Apakah Rambut Rontok Ketika Haid Harus Dikumpulkan ?

muslimah

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon penjelasannya. Saya pernah mendengar disaat  haid kita tidak boleh keramas dan harus mengumpulkan rambut yang sudah rontok untuk di bersihkan saat mandi besar atau ketika selesai haid, apakah betul demikian?. Lalu amalan apa saja yang boleh dikerjaan saat haid? Terima kasih. (Lely by email)

 

 

 Wa’alaykumsalam wr wb. Iya Bu Lely dan pembaca sekalian, haid atau menstruasi adalah prose salami bagi wanita yang sudah baligh dan sebelum monopouse atau masa produktif. Haid sendiri jika ditinjau medis adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus ( rahim ) disertai pelepasan ( deskuamasi ) lapisan terdalam dari rahim ( endometrium )

Haid adalah perkara pokok yang harus di ketahui seorang muslimah.  Banyak informasi didasarkan pada masalah haid.  Tak hanya masalah kesehatan  namun juga agama .Di dalam masalah agama , permasalahan haid berhubungan dengan hukum Islam yang harus dipahami oleh setiap wanita muslimah. Terkait dengan haid ini dalam Al Quran Allah Swt berfirman:

Mereka bertanya kepadamu tentang (darah) haid. Katakanlah, “Dia itu adalah suatu kotoran (najis)”. Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di tempat haidnya (kemaluan). Dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka suci (dari haid). Apabila mereka telah bersuci (mandi bersih), maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Dari penjelasan ayat tersebut salah satu larangan bagi wanita yang sedang haid khususnya yang telah bersuami adalah dilarang melakukan hubungan suami istri atau jima dan juga mengerjakan shalat serta puasa. Dalam penjelasan hadits yang disampaikan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda:

promooktober1

Barangsiapa mendatangi seorang dukun kemudian membenarkan apa yang dia katakan, atau mendatangi seorang wanita yang sedang haid, atau mendatangi (jima’ dengan) wanita lewat duburnya, maka dia telah berlepas diri dari apa yang telah diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Abu )

Terkait dengan haid ini banyak mitos yang berkembang khususnya masyarakat tradisional baik yang bersifat tahayul maupun seolah-olah ilmiah atau logic padahal hanya mitos. Seperti  halnya yang ibu tanyakan ini mitos dan bukan syariat.  Secara syariat wanita yang sedang haid itu dilarang shalat, puasa, hubungan intim, dan thawaf. Apa yang Anda tanyakan dan mungkin ada yang lainitu hanya mitos yang ada di masyarakat. Tidak ada dalilnya bahwa rambut yang rontok berjatuhan harus dikumpulkan, untuk dibersihkan pada mandi besar setelah selesai haid. Banyak mitos-mitos yang dianggap menjadi syariat Islam padahal hanyalah keyaninan tradisional yang turun temurun. Anda tidak berdosa membuang rambut yang rontok tersebut.

Terkait dengan dengan amalan apa saja yang dapat Anda lakukan saat wanita sedang haid? Tentu banyak, kecuali yang disebutkan diatas tadi. Anda bisa mendengarkan pengajian, mengajar, berdzikir, menyantuni anak yatim, membantu orang lain dan sebagainya. Meski Anda tidak shalat dan tidak puasa misalnya insya Allah pahala Anda tidak berkurang. Ada banyak amal shalih yang bisa Anda kerjakan.

Untuk lebih jelasnya Anda bisa membaca tentang Fiqih Wanita 4 Mahzab yang banyak membahas tentang permasalahan wanita termasuk masalah haid. Jika pembaca ada yang berminat silakan hubungi ke 0811-2202-496. Wallahu’alam. [ ]

Buku Fiqh Wanita

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 49 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment