Azab Allah Bagi Orang yang Tak Mau Mengambil Pelajaran (Tafsir Surat Al A’la Ayat 12-14)

alquran

Allah swt berfirman dalam surat Al A’la Ayat 12

الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى

orang yang akan memasuki api yang besar.

Sanksi bagi para pembangkang adalah siksa yang dahsyat berupa api neraka. Mengapa Allah menyediakan siksa? Imbalan dan siksa alias surga dan neraka diadakan untuk menegakkan keadilan, bukan karena kebencian Allah kepada hamba-Nya.

Ada orang yang berusaha mendapatkan harta dan kekuasaan dengan menjaga nilai-nilai kebenaran, berpegang teguh pada kemanusiaan, dan menjunjung hak-hak orang lain. Maka, untuk menegakkan prinsip keadilan, Allah berikan pada orang seperti ini imbalan berupa kenikmatan surgawi yang abadi. Kenikmatan ini bisa dirasakan di dunia ataupun di akhirat.

Ada orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta dan kekuasaan dan banyak orang yang tertindas oleh perbuatannya. Untuk menegakkan prinsip keadilan, Allah azab orang-orang semacam ini. Azab tersebut bisa diturunkan di dunia ataupun akhirat. Jadi, azab itu diberikan untuk menegakkan keadilan bukan karena kebencian Allah pada hamba-Nya. Subhanallah (Maha Suci Allah), tidak mungkin Allah berbuat zalim pada hamba-hamba-Nya.

promooktober

Selanjutnya dalam ayat 13, digambarkan bagaimana bentuk azab bagi orang-orang yang tidak mau menerima pelajaran dari Allah swt.

ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى

Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak hidup.

Kalimat “Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak hidup” merupakan gambaran betapa dasyatnya azab Allah bagi para pembangkang dan orang-orang zalim.

Orang yang sedang merasakan kesakitan yang luar biasa, kadang mengharapkan mati, karena kematian akan mengakhiri segala rasa sakit. Orang-orang yang sedang diazab mengalami rasa sakit yang luar biasa dan ingin mati supaya tidak merasakan sakitnya itu, namun mereka tidak pernah mati bahkan daging dan kulit yang sudah terbakar akan diganti dengan daging dan kulit yang baru.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. An-Nisa 4: 56). Na’uzubillah (Semoga Allah melindungi kita. Amin).

Azab yang dasyat ditimpakan pada para pembangkang ajaran Allah swt. Namun, keberuntungan akan dirasakan oleh orang-orang yang selalu membuka hati untuk menerima ajaran-ajaran Ilahi, sebagaimana dijelaskan pada ayat berikutnya, yaitu ayat ke-14.

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّى

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri ,

Membersihkan diri mengandung dua makna; bisa membersihkan kotoran lahiriah ataupun noda batiniah. Allah swt. menyukai orang-orang yang selalu berusaha membersihkan jasad dan rohaninya, Inna Llaha yuhibbu at-tawwabiina wa yuhibbu al-mutathahhiriin ”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang suka menyucikan rohani dan orang-orang yang menyucikan badan”. Jadi, antara kesucian batin dan kebersihan lahir itu harus berimbang, alias dua-duanya harus bersih. Itulah orang-orang yang akan mendapat keberuntungan.

Bersambung…

(Visited 1 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment