban akan dibagikan kepada orang-orang tidak mampu. Kegiatan menyembelih hewan kurban dianalogikan dengan peristiwa kebersediaan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putranya, Ismail AS, atas perintah Allah SWT.

Sumber : Beliefnet

(Visited 5 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment