Bolehkah Istri Menceraikan Suami ?

cerai-1

Assalamu’alaykum, Pak ustadz mohon penjelasan dan nasihatnya. Saya sudah menikah 4 tahunan dan mempunyai 1 anak. Namun sejak tahun pertama suami sudah mulai kasar baik ucapan maupun tangannya. Saya mencoba bertahan dan bersabar demi anak. Namun setahun terakhir saya mulai tidak tahan dan ingin berpisah dengannya. Apa yang harus saya lakukan sebagai istri apabila mendapatkan kekerasan lahir dan batin dari suami. Bolehkah istri menceraikan atau mentalak suaminya ? terima kasih ( NN by email)

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb, Sesunggunya bila Anda sebagai istri berada dalam posisi terdzalimi, Anda mempunyai kewenangan untuk melepaskan diri dari ikatan pernikahan, yaitu dengan cara mengajukan khulu. Khulu artinya mengembalikan maskawin kepada suami dengan niat melepaskan diri dari ikatan pernikahan.

Jadi, suami ataupun istri memiliki fasilitas untuk melepaskan diri dari ikatan pernikahan sekiranya salah satu diantara mereka merasa terdzalimi; suami mempunyai otoritas talak, sedangkan istri mempunyai otoritas khulu. Jadi dua-duanya mempunya “senjata” untuk lepas dari ikatan pernikahan sekiranya pernikahan itu dianggap memadharatkan.

Istri yang terdzalimi suami, misalnya sering mendapatkan kekerasan fisik maupun batin (KDRT) atau  karena suami tidak menafkahi lahir maupun batin, maka sekali lagi ditegaskan bahwa seorang istri mempunya fasilitas untuk lepas dari ikatan pernikahan dengan menyerahkan mahar kepada suami yang zalim tersebut.  Kalau istri mengembalikan maharnya sebagai wujud protes atas kezaliman suami, maka suami harus menerima keputusan istrinya itu.

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang dzalim. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 229)

promooktober

Inilah ayat yang menjelaskan tentang khulu. Pada ayat ini ada penegasan Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya.

 Yang dimaksud dengan bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya adalah istri mengembalikan mahar yang telah diterimanya sebagai bentuk penebusan diri untuk lepas dari ikatan pernikahan. Jadi bukan istri yang meceraikan suami namun seorang istri mengajukan gugat cerai kepada pengadilan.

Namun demikian, untuk mendapatkan aspek legalitas-formal dari negara atau mendapatkan surat cerai, maka Anda harus tetap mengurusnya ke Pengadilan Agama dengan melakukan gugat cerai kepada suami. Ketika dulu bertemu kemudian dilanjutkan dengan menikah secara ma’ruf maka alangkah baik dan bijaksananya jika terpaksa harus mengakhiri kebersamaan dalam rumah tangga (cerai) maka lakukan dengan ma’ruf juga. Berpisahlah dengan pasangan secara baik dan terhormat dan jangan mendzalimi. Semakin lama mendzalimi baik kepada istri maupun suami maka tentu dosanya semakin besar.

Untuk pembahasan rumah tangga dan solusinya saya sudah menuliskannya dalam sebuah buku yang berjudul  Insya Allah Sakinah . Dalam tersebut saya membahasnya lebih rinci sehingga mudah dipahami. Bagi yang membutuhkan bisa menghubungi: 0811-2202-496. Demikian jawawab saya semoga bermanfaat. Wallau a’lam.[ ]

Buku insya Allah Sakinah

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 27 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Bolehkah Istri Menceraikan Suami ?”

  1. Artikel-artikel yang disajikan di web Percikan Iman ini sangat bermanfaat bagi pembaca. Bagi Anda masih ingin belajar terus mengkaji ilmu agama, dapatkan buku buku berkualitas di Jual Buku Islam Online, situs jual buku terlengkap

    Terimakasih,

    https://goo.gl/w9iaZ5

Leave a Comment