Cek Kesehatan Bayar Dengan Sampah, Cara Unik RZ Mendidik Masyarakat

RZ Bayar sampah

 

PERCIKANIMAN.ID – – Melalui Klinik Sedekah Sampah, Rumah Zakat (RZ) mengoptimalkan pengelolaan sampah yang ditukar dengan layanan kesehatan. Menurut Public Health Rumah Zakat Solo, Anto, program ini merupakan salah satu langkah untuk mengoptimalisasikan pengelolaan sampah di Desa Mojosongo, Kota Solo.

“Kami lihat potensi lansia di wilayah ini sangat besar. Menurut data yang kami peroleh jumlah mereka mencapai 150 orang. Jadi, sayang kalau tidak dioptimalkan untuk turut serta dalam membangun lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Anto, dalam rilisnya Jumat (7/4/2017).

iklan donasi pustaka2

Para lansia diminta untuk memilah sampah di rumah masing-masing. Kemudian pada saat posyandu dilaksanakan, sampah tersebut disetorkan kepada petugas kesehatan. Selain untuk menjaga lingkungan, ini juga membiasakan para lansia untuk bersedekah.

Anto menambahkan, dalam program Klinik Sedekah Sampah ini juga diberlakukan sistem subsidi silang. Artinya, setiap lansia yang memiliki sampah lebih dapat membantu lansia lain yang belum bisa mengumpulkan sampahnya.

“Kami mencoba untuk memberikan kesempatan kepada setiap lansia yang membutuhkan agar tetap dapat menerima layanan kesehatan. Kami ajak mereka untuk peduli dengan  menyedekahkan sampahnya dan menjaga lingkungannya,” pungkas Anto.

Sebelumnya sebagai upaya untuk membangun desa yang terbebas dari sampah, Rumah Zakat gencar melakukan sosialisasi kepada warga mengenai Program Sedekah Sampah dan  Bank Sampah. Dalam sosialisasi tersebut, Rumah Zakat membangun sinergi dengan berbagai pihak salah satunya melalui posyandu di Desa Bulupasar, Kec. Dandangan, Kediri.

“Kegiatan ini dalam rangka mensosialisasikan apa itu Bank Sampah dan Sedekah Sampah kepada para orangtua balita dan kader di Posyandu. Kami ingin sama-sama memperbaiki lingkungan agar bebas sampah yang nantinya tentu akan membuat lingkungan menjadi lebih sehat,” jelas Yuyun,

Dalam kesempatan tersebut, selain menjelaskan mengenai Bank Sampah dan Program Sedekah Sampah, Yuyun juga memberikan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik dan non organik. Yuyun menambahkan, setelah adanya sosialiasi tersebut, diharapkan warga dapat mengelola sampah rumah tangga yang mereka hasilkan dengan baik, sehingga tidak merusak dan mengotori lingkungan sekitar.

Selain Bank Sampah dan Sedekah Sampah, Desa Berdaya Dandangan juga menggalakan Kebun Gizi Warna Warni. Menurut Hana, gerakan tersebut bertujuan untuk menarik perhatian warga agar mau menanam sayur di sekitar rumahnya.

“Di desa ini kami mencoba untuk membangun masyarakat sehat melalui kebiasaan kecil yang dapat kita lakukan sehari-hari. Sehingga dampak positif dari apa yang telah dilakukan, akan kita rasakan di kemudian hari. Semoga warga tetap konsisten dan semakin banyak masyarakat yang ikut aktif dalam program yang kami jalankan ini,” kata Hana, Fasilitator Desa Berdaya Dandangan. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Foto: rz

 

(Visited 2 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment