Cara Berdakwah Dalam Keluarga

Lampu

Assalamu’alaykum Pak Ustadz mohon doanya insya Allah dalam waktu dekat ini saya akan menikah. Namun ada sedekit ganjalan dimana keluarga calon suami saya masih melaksanakan tradisi atau adat yang tidak dicontohkan RasulullahSaya sendiri sudah mempunyai rencana untuk sedikit merubah atau memahamkan tentang ajaran Islam yang benar. Kira-kira apa yang harus saya lakukan dan bagaimana sebaiknya saya bersikap karena kami akan tinggal di lingkungan keluarga besar suami? Mohon nasihatnya dan terima kasih ( Ella by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya teh Ella apa yang Anda rencanakan sangat baik dan mulia sebagai bagian dari dakwah. Begini pada prinsipnya, di manapun Anda berada, dakwah tetap harus ditegakkan. Bagaimana caranya?  Semua dikembalikan pada kadar kemampuan Anda. Kalau mempunyai kapasitas ilmu, Anda bisa berbicara untuk menjelaskan persoalan-persoalan yang dianggap bukan dari ajaran Islam yang oleh keluarga besar suami masih dilakukan.

iklan donasi pustaka2

Kalau Anda tidak bisa melakukan hal itu, Anda cukup berontak dengan hati karena hal itu juga masuk dalam kategori dakwah. Itulah yang dikatakan mengubah atau menolak kemunkaran dengan hati. Kalaupun  suatu saat Anda tidak bisa menolak, maka silakan duduk di situ dengan niat untuk silaturahmi.

Prinsip berdakwah ini sebagaimana dijelaskan Allah dalam berfirman,

Serulah manusia ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. An Nahl [16]: 125)

Ayat ini menegaskan bahwa Anda tidak punya otoritas untuk memberi petunjuk kepada siapapun karena hal itu merupakan otoritas Allah Swt. Tugas Anda adalah menyampaikan dan mengajak. Adapun orang itu akan mendapatkan pencerahan atau tidak, sesungguhnya Tuhanmu yang maha tahu siapa yang sesat dari jalan Nya.”

Jadi sekali lagi ditegaskan bahwa tugas Anda hanyalah menyampaikan (dakwah). Bagaimana caranya? Sampaikan dengan menggunakan ilmu, bahasa yang santun, dan apabila terjadi perdebatan, maka berdebatlah dengan cara yang terbaik. Kalau ternyata orang tidak mau mendengar, maka hal itu sudah bukan merupakan wilayah Anda.

 “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Q.S. Al-Qashah [28]: 56)

Disamping itu, Anda juga harus selalu memperlihatkan akhlak yang mulia serta menampakkan perilaku yang indah sehingga orang tertarik dengan akhlak tersebut. Boleh jadi, kesolehan akhlak, keindahan akhlak, kemuliaan kata-kata, serta keindahan perilaku yang Anda tunjukkan akan lebih efektif daripada omongan yang Anda ucapkan. Itulah yang perlu Anda perhatikan dalam dakwah di keluarga besar.

Tentu alangkah baiknya Anda nanti membicarakannya dengan suami Anda karena secara psikologis ia lebih mengenal keluarganya sehingga bisa ditentukan metode apa yang cocok. Tetaplah bersikap lemah lembut dan santun kepada mereka. Tak lupa Anda juga harus menyiapkan mental sebab belum tentu dakwah Anda langsung diterima perlu kesabaran. Mungkin ada sebagian dari mereka yang belum bisa menerima dakwah Anda sehingga akan bersikap sedikit berbeda maka dari itu mental Anda harus siap dan kuat jika itu terjadi. Selamat menempuh hidup baru, semoga Anda dan pasangan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan penuh rahmah. Wallahu a’lam. [ ]

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment