Hukum Resepsi Pernikahan Menurut Islam

Resepsi pernikahan 2

 

Assalamu’alaykum, Pak Aam, insya Allah dalam beberapa bulan kedepan saya akan menikah. Namun ada beberapa pertanyaan seputar pernikahan. Apakah mengadakan resepsi pernikahan itu wajib ? Apakah sah kalau pernikahan tanpa ada resepsi karena keterbatasan dana ? Mohon penjelasan disertai dalil. Terima kasih [ Yusuf  by email ]

 

 

 

Wa’alaykusalam wr wb. Iya Kang Yusuf sebelumnya saya selaku pribadi berdoa semoga nanti pernikahannya berjalan lancar dan penuh kebarokahan. Resepsi pernikahan dalam istilah ajaran Islam disebut walimah. Walimah  merupakan salah satu sarana untuk mengumumkan bahwa kita telah menikah sehingga kalau   berdua-duaan dengan istri atau suami kita tidak akan menjadi fitnah.

iklan donasi pustaka2

Walimah secara bahasa artinya  berkumpul. Dikatakan demikian karena dalam pelaksanaannya  terjadi pertemuan antara kaum kerabat, teman-teman dan tetangga untuk menikmati hidangan yang disiapkan kedua mempelai.

Mengadakan walimah pada   hukumnya sunnah, walau pun ada juga sebagian ulama mengatakan wajib. Hal ini merujuk pada sabda Nabi saw : “Adakanlah walimah sekalipun hanya dengan seekor kambing”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Bagi mereka yang mampu dianjurkan untuk mengadakan walimah minimal dengan menyembelih seekor kambing atau dengan makanan-makanan yang senilai dengan harga kambing. Nabi Saw. pun pernah menyembelih seekor kambing ketika mengadakan walimah untuk perkawinan beliau dengan Zainab r.a.

Walimah bukan salah satu syarat sahnya pernikahan. Syarat sahnya pernikahan adalah  ada kedua calon mempelai,  ada wali yang menikahkannya, ada saksi, ada mahar, dan  terjadi ijab-qabul antara wali dan calon mempelai laki-laki. Jadi apabila pernikahan tanpa walimah, maka pernikahannya sah karena walimah tidak termasuk salah satu syarat sahnya pernikahan. Namun sangat afdhal kalau kita berusaha mengadakan walimah walaupun dengan sangat sederhana.

Bagaimana hukum menghadiri undangan resepsi atau walimah pernikahan ? Jumhur ulama mengatakan bahwa hukum menghadirinya itu wajib kecuali kalau ada uzur atau halangan yang tidak bisa dihindari misalnya sakit, safar, ada beberapa undangan yang berbarengan waktunya hingga kita tidak menghadiri semuanya, dll.

Adapun yang menjadi dalil wajibnya menghadiri undangan resepsi atau walimah pernikahan adalah sabda Nabi Saw berikut : “Jika kamu diundang untuk menghadiri walimah, maka datanglah”. (HR. Bukhari dan Muslim).  Dalam riwayat lain disebutkan: “Barangsiapa yang tidak memenuhi undangan walimah, maka sesungguhnya ia telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya”. (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Saat kita menghadiri undangan resepsi pernikahan dianjurkan untuk mendoakan kedua mempelai dengan do’a :

Baarakallahu laka wa baaraka ’alaika wajama’a bainakumaa fii khairin” artinya ”Mudah-mudahan Allah memberi barokah kepada Anda berdua   dan mudah-mudahan Allah mempersatukan  Anda berdua dalam kebaikan.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibn Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Kesimpulannya, walimah bukan termasuk syarat sahnya pernikahan. Karena itu, pernikahan  dinilai sah walaupun tanpa diadakan walimah. Namun alangkah baiknya kalau diadakan walimah walaupun sangat sederhana karena walimah berfungsi sebagai pengumuman bahwa kita telah telah menikah. Wallahu A’lam. [ ]

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

 

(Visited 22 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Hukum Resepsi Pernikahan Menurut Islam”

  1. yuli

    asalamualaikum… ma.af mengganggu boleh kah saya bertanya. perihal pernikahan saya…
    swami saya dulu khatolik. saya islam . kami menikah mengikuti. agama islam. dan swami saya pun berpindah agama. tapi. keyakinan. swami saya. pun tetap yang dulu. dan dia pun berpindah lagi agama khatolik. …
    permasalahan nya apa kah sah kalo kami terus menjalani. agama masing masing…apa kah dosa… mohon dijawab… biar saya tau…
    trimakasih.
    wasalamu alaikum waaroh matuwloh hiwabarakatuh..

Leave a Comment