Pintu Menuju Kebahagian

Bahagia

Assalamu’alaykum. Pak ustadz mohon dijelaskan hakikat kebahagian menurut Islam dan cara meraihnya. Demikian juga pintu-pintu menuju kebahagian yang dapat kita tempuh. Terima kasih ( Nanda by email)

 

Wa’alaykumsalam wr wb, iya Nanda serta pembaca sekalian, kita yakin pasti semua orang ingin hidup bahagia. Tak jarang orang melakukan segala cara untuk meraih kebahagian tersebut dengan bekerja keras supaya dapat atau mempunyai harta yang banyak dan sebagainya. Padahal kebahagian itu tidak bisa dilihat atau ukur dengan materi namun bisa dirasakan dengan hati.

Tidak ada definisi secara baku tentang makna kebahagian itu seperti apa namun kalangan psikolog mengemukakan bahagia memiliki beberapa makna, Pertama bahagia adalah jiwa yang tentram karena telah tercapainya suatu harapan atau keinginan. Kedua   bahagia adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan keimanan dan berperilaku sesuai dengan keyakinannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam Al Quran:

Apa saja yang diberikan Allah kepadamu,  itu adalah kenikmatan (kebahagiaan) hidup duniawi dan perhiasannva. Sedang apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Apakah kamu tidak memahaminya?” (Q.S. Al-Qashash 28 : 60)

Sementara kalo menurut Imam Al-Ghazali, berpendapat bahwa puncak kebahagiaan bagi seorang yang beriman  adalah jika ketika kita berhasil mencapai ma’rifatullah (telah mengenal Allah SWT). Tentu saja ada tangga-tangga atau jalan menuju ma’rifatullah yang bisa kita baca melalui buku-bukunya.

promooktober

Secara umum ada beberapa sumber kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh seseorang atau setiap orang. Sumber kebahagian secara umum itu meliputi cinta, keimanan dan keikhlasan. Banyak orang yang merasa bahagia ketika cintanya kepada lawan jenisnya terbalas hingga hidup berumah tangga. Demikian juga dengan cinta kepada harta benda dan juga anak-anak. Sementara kebahagian dalam keimanan tentu hanya orang-orang tertentu saja yang dapat merasakan khsusunya orang Islam.

Sementara kebahagian yang bersumber dari keikhlasan ada kaitannya dengan keimanan seseorang. Orang yang mampu berbuat ikhlas dalam hal apa pun ia akan merasa bahagia yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata maupun digambarkan dalam bentuk materi. Contohnya ada orang yang merasa bahagia jika bisa memberi sesuatu kepada orang lain dan sebagainya.

Pintu Menuju Kebahagiaan

Sebagai orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya tentu saja mengukur segala sesuatu tentu harus merujuk pada sumber tersebut yakni Al Quran dan Hadits termasuk masalah kebahagian itu sendiri. Untuk itu setidaknya ada tiga pintu untuk menuju kebahagian tersebut:

  1. Bersyukur

Segala kenikmatan dan kebahagia hidup pada hakikatnya adalah karunia dari Allah Swt maka sudah selayaknya kita mensyukurinya. Sebagaimana yang di perintahkan Allah Swt dalam Al Quran:

“.. ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu.  Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) –Ku”. [QS. Al-Baqarah 2:152]

2. Bersabar 

Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan   ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah 2 : 155)

3.  Bertaubat dan Istighfar

Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?” (Q.S. Ali Imran 3 : 135)

Intinya semua orang dapat merasakan kebahagian dan mampu melewati pintu-pintu kebahagian tersebut. Tinggal bagaimana diri kita bisa memahami hakikat kebahagian tersebut. Wallahu’alam. [ ]

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

(Visited 10 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment