Pilar-pilar Keluarga Sakinah

keluarga

Assalamu’alaykum. Ustadz mohon penjelasannya tentang tips membentuk keluarga yang sakinah. Insya Allah dalam waktu dekat ini saya melangsungkan pernikahan, sekaligus mohon doanya. Terima kasih ( Hana by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb. Iya teh Hana dan pembaca sekalian, dapat dipastikan bahwa setiap orang khususnya kaum muslimin menginginkan mempunyai keluarga yang sakinah. Keluarga sakinah adalah proses dinamis yang melibatkan kepiawaian seluruh anggota keluarga. Karena ini melibatkan seluruh anggota keluarga yakni ayah (suami), ibu (istri) dan anak-anak maka diperlukan adanya  dialog yang sehat adalah keniscayaan dalam setiap prosesnya.

Untuk memasuki keluarga sakinah maka harus adanya sebuah pernikahan yang sesuai dengan syariat Islam. Di dalam pernikahan sendiri ada yang disebut dengan mitsaaqan ghalidha (perjanjian agung) yang sarat makna dan ibadah yang paling lama dalam kehidupan. Selama suami dan istri terikat dalam keluarga maka perjanjian ini harus di pegang. Hal ini sebagaimana yang telah Allah Swt firmankan:

“… isteri telah mengambil perjanjian yang kokoh (mitsaqon gholizho) dari kamu [suami].” (Q.S. An-Nisa 4 : 21).

Keutamaan mempunyai keluarga yang sakinah adalah sebuah keuntungan yang bukan hanya di dapat dirasakan di dunia namun hingga akhirat kelak. Sebagaimana yang Rasulullah Saw sabdakan :

promo oktober

“Dunia adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan adalah pasangan yang shaleh.” (H.R. Muslim)

Gambaran keluarga sakinah dapat sampaikan sebagai berikut yakni sebagai tempat mencurahkan kasih sayang, tempat beristirahat melepas kepenatan, tempat canda, curhat & bercengkrama, tempat aktualisasi & eksistensi diri, tempat berlomba dalam ketaqwaan. Sebagai sebuah lembaga terkecil maka keluarga sakinah adalah sebagai universitas kehidupan untuk belajar tentang kehidupan.

Ada beberapa pilar dalam membentuk keluarga sakinah yang dapat kita lakukan dan bangun bersama seluruh anggota keluarga.

  1. Kekuatan Agama

Dalam kehidupan berumah tangga sudah dipastikan akan terjadi sejumlah perbedaan; perbedaan cara berfikir, kultural bahkan status sosial.  Kekuatan agama diharapkan  akan menjembatani perbedaan-perbedaan antara suami dan istri.

Rasulullah saw bersabda: “Apabila Allah akan memberikan kebaikan pada seseorang, maka akan Allah tumbuhkan tafaqquh fid-din (semangat   memahami ajaran Islam)”  (HR. Bukhari)

  1. Kekuatan Cinta

Ada tiga Tingkatan Cinta

  • Rohmah, Cinta yang tidak terhingga dari Allah kepada makhluk
  • Mawaddah, Cinta yang tidak terhingga dari mahluk kepada mahluk
  • Mahabbah, Cinta yang bersifat sementara terhadap suatu objek
  1. Kekuatan Do’a

Rumah tangga itu ibadah terlama yang membutuhkan kesabaran ekstra dan harus selalu dipupuk dengan untaian do’a-do’a terindah. (lihat QS. Al-Baqarah 2:186)

Saat  memberi ucapan suka cita kepada pengantin, kita dinjurkan untuk mendoakannya. Saat suami-istri akan melakukan hubungan intim dianjurkan berdoa. Saat mempunyai anak dianjurkan untuk ber-akikah (mengantar anak-anak dengan untaian do’a). Simpulnya… Semua aktivitas berumah tangga selalu dibarengi dengan untaian-untaian doa.

  1. Kekuatan Kata-kata

Suami-istri harus saling menjaga perasaan dan kehormatan masing-masing. Suami-istri harus selalau menggunakan kalimat-kalimat terbaik dan terindah serta kalimat-kalimat terpuji dan terhormat saat berbicara pada pasangannya (QS. An-Nahl 16:125)

Suami-istri harus menggunakan panggilan-panggilan yang semakin mempererat hubungan psikis diantara mereka. Jauhi panggilan-panggilan buruk, prasangka buruk dan mencari-cari kesalahan pasangannya (QS. Al-Hujurat 49:11-12)

  1. Kekuatan Ilmu

Rumah tangga adalah ibadah terlama dalam kehidupan. Rumah tangga membutuhkan sebongkah kesabaran, setumpuk do’a, dan segudang ilmu. Suami-istri harus selalu belajar dan mempelajari sifat dan karakter pasangannya dan menerima kekurangan masing- masing dan berusaha memperbaikinya semampu mungkin. Buka mata, telinga, fikiran dan hati untuk selalu belajar dan belajar. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang selalu belajar

“… , niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah 58 : 11)

Intinya keluarga sakinah itu harus di bangun sejak awal pernikahan hingga akhir hayat. Artinya bukan sesuatu hadiah yang turun tiba-tiba. Untuk membahas tentang makna dan tips membangun keluarga sakinah Anda bisa membaca buku saya yang berjudul “ Insya Allah Sakinah” dan bisa menghubungi costumer service: 0811 2202 496. Wallahu’alam.[ ]

 

Buku insya Allah Sakinah

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

(Visited 8 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment